×

Donald Trump Berencana Cabut Sanksi Minyak untuk Menekan Harga Global

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan rencananya untuk mencabut beberapa sanksi terkait minyak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menahan lonjakan harga minyak mentah dunia yang meningkat tajam akibat konflik dengan Iran.

Dilaporkan oleh The Times of India, harga minyak mentah sempat menembus angka 100 dolar AS per barel di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026.

“Kami akan membebaskan beberapa sanksi yang berkaitan dengan minyak agar harga bisa turun,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan pada Selasa waktu setempat.

baca juga:Gak Ada Obat! Pasar Mobil Listrik Indonesia Tetap Gaspol Padahal Insentif Mulai Dipangkas

Trump juga menambahkan bahwa pelonggaran sanksi ini bersifat sementara. Ia menyebut kebijakan tersebut akan tetap berlaku sampai situasi kembali membaik.

🔖 Baca juga:
Lifecycle Management) Academic.

Meski begitu, Trump juga melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia mengatakan Amerika Serikat siap melakukan serangan yang lebih besar jika Iran mencoba mengganggu pasokan minyak dunia.

“Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global,” ujar Trump.

Ia juga menegaskan bahwa jika Iran sampai menghambat distribusi energi global, maka negara tersebut akan menghadapi serangan balasan dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

Di dalam negeri, Trump juga tengah menghadapi tekanan untuk mengendalikan harga energi yang berdampak pada ekonomi global sekaligus situasi politik domestik menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.

Kenaikan harga bahan bakar mulai dirasakan oleh para pemilih. Namun Trump menilai lonjakan harga ini hanya bersifat sementara dan akan mereda setelah konflik selesai.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Salurkan Zakat Mal ke Panti Asuhan Budi Nida Asih

Lonjakan harga minyak sendiri dipicu oleh terganggunya lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jalur laut penting di kawasan Teluk tersebut diketahui mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Sementara itu, minyak mentah Brent crude sebagai patokan harga global sempat melampaui 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, sebelum akhirnya sedikit mengalami penurunan.

penulis:putra

Post Comment