×

Lebaran 2026 di Turki: Mahasiswa Indonesia Rayakan di Balik Salju, Naqsabandiyah Padang Siapkan Sambutan Hangat

Lebaran 2026 di Turki: Mahasiswa Indonesia Rayakan di Balik Salju, Naqsabandiyah Padang Siapkan Sambutan Hangat

Sekolapedia – 25 Maret 2026 | Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada 20 Maret 2026 disambut dengan nuansa berbeda oleh mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Turki. Di tengah penghujung musim dingin, kota Istanbul menampilkan pemandangan bersalju, hujan gerimis, dan angin dingin yang menyelimuti hari kemenangan. Meskipun cuaca menantang, semangat Lebaran tetap menyala, mengingatkan bahwa kebersamaan melampaui batas geografis.

Mahasiswa Indonesia di Istanbul University, yang dipimpin oleh Haritsah Mujahid, mengungkapkan bahwa perayaan di Turki cenderung lebih tenang dibandingkan dengan kegembiraan riuh di tanah air. “Di Indonesia, takbir menggema di setiap sudut, sementara di Istanbul suasana lebih hening, hampir menyerupai libur biasa,” ujarnya kepada detikEdu pada Selasa, 24 Maret 2026.

Aktivitas Lebaran di Kota Istanbul

Berbeda dengan penutupan total di banyak daerah Indonesia, sebagian besar toko, kafe, dan pusat perbelanjaan di Istanbul tetap beroperasi. Hal ini memungkinkan mahasiswa dan warga asing untuk menikmati sajian kuliner khas Turki, seperti Turkish delight, sekaligus berbelanja kebutuhan Lebaran. Kantor pemerintah dan institusi formal sebagian besar meliburkan, namun dinamika perkotaan tidak berhenti total.

Setelah melaksanakan salat Idul Fitri di masjid terdekat, banyak mahasiswa berbondong-bondong menuju Hagia Sophia. Bangunan bersejarah ini menjadi titik pertemuan utama, di mana para diaspora Indonesia saling menyapa, berfoto, dan mengabadikan momen kebersamaan. “Rasa rindu kepada keluarga tetap ada, namun kami belajar menguatkan satu sama lain. Lebaran bukan soal keramaian, melainkan kebersamaan yang terjaga,” kata Mujahid.

Baca juga:
Eric García dan Tantangan Logistik Global: Dari Bandara Chaos hingga Keamanan Internasional

Peran PPI Istanbul dalam Menjaga Kebersamaan

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Istanbul, Abdullah Azzam Rahman, menegaskan pentingnya peran organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. “Kami berusaha menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk merasakan kebersamaan, terutama pada momen Lebaran. Ini menjadi bagian krusial kehidupan diaspora,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pertemuan singkat dan percakapan hangat menjadi inti dari perayaan di perantauan, menegaskan bahwa makna Lebaran tetap terjaga meski lokasi berubah.

Naqsabandiyah Padang: Titik Balik Pulangnya Mahasiswa

Sementara di Turki perayaan berlangsung dengan tenang, di tanah air, khususnya Padang, komunitas Naqsabandiyah mempersiapkan sambutan hangat bagi mahasiswa yang kembali. Naqsabandiyah, sebuah masjid bersejarah di Padang, terkenal dengan tradisi salat Idul Fitri yang khusyuk dan kegiatan sosial pasca Lebaran. Video rekaman “Potret Salat Id Jemaah Naqsabandiyah Padang” yang beredar di media sosial menampilkan ribuan jamaah berkumpul, mengisi ruang masjid dengan doa dan rasa syukur.

Para pemuka Naqsabandiyah, termasuk ketua jamaah, menyatakan kesiapan mereka menyambut pulangnya mahasiswa Indonesia dari Turki. “Kami menyiapkan santunan, makanan tradisional, dan ruang pertemuan khusus agar para alumni dapat berbagi pengalaman mereka di luar negeri,” ungkapnya. Kegiatan ini tidak hanya mempererat ikatan antarwarga, tetapi juga menjadi ajang tukar pengetahuan tentang budaya, pendidikan, dan peluang kerja di Turki.

Baca juga:
Documentary vs. Document: Comparing “Filthy Rich” to the Files

Kebersamaan Lebaran di Era Globalisasi

Fenomena Lebaran yang dirayakan di dua benua sekaligus menegaskan bahwa tradisi keagamaan dapat menyesuaikan diri dengan konteks global. Mahasiswa Indonesia di Turki menyesuaikan ibadah dengan kondisi iklim, sementara Naqsabandiyah Padang menyiapkan sarana bagi mereka yang kembali untuk kembali merasakan kehangatan kampung halaman. Kedua sisi ini saling melengkapi, menciptakan jaringan diaspora yang solid.

Secara keseluruhan, Lebaran 2026 menampilkan perpaduan antara ketenangan Istanbul yang bersalju dan keramaian Naqsabandiyah Padang yang penuh semangat. Kedua tempat ini membuktikan bahwa Idul Fitri tetap menjadi momen universal untuk memperkuat tali persaudaraan, tak terkendala oleh cuaca, jarak, atau bahasa.

Baca juga:
Pernyataan Terbaru Lindsey Graham yang Menjadi Sorotan Dunia Internasional

Post Comment