×

Donald Trump Ungkap Detail Penangkapan Nicolas Maduro di Venezuela

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membeberkan detail operasi penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurut laporan media The Express, Trump menjelaskan bahwa proses penangkapan tersebut berlangsung sangat cepat dan penuh ketegangan. Ia menyebut operasi itu hanya memakan waktu sekitar 18 menit untuk mengamankan pemimpin Venezuela tersebut.

baca juga:Double Combo! Pelajar Sekolah Bakal Libur Lebaran dan Nyepi 2026 Selama Dua Minggu Full, Simak Jadwal Lengkapnya!

“Itu sangat buruk. Terjadi sekitar 18 menit kekerasan murni. Dan kami berhasil mengeluarkan Maduro,” kata Trump dalam acara yang disebut sebagai KTT Shield of the Americas.

Penangkapan ini sendiri terjadi sekitar dua bulan sebelumnya. Saat itu, Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan konspirasi narkoba di pengadilan New York.

🔖 Baca juga:
Stop Galau! Ini Bekal Penting Wajib Punya Biar Lolos Jadi Calon SDN Integration Specialist Keren

Operasi militer yang berlangsung pada awal Januari 2026 tersebut dilaporkan melibatkan kekuatan besar. Sekitar 150 pesawat dan helikopter dikerahkan untuk menyerang titik-titik pertahanan strategis di Venezuela.

Pasukan khusus Amerika Serikat disebut berhasil melumpuhkan sistem pertahanan udara milik Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB) sebelum akhirnya mengevakuasi Maduro dan Flores dari lokasi mereka.

Trump juga mengatakan bahwa saat ini Amerika Serikat menjalin kerja sama dengan pemimpin baru Venezuela, Delcy Rodríguez. Ia menilai Rodríguez telah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk kepentingan kedua negara.

“Kami mengambil minyak dalam jumlah yang sangat besar,” ujar Trump saat membahas kesepakatan baru yang memungkinkan Venezuela menjual minyaknya di bawah pengawasan ketat pemerintah Amerika Serikat.

Seiring perkembangan tersebut, hubungan diplomatik kedua negara mulai membaik. Kedutaan besar AS di Caracas, yang sempat ditutup sejak 2019, kini kembali dibuka dan diplomat baru telah ditunjuk untuk membantu mendorong stabilitas ekonomi.

baca juga:Mahasiswa Pendidikan Olahraga Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Raih Perak Fighter of Road to PON Beladiri 2025

Dalam pernyataan resminya, Rodríguez mengatakan bahwa pemulihan hubungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan membuka peluang baru yang menguntungkan bagi kondisi sosial serta ekonomi rakyat Venezuela.

Meski begitu, operasi militer ini juga memicu kritik dari berbagai pihak terkait kedaulatan hukum internasional. Dalam penggerebekan tersebut, lebih dari 100 orang dilaporkan tewas, termasuk warga sipil dan agen Kuba yang terlibat dalam konfrontasi bersenjata.

penulis:putra

Post Comment