LaLiga Siap Pecahkan Rekor: Sepuluh Tim di Liga Europa, Legenda Salah, dan Tantangan Baru di Sevilla

Sekolapedia – 25 Maret 2026 | Ketika kompetisi UEFA mendekati fase perempat final, sorotan tidak hanya tertuju pada pertarungan di Champions League, Europa League, dan Conference League. Di Spanyol, LaLiga tengah menggarap skenario ambisius: mengirimkan sepuluh klub ke ajang Eropa pada musim 2026/27. Kombinasi ini bersamaan dengan catatan luar biasa Mohamed Salah di Liverpool serta warisan Antoine Griezmann di Atletico Madrid, sementara Sevilla mencari kebangkitan di bawah asuhan Luis Garcia Plaza.

Prospek Sepuluh Tim LaLiga di Kompetisi Eropa

Secara teori, sepuluh klub Spanyol dapat berpartisipasi di kompetisi UEFA jika tiga skenario bonus terpenuhi. UEFA menyiapkan tujuh tempat otomatis: empat untuk Champions League, satu untuk pemenang Copa del Rey (atau posisi kelima), dan dua untuk Europa League dan Conference League. Untuk menambah tiga tempat, berikut kondisi yang harus terjadi:

  • Posisi kedelapan mengamankan tempat Eropa: Jika LaLiga menempati salah satu dua posisi teratas dalam koefisien UEFA, tim peringkat kelima otomatis lolos ke Champions League, menggeser alokasi tempat UEFA lainnya.
  • Posisi kesembilan mengamankan tempat Eropa: Sebuah klub Spanyol memenangkan Champions League atau Europa League namun finis di luar delapan besar LaLiga. Contohnya, Real Betis atau Celta Vigo yang berada di perempat final Europa League tetapi masih berada di posisi lima atau enam liga.
  • Posisi kesepuluh mengamankan tempat Eropa: Sebuah tim Spanyol mengangkat trofi Conference League meski berada di luar delapan besar klasemen domestik, seperti Rayo Vallecano yang tengah berjuang di Conference League meski berada di posisi 14.

Jika ketiga skenario terwujud, LaLiga dapat mengirimkan total sepuluh tim ke kompetisi Eropa, melampaui jumlah yang pernah dicapai oleh liga manapun sebelumnya. Hal ini menegaskan peningkatan koefisien UEFA Spanyol yang diprediksi naik hingga +8% pada musim 2025/26.

Rekor Mohamed Salah: Mesin Gol yang Menyapu Semua Kompetisi

Di sisi lain, Mohamed Salah terus menorehkan sejarah bersama Liverpool. Sejak bergabung pada 2017, penyerang asal Mesir ini mencetak 255 gol dalam 435 penampilan, menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak klub. Statistik lengkapnya meliputi:

Kompetisi Gol Assist Pertandingan
Premier League 189 93 323
FA Cup 8 2 14
League Cup 4 1 11
Liga Champions 47 20 82
Kualifikasi Liga Champions 4 0 10
Liga Europa 5 4 9
FIFA Club World Cup 0 1 2
Community Shield 1 1 4

Kepergian Salah diprediksi pada akhir musim 2026/27, namun kontribusinya tetap menjadi tolok ukur bagi pemain sayap modern yang mampu mencetak gol sekaligus menciptakan peluang.

Antoine Griezmann: Jejak yang Tak Tergantikan di Atletico Madrid

Di Madrid, Antoine Griezmann menutup babak karier yang penuh warna. Meskipun tidak mengangkat gelar La Liga atau Champions League, perannya sebagai otak serangan Atletico Madrid menjadikannya figur asing terpenting dalam sejarah liga Spanyol. Griezmann bertransformasi dari winger ke nomor sepuluh yang mampu menurunkan bola, membuka ruang, dan menembak dengan presisi. Puncak performanya terlihat pada musim 2015/16, ketika ia mencetak 22 gol, memimpin Atletico ke final Liga Champions dan mencetak gol penting melawan Bayern Munich.

Kembalinya Griezmann ke Atletico pada 2021, baik dalam bentuk pinjaman maupun transfer permanen, menegaskan nilai tak tergantikan yang ia bawa, baik sebagai pemimpin di ruang ganti maupun sebagai penggerak serangan di lapangan. Statistik menunjukkan ia kembali menjadi pencetak gol terbanyak klub dalam beberapa musim terakhir.

Sevilla Menanti Kebangkitan di Bawah Luis Garcia Plaza

Setelah mengakhiri musim 2025/26 di posisi 17, Sevilla kini menatap musim 2026/27 dengan harapan baru. Pada 24 Maret 2026, klub mengumumkan penunjukan Luis Garcia Plaza sebagai pelatih baru, menggantikan Matias Almeyda yang dipecat setelah kekalahan 0-2 dari Valencia. Garcia Plaza, yang pernah melatih Levante, Getafe, Villarreal, dan Alaves, serta memiliki pengalaman internasional di UAE, China, dan Saudi Arabia, menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2027.

Target utama Garcia Plaza adalah mengamankan posisi aman dari zona degradasi dan kembali bersaing di puncak klasemen, dengan ambisi jangka panjang mengembalikan Sevilla ke panggung Eropa, mengingat klub pernah mengumpulkan tujuh gelar UEFA Cup/Europa League.

Implikasi bagi Liga Europa Musim 2026/27

Kombinasi faktor-faktor di atas menciptakan lanskap kompetitif yang menarik. Jika LaLiga berhasil menempatkan sepuluh tim di kompetisi UEFA, tingkat persaingan di fase grup Liga Europa dan Conference League akan meningkat secara signifikan, menuntut klub-klub Eropa lainnya untuk memperkuat skuad. Di sisi lain, catatan individu pemain seperti Salah dan Griezmann menambah daya tarik penonton global, sementara perubahan manajerial di Sevilla dapat mengubah dinamika papan tengah LaLiga.

Dengan semua elemen ini, musim 2026/27 diprediksi menjadi salah satu musim paling dinamis dalam sejarah sepak bola Spanyol, menawarkan drama, pencapaian pribadi, dan potensi rekor baru yang menantang para penggemar di seluruh dunia.

Post Comment