Daftar Isi
Sekolapedia – 24 April 2026 | Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas jejak produk Indonesia di pasar internasional. Pada Selasa, 21 April 2024, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) bersama Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) resmi melepas 24 ton gula kelapa organik dan gula kelapa cair natural hasil produksi CV Mannah Anugerah Sejahtera ke Ghana. Nilai total ekspor mencapai USD 63.400 atau setara Rp1,1 miliar, difasilitasi oleh pembeli internasional asal Swiss, HPW Fresh and Dry Ltd.
Program Selling Mission Eropa 2025 Menjadi Pendorong Utama
Peluncuran ekspor ini merupakan buah kerja nyata dari Program Selling Mission Eropa 2025, sebuah inisiatif strategis yang diinisiasi oleh KemenUMKM bersama SIPPO. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sejalan dengan arahan Maman Abdurrahman untuk membuka akses pasar non‑tradisional, memperluas jaringan bisnis global, serta meningkatkan kesiapan usaha menengah dalam memenuhi standar internasional.
“Produk gula kelapa organik yang diekspor tidak hanya mencerminkan keunggulan komoditas berbasis sumber daya lokal, tetapi juga menunjukkan bahwa usaha menengah Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global, mulai dari aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga konsistensi pasokan,” ujar Bagus Rachman.
Manfaat Program Bagi UMKM
- Penguatan kapasitas produksi melalui pelatihan standar internasional.
- Fasilitasi business matching dengan buyer potensial di Eropa dan Asia.
- Peningkatan brand image produk Indonesia di pasar global.
- Akses pembiayaan khusus ekspor bagi pelaku UMKM.
Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah, Harun, menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret efektivitas program pemerintah dalam mendorong pengusaha UMKM naik kelas. Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara KemenUMKM, SIPPO, dan mitra internasional lainnya untuk membuka lebih banyak peluang ekspor.
Reaksi Pemangku Kepentingan
Export Promotion Manager SIPPO Indonesia, Andina Auria Dwi Putri, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin. “Kami sangat senang melihat hasil kerja keras dan misi ini, serta berharap kolaborasi yang berkelanjutan antara SIPPO, Kementerian UMKM, dan pengusaha UMKM Indonesia dapat terus terjalin dengan baik,” kata Andina.
Direktur CV Mannah Anugerah Sejahtera, Steven Santoso, juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan KemenUMKM dan SIPPO, khususnya dalam partisipasi misi dagang ke Swiss dan Belanda pada November 2025. Ia menilai program tersebut memberikan manfaat signifikan mulai dari persiapan hingga pertemuan dengan calon pembeli.
Dukungan Kebijakan Pemerintah Lebih Luas
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa pemerintah selalu siap membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka ke pasar internasional. Kebijakan deregulasi, peningkatan investasi, perbaikan sistem perizinan, serta layanan perdagangan digital menjadi bagian integral dari strategi nasional untuk memperkuat daya saing produk Indonesia.
Roro menambahkan, Kementerian Perdagangan terus memfasilitasi diversifikasi tujuan ekspor melalui kemitraan bilateral dan regional, serta memperkuat diplomasi perdagangan untuk memastikan produk Indonesia memenuhi standar internasional dan dapat masuk ke pasar bernilai tinggi seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Timur.
Prospek Kedepan
Melihat keberhasilan pelepasan ekspor gula kelapa ke Ghana, KemenUMKM berencana memperluas jangkauan promosi melalui business matching, kurasi produk, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha. Fokus utama tetap pada penguatan kualitas, keberlanjutan, dan konsistensi pasokan agar produk UMKM Indonesia dapat bersaing di pasar global.
Dengan arahan visioner Maman Abdurrahman, diharapkan semakin banyak UMKM bertransformasi menjadi eksportir tangguh yang mampu menjawab tantangan serta memanfaatkan peluang di era perdagangan internasional yang dinamis.
Secara keseluruhan, langkah strategis ini tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai produsen barang berkualitas tinggi yang berkomitmen pada standar global.


Post Comment