Sekolapedia – 17 Maret 2026 | Persib Bandung kembali menelan kekecewaan di laga tandang melawan Borneo FC pada Minggu, 15 Maret 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Segiri Samarinda berakhir dengan hasil imbang 1-1, namun sorotan utama bergeser pada keputusan penalti kontroversial pada menit ke-84 yang menambah ketegangan di antara kedua kubu.
Gol pertama dalam laga tersebut dicetak oleh Adam Alis (Borneo FC) pada menit ke-14 setelah serangan balik cepat. Persib sempat menekan kembali, namun pertahanan Borneo yang disiplin berhasil menahan gelombang serangan. Ketegangan memuncak pada menit ke-84 ketika wasit menanduk pemain Persib dan memutuskan ada pelanggaran di dalam kotak penalti. Mariano Peralta, eksekutor penalti Borneo, mengeksekusi tendangan tersebut dengan tenang dan menambah satu poin bagi tamu.
Reaksi Marc Klok dan Bojan Hodak
Kaptain Persib, Marc Klok, mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut. “Kami tidak senang dengan hasil ini karena kami datang ke sini untuk ambil tiga poin,” ujar Klok dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 17 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa tim akan melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki kelemahan yang tampak selama pertandingan.
Sementara itu, pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, tidak menahan diri untuk mengkritisi keputusan wasit. Dalam wawancara eksklusif, Hodak menilai bahwa keputusan penalti tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Saya rasa wasit terlalu cepat mengambil keputusan tanpa memberi kesempatan kepada pemain untuk memperbaiki diri. Ini sangat merugikan tim kami,” ujarnya dengan nada tegas. Hodak juga menegaskan bahwa timnya tetap fokus pada target utama, yaitu perebutan gelar Super League 2025-2026.
Poin Penting Laga
- Gol pertama: Adam Alis (Borneo FC) menit 14.
- Penalti kontroversial: Diberikan pada menit 84, dieksekusi oleh Mariano Peralta.
- Skor akhir: 1-1 (Borneo FC vs Persib Bandung).
- Reaksi utama: Marc Klok kecewa, Bojan Hodak mengkritik keputusan wasit.
Keputusan penalti tersebut menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Banyak pendukung Persib mengkritik keras kinerja wasit, sementara sebagian lainnya menilai bahwa keputusan tersebut memang sesuai dengan regulasi. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan tersebut memberi dampak signifikan pada hasil akhir pertandingan.
Selain kontroversi penalti, beberapa faktor lain turut memengaruhi performa Persib. Tim tampak kurang tajam dalam menguasai bola di lini tengah, dan transisi serangan cepat belum optimal. Di sisi lain, Borneo FC menunjukkan disiplin taktis yang tinggi, memanfaatkan setiap peluang yang muncul.
Melihat ke depan, Persib Bandung harus segera bangkit. Jadwal berikutnya menuntut mereka untuk mengumpulkan poin maksimal, terutama melawan rival-rival terdekat di klasemen. Bojan Hodak menegaskan bahwa tim akan melakukan perbaikan teknis dan mental, serta menyiapkan strategi baru untuk mengatasi kekurangan yang teridentifikasi.
Persib tetap bertekad untuk memperbaiki catatan mereka di kompetisi. “Kami tidak akan membiarkan satu keputusan mengubah semangat juang kami. Fokus kami tetap pada target akhir musim,” kata Klok menutup konferensi pers.
Dengan atmosfer kompetisi yang semakin sengit, setiap poin menjadi sangat berharga. Persib harus menyalakan kembali api kemenangan mereka dan memastikan bahwa kontroversi di Segiri tidak menjadi beban mental yang mengganggu performa di laga-laga selanjutnya.



Post Comment