1. Penurunan Tekanan Uap (ΔP)
Soal:
Larutan glukosa dibuat dengan mencampurkan 10 g glukosa (C₆H₁₂O₆, Mr = 180) ke dalam 90 g air (H₂O, Mr = 18). Hitung fraksi mol pelarut dan penurunan tekanan uap air jika tekanan uap murni air P₀ = 23,8 mmHg.
Penyelesaian:
Mol glukosa = 10 / 180 = 0,0556 mol
Mol air = 90 / 18 = 5 mol
Fraksi mol air: Xair=5+0,05565≈0,989
ΔP = P₀ × (1 − X₁) = 23,8 × (1 − 0,989) ≈ 0,26 mmHg
Jawaban: ΔP ≈ 0,26 mmHg
Baca juga:Contoh Soal Kombinasi Proposisi Pengertian, Jenis, dan Pembaha
2. Penurunan Titik Didih (ΔT_b)
Soal:
Berapa kenaikan titik didih larutan jika 20 g sukrosa (C₁₂H₂₂O₁₁, Mr = 342) dilarutkan dalam 180 g air? K_b air = 0,52 °C·kg/mol.
Penyelesaian:
Mol sukrosa = 20 / 342 ≈ 0,0585 mol
m (molalitas) = 0,0585 / 0,18 ≈ 0,325 mol/kg
ΔT_b = K_b × m = 0,52 × 0,325 ≈ 0,169 °C
Jawaban: Kenaikan titik didih ≈ 0,17
3. Penurunan Titik Beku (ΔT_f)
Soal:
10 g urea (Mr = 60) dilarutkan dalam 90 g air. K_f air = 1,86 °C·kg/mol. Hitung penurunan titik beku.
Penyelesaian:
Mol urea = 10 / 60 = 0,1667 mol
Molalitas = 0,1667 / 0,09 ≈ 1,852 mol/kg
ΔT_f = K_f × m = 1,86 × 1,852 ≈ 3,45 °C
Jawaban: Penurunan titik beku ≈ 3,45 °C
4. Tekanan Osmosis (π)
Soal:
Hitung tekanan osmosis larutan glukosa 1 mol/L pada suhu 27 °C (300 K). R = 0,082 L·atm/mol·K.
Penyelesaian:
π = M·R·T = 1 × 0,082 × 300 ≈ 24,6 atm
Jawaban: π ≈ 24,6 a
5. Soal Campuran / Gabungan Sifat Koligatif
Soal:
Larutan mengandung 18 g glukosa (Mr = 180) dan 10 g urea (Mr = 60) dalam 200 g air. Hitung penurunan titik beku (K_f air = 1,86 °C·kg/mol).
Penyelesaian:
Mol glukosa = 18 / 180 = 0,1 mol
Mol urea = 10 / 60 ≈ 0,1667 mol
Total mol = 0,1 + 0,1667 = 0,2667 mol
Molalitas = 0,2667 / 0,2 ≈ 1,3335 mol/kg
ΔT_f = K_f × m ≈ 1,86 × 1,3335 ≈ 2,48 °C
Jawaban: ΔT_f ≈
Penulis:loveytha



Post Comment