Mauricio Souza Tuduh Rumput JIS Bikin Pertandingan Persija vs Dewa United ‘Buruk’, Tapi Tak Mau Kalah Sendirian

Sekolapedia – 17 Maret 2026 | Pertandingan lanjutan pekan ke-21 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta dan Dewa United berakhir imbang 1-1 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu, 15 Maret 2026. Gol pembuka dicetak Maxwell Souza pada akhir babak pertama, namun Alex Messidoro menyamakan kedudukan di babak kedua. Hasil tersebut menambah deretan poin yang hilang Persija di kandang, memicu perdebatan tentang kualitas rumput JIS serta sikap pelatih asal Brasil, Mauricio Souza.

Situasi Laga di JIS

Sejak peluit pertama, kedua tim menunjukkan niat menyerang. Persija sempat menguasai lini tengah, sementara Dewa United menekan dari sisi kanan dengan kecepatan Noah Sadaoui. Namun, kondisi permukaan lapangan yang tidak rata dan rumput yang terasa licin membuat kontrol bola menjadi sulit. Kedua sisi mengakui bahwa peluang yang tercipta tidak maksimal karena umpan sering melambat atau memantul tak terduga.

Penilaian Mauricio Souza

Mauricio Souza tetap menegaskan bahwa Persija tampil lebih baik dibanding lawannya. “Tidak ada satu tim pun yang datang dan lebih baik dari kami. Bahkan hari ini kami lebih baik dari Dewa,” ujarnya dalam sesi konferensi pers. Pelatih menekankan analisis proses permainan, bukan sekadar hasil akhir. Ia menolak tekanan media sosial dan menyoroti bahwa timnya selalu memberikan perlawanan seimbang.

Namun, Souza tak menutup mata terhadap masalah teknis di lapangan. Dalam wawancara terpisah, ia menilai kualitas rumput JIS tidak ideal untuk laga besar. “Kedua tim punya teknik yang bagus, tetapi tidak punya banyak peluang karena faktor lapangan yang tidak mendukung,” kata Souza. Ia menambahkan bahwa timnya kehilangan enam poin di JIS, sementara di kandang lawan, Persija mampu mengamankan kemenangan melawan tim-tim sekelas Bali United, Malut United, dan Dewa United.

Baca juga:
Menjelajahi Cita Rasa Autentik Jayapura: Dari Kekayaan Kuliner Kampung hingga Strategi Digital Membawa Tradisi ke Dunia

Pengaruh Kondisi Lapangan Terhadap Performa

Menurut Souza, kondisi JIS menyulitkan analisis teknis karena pemain tidak dapat mengeksekusi gerakan dengan presisi. Kontrol bola, passing pendek, serta pergerakan off‑the‑ball menjadi terhambat. Hal ini berimbas pada penurunan efektivitas serangan dan pertahanan, sehingga peluang mencetak gol menjadi terbatas. Ia mencontohkan bahwa ketika Persija bermain di luar JIS melawan tim serupa, hasilnya lebih menguntungkan, menunjukkan korelasi antara kualitas lapangan dan poin yang diperoleh.

Reaksi Dewa United dan Analisis Teknis

Di pihak lain, pelatih Jan Olde Riekerink menyebut kemenangan moral timnya sebagai bukti mentalitas baja. Ia menilai taktik menargetkan sisi kanan pertahanan Persija berhasil memanfaatkan ruang yang terbuka akibat pergerakan bek sayap yang terlalu agresif. “Olahraga tidak selalu hanya tentang apa yang terlihat di lapangan,” ujar Riekerink, menegaskan bahwa disiplin taktik menjadi kunci bagi Dewa United.

Meskipun Dewa United mengakui kondisi lapangan yang kurang bersahabat, mereka tetap berhasil mencuri poin penting. Riekerink memuji kemampuan timnya beradaptasi dalam waktu singkat, mengingat jadwal padat setelah kegagalan di AFC Challenge League.

Baca juga:
Tragedi di Desa Popalo: Balita Tewas Usai Kecelakaan Motor, Dilarikan ke Puskesmas Namun Tak Berhasil

Kata Penutup

Imbang 1-1 antara Persija dan Dewa United menyoroti dua isu utama: performa tim yang masih dipertanyakan dan peran infrastruktur stadion dalam menentukan kualitas pertandingan. Mauricio Souza menegaskan komitmen untuk fokus pada proses, sementara juga menuntut perbaikan kualitas rumput JIS agar tidak menghambat potensi pemain. Dewa United, di sisi lain, mengoptimalkan strategi untuk meraih poin di tengah kondisi yang tidak ideal.

Ke depannya, Persija dijadwalkan bertemu Bhayangkara FC pada pekan ke-26. Jika masalah lapangan dapat diatasi, harapan tim ibu kota untuk kembali mengumpulkan tiga poin di kandang akan semakin realistis.

Baca juga:
Divided Congress Fails to Restrain Executive Power Amid Escalating Conflict in Iran

Post Comment