Daftar Isi
1. Jangan Mulai dari “DBA”, Mulai dari Database-nya
Kesalahan umum: langsung mikir backup, tuning, HA, dsb.
Yang penting dulu:
- SQL itu wajib
SELECT,JOIN,GROUP BY- Subquery dasar
- Struktur tabel
- Primary key & foreign key
- Relasi one-to-many, many-to-many
- Normalisasi (minimal paham konsepnya)
👉 Kalau SQL masih ragu, dunia DBA bakal kerasa berat.
Baca juga:Cara Ampuh Biar Lolos Jadi Content dan Curriculum Developer
Baca juga:Prediksi Soal UM UPN Yogyakarta 2026: Strategi Lolos Seleksi Mandiri Jalur Tes
2. Pilih Satu Database, Jangan Serakah
Nggak perlu jago semua.
Rekomendasi aman:
- MySQL → banyak dipakai perusahaan
- PostgreSQL → nilai plus di mata tech company
Kuasi satu dulu:
- Cara install
- Buat database & user
- Backup & restore
- Basic performance (index)
3. Biasakan Main di Terminal (Pelan-Pelan)
Junior DBA nggak harus Linux expert, tapi jangan alergi terminal.
Minimal bisa:
cd,ls,cat- Edit file config (pakai nano / vim)
- Jalankan command:
mysqldumppsql
Ini sering bikin kamu kelihatan “siap kerja”.
4. Punya Mini Project = Nilai Jual
Banyak pelamar nggak punya cerita nyata.
Contoh project sederhana:
- Database sistem kasir
- Database absensi karyawan
- Database toko online kecil
Yang penting:
- Ada ERD
- Ada query contoh
- Ada skema backup
👉 Simpan di GitHub, walau cuma SQL file.
5. Pahami Tugas Junior DBA (Realita Lapangan)
Biasanya kamu bakal:
- Bantu backup & restore
- Monitoring database
- Maintain user & permission
- Support tim dev
- Dokumentasi
Kalau kamu bisa jelasin ini di interview, peluang lolos naik drastis.
6. Jangan Takut Apply Meski Belum “Siap”
Banyak Junior DBA:
- Baru lulus
- Pindahan dari developer / IT support
- Belajar sambil kerja
Selama kamu:
✔ Paham dasar
✔ Mau belajar
✔ Bisa kerja rapi
Itu sudah cukup.
7. Mentalitas yang Dicari Recruiter
Bukan yang paling pintar, tapi:
- Teliti
- Bertanggung jawab
- Nggak asal hapus data 😄
- Berani nanya sebelum eksekusi
Penulis :loveytha


Post Comment