Sekolapedia – 28 Maret 2026 | Buenos Aires, 28 Maret 2026 – Timnas Argentina menutup rangkaian persiapan menjelang Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 2-1 atas Mauritania dalam laga persahabatan di La Bombonera. Sorotan utama pertandingan beralih pada aksi Enzo Fernández, yang membuka skor pada menit ke-17 lewat penyelesaian tajam setelah umpan silang Nahuel Molina.
Gol pertama Enzo datang setelah kanan belakang Argentina, Nahuel Molina, mengirimkan bola ke dalam kotak penalti. Enzo, yang baru saja menandatangani kontrak dengan Chelsea, menembus pertahanan Mauritania dan menaklukkan penjaga gawang Babacar Diop. Gol ini menghidupkan atmosfer penonton yang bergema dengan nyanyian “Messi! Messi!” mengingat kapten tim, Lionel Messi, masih duduk di bangku cadangan.
Detik-detik Gol Enzo Fernández
Berat sekitar 73 kg dan tinggi 1,78 m, Enzo Fernández menampilkan kecerdasan taktis dan kecepatan dalam pergerakan. Setelah menerima umpan silang, ia melakukan kontrol satu sentuhan dan menembak keras ke sudut kanan bawah gawang, memaksa Diop terpaksa mengeluarkan tangan. Gol ini tidak hanya mengantarkan Argentina unggul, tetapi juga menegaskan peran penting Fernández dalam skuad Lionel Scaloni menjelang turnamen besar.
Tak lama setelah itu, pada menit ke-32, Nico Paz menambah keunggulan Argentina lewat tendangan bebas yang menembus dinding pertahanan Mauritania. Paz, yang bermain untuk Como, mengeksekusi tendangan dengan kaki kiri, menempatkan bola tepat di pojok jauh gawang.
Menjelang jeda istirahat, skor berada di angka 2-0 untuk Argentina. Namun, Mauritania tidak menyerah. Di menit ke-84, penyerang mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui gol balasan, memaksa Argentina menahan tekanan hingga akhir laga.
Messi dan Strategi Scaloni
Pelatih Lionel Scaloni memanfaatkan pertandingan ini untuk menguji beberapa pemain muda, termasuk Franco Mastantuono, talenta Real Madrid yang berambisi masuk dalam skuad Piala Dunia. Messi, yang masuk pada babak kedua, hanya mendapatkan beberapa sentuhan namun berhasil menciptakan peluang pada menit ke-55, menembak dari luar kotak penalti yang berhasil diselamatkan oleh Diop.
Setelah pertandingan, Scaloni menilai performa tim kurang memuaskan. “Kami tidak bermain dengan intensitas yang diharapkan. Ini menjadi bahan evaluasi sebelum turnamen besar,” ujarnya. Penjaga gawang Emiliano Martínez menambahkan, “Kita harus meningkatkan kecepatan dan intensitas. Pertandingan ini mengajarkan kita banyak hal.”
Implikasi bagi Piala Dunia 2026
Kemenangan ini menjadi bagian dari proses finalisasi skuad 26 pemain Argentina. Nasional yang pernah mengangkat trofi dunia pada 1978, 1986, dan 2022, kini menargetkan sejarah ke-empat dengan Messi memimpin timnya menuju gelar keenam. Enzo Fernández, yang baru berusia 22 tahun, diprediksi menjadi salah satu motor penggerak lini tengah bersama Thiago Almada dan Julian Álvarez.
Dengan deadline pengajuan skuad pada 30 Mei, pertandingan melawan Zambia yang dijadwalkan pada 31 Maret menjadi kesempatan terakhir bagi pemain yang masih berada di pinggir daftar. Sementara itu, Argentina akan memulai kampanye Piala Dunia pada 16 Juni melawan Aljazair di Kansas City, diikuti Austria dan Yordania.
Secara keseluruhan, laga persahabatan melawan Mauritania memberikan gambaran jelas tentang kekuatan dan kelemahan tim. Enzo Fernández membuktikan dirinya sebagai penyerang yang dapat mengubah jalannya pertandingan, sementara Messi masih menjadi magnet bagi suporter yang berharap sang legenda akan memperpanjang karier internasionalnya.
Dengan semangat yang terus menyala di La Bombonera, Argentina menatap turnamen dunia dengan keyakinan, berharap kombinasi antara pengalaman veteran dan energi muda seperti Fernández dapat membawa mereka kembali ke puncak dunia.


Post Comment