×

BNI Kembali Klarifikasi: Demonstrasi di Pematang Siantar Terkait Koperasi Independen, Bukan Produk Bank

Sekolapedia – 27 April 2026 | Pada Jumat, 24 April 2026, kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) di Pematang Siantar, Sumatera Utara, menjadi saksi aksi demonstrasi yang dipicu oleh kecurigaan publik terhadap sebuah koperasi yang diduga berafiliasi dengan bank. Demonstran menuntut kejelasan atas produk keuangan yang ditawarkan koperasi tersebut, sementara BNI menegaskan bahwa peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan layanan resmi bank.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, memberikan keterangan resmi kepada media dan menegaskan kembali posisi BNI dalam kasus ini. Ia menyatakan, “BNI demonstrasi Pematang Siantar tidak berhubungan dengan produk atau layanan kami. Koperasi yang menjadi sorotan publik merupakan entitas yang berdiri sendiri, memiliki akta pendirian terpisah sejak 2007, dan tidak berada di bawah struktur organisasi BNI.” Pernyataan ini dikeluarkan melalui surat keterangan tertulis dan dipublikasikan pada 26 April 2026.

Koperasi yang dimaksud, dikenal dengan nama Koperasi Swadharma Pematangsiantar, awalnya dibentuk untuk melayani kebutuhan keuangan internal pegawai BNI. Namun, menurut BNI, koperasi tersebut kemudian memperluas layanan kepada pihak luar dengan menawarkan produk simpanan yang menjanjikan imbal hasil 1,5‑2 persen per bulan. Praktik ini dinilai tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi, serta menimbulkan dugaan pemalsuan dokumen.

Proses Hukum yang Sedang Berjalan

Okki menegaskan bahwa kasus koperasi Swadharma kini berada dalam ranah hukum. “Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung dan berkomitmen untuk mematuhi setiap putusan yang diambil pengadilan,” ujarnya. Hingga kini, otoritas terkait telah membuka penyelidikan, dan beberapa pelaku diduga akan dipanggil untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

BNI juga menambahkan bahwa aksi demonstrasi tidak mengganggu layanan transaksi nasabah di cabang tersebut. Semua antrian tetap dapat dilayani, dan sistem perbankan tetap beroperasi normal.

🔖 Baca juga:
Doa Sebelum Tidur: 5 Manfaat dan 10 Doa yang Dikhususkan untuk Malam Hari

Upaya BNI dalam Edukasi Keamanan Siber

Selain menanggapi aksi demonstrasi, BNI memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan edukasi kepada nasabah mengenai ancaman siber. Okki menyoroti peningkatan modus penipuan seperti vishing, phishing, dan social engineering yang semakin kompleks. BNI mengingatkan nasabah untuk tidak memberikan data pribadi atau kredensial kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.

  • Vishing: Penipuan melalui telepon dengan kedok petugas bank.
  • Phishing: Situs palsu yang meniru portal resmi perbankan.
  • Social engineering: Manipulasi psikologis untuk memperoleh informasi rahasia.

Bank menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan program edukasi digital, termasuk penyuluhan tentang cara mengidentifikasi dan melaporkan upaya penipuan.

Secara keseluruhan, BNI berupaya menjaga reputasi dan kepercayaan publik dengan menegaskan batasan antara entitas koperasi independen dan produk resmi bank. Langkah-langkah hukum yang diambil diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan secara transparan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi lembaga keuangan dan koperasi untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta menjaga komunikasi yang jelas dengan masyarakat. BNI menutup dengan harapan agar proses hukum dapat selesai secepatnya, sehingga nasabah dapat kembali fokus pada layanan perbankan yang aman dan terpercaya.

Post Comment