RI Masuk ‘survival mode’: Purbaya Pantau Ketat Seluruh Program Kemenkeu

Sekolapedia – 26 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan negara berada dalam fase survival mode. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program harus dijalankan tanpa ruang untuk kesalahan atau inefisiensi. Pernyataan ini disampaikan dalam media briefing di BPPK Purnawarman Kampus, Jakarta Selatan, serta dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana di Kompleks Parlemen Senayan.

Kondisi “Survival Mode” Pemerintah

Menurut Purbaya, kondisi survival mode berarti pemerintah tidak lagi memiliki “luxury” untuk bermain-main dengan peluang fiskal. “Kalau pajaknya main-main, hancur kita,” tegasnya. Situasi global yang dipenuhi tekanan energi, fluktuasi nilai tukar, dan persaingan ekonomi menuntut respons cepat dan tepat. Oleh karena itu, semua program di bawah Kementerian Keuangan akan dipantau secara intensif.

Pengawasan Ketat Program Kemenkeu

Purbaya menjelaskan bahwa satuan tugas khusus telah dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan percepatan pembangunan yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto. Satuan tugas ini bertugas mengidentifikasi hambatan, menutup celah kebocoran, dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak maksimal.

Berikut langkah-langkah pengawasan yang diambil:

🔖 Baca juga:
5 Kompetensi Desain Skema Rangkaian Elektronika (PCB) untuk Lulusan SMK TEI Unggulan
  • Meningkatkan audit internal pada Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.
  • Menegakkan standar kepatuhan melalui sistem monitoring digital real‑time.
  • Mengoptimalkan pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk likuiditas dan kredit.
  • Mengintegrasikan data lintas lembaga guna mencegah duplikasi anggaran.

Fokus pada Sektor Pajak dan Bea Cukai

Meski kinerja pajak dan bea cukai menunjukkan perbaikan, Purbaya menilai masih terdapat potensi kebocoran. Ia menambahkan, “Kita tidak boleh lagi membiarkan ruang‑ruang inefficiency terjadi, apalagi kalau disengaja.” Kebijakan terbaru mencakup penegakan kembali tarif bea masuk, serta peningkatan pemungutan PPN pada layanan publik.

Tanggapan Terhadap Isu APBN

Dalam beberapa hari terakhir, media sosial ramai memperdebatkan rumor bahwa kas negara hanya tersisa Rp 120 triliun. Purbaya menolak keras klaim tersebut, menyatakan bahwa APBN berada dalam kondisi sangat sehat. Menurutnya, selain SAL sebesar Rp 420 triliun yang masih belum terpakai, terdapat deposito sebesar Rp 300 triliun di perbankan yang dapat dicairkan kapan saja.

Penegasan ini bertujuan menenangkan pasar dan memberi kepercayaan kepada investor bahwa pemerintah memiliki likuiditas yang cukup untuk menyalurkan program prioritas, termasuk bantuan sosial dan infrastruktur.

Langkah Konkret dan Harapan Kedepan

Selain memperketat pengawasan, Kemenkeu juga menggalakkan inovasi melalui program energi alternatif. Contohnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menilai bahan bakar nabati “Bobibos” yang diusulkan oleh PT Inti Sinergi Formula. Pengujian teknis akan dilakukan oleh Lembaga Ilmu Gas dan Minyak (Lemigas) dengan standar ASTM D4057, memastikan produk memenuhi kriteria keamanan dan performa.

Pengawasan ketat pada program energi ini sejalan dengan strategi survival mode untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah krisis energi global.

Secara keseluruhan, pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk menjalankan kebijakan tanpa kompromi. Purbaya menutup konferensi pers dengan harapan seluruh jajaran aparatur negara dapat bekerja lebih keras, lebih efisien, dan lebih transparan demi kesejahteraan rakyat.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat keluar dari fase kritis ini dan kembali ke jalur pertumbuhan yang berkelanjutan.

Post Comment