×

Iran Beri Peringatan Keras ke Negara Eropa Soal Perang

Ketegangan internasional kembali meningkat setelah Iran memperingatkan negara-negara Eropa agar tidak ikut terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung. Teheran menegaskan bahwa jika negara-negara Eropa ikut serta dalam perang, tindakan tersebut akan dianggap sebagai “aksi perang” dan bisa memicu serangan balasan ke kota-kota di Eropa.

Peringatan ini disampaikan secara resmi di Teheran pada Selasa (3/3/2026). Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan tersebut setelah beberapa negara Eropa menyatakan kemungkinan mengambil “langkah defensif” sebagai respons terhadap kemampuan peluncuran rudal Iran.

baca juga:Surabaya Wajib Tahu! Ini Jadwal Buka Puasa 6 Maret 2026 Biar Nggak Ketinggalan Takjil

Menurut pemerintah Iran, langkah defensif tersebut tetap dianggap sebagai bentuk provokasi langsung. Jika itu terjadi, Teheran menyatakan siap memperluas serangan balasannya hingga mencakup wilayah dan kota-kota di Eropa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa tindakan apa pun yang diarahkan kepada Iran akan dipandang sebagai keterlibatan langsung dalam konflik.

🔖 Baca juga:
Karier alumni Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung

Ia menyebut bahwa tindakan terhadap Iran akan dianggap sebagai bergabung dengan pihak agresor dan otomatis diperlakukan sebagai tindakan perang terhadap Iran.

Baghaei juga menyayangkan kemungkinan negara-negara Eropa ikut terlibat dalam konflik tersebut. Ia menilai bahwa menyebut tindakan itu sebagai langkah defensif tidak masuk akal jika tujuannya adalah melemahkan kemampuan Iran dalam menghadapi serangan.

Ia juga menambahkan bahwa akan sangat disayangkan jika negara-negara Eropa memilih berpihak pada pihak yang dianggap sebagai agresor, karena menurutnya negara-negara tersebut sudah cukup sering mengambil langkah yang merugikan Iran.

Peringatan dari Iran ini muncul di tengah meningkatnya upaya sejumlah negara Eropa untuk memperkuat sistem pertahanan mereka. Kekhawatiran muncul karena konflik di Timur Tengah dinilai berpotensi meluas dan berdampak pada keamanan kawasan Eropa.

Sebelumnya, pada Senin (2/3), sebuah drone tempur yang disebut buatan Iran dilaporkan menargetkan RAF Akrotiri, pangkalan Angkatan Udara Inggris yang berada di Siprus, salah satu negara anggota Uni Eropa.

Pejabat keamanan menduga drone tersebut diluncurkan dari Lebanon, kemungkinan oleh kelompok militan Hizbullah yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Iran.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Menerima Visitasi Akreditasti ACQUIN sebagai Langkah Menuju World Class University

Insiden tersebut membuat Inggris memperketat pertahanan di pangkalan militernya di pulau Mediterania itu. Sejumlah media Inggris juga melaporkan bahwa Perdana Menteri Keir Starmer sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal-kapal perang guna memperkuat perlindungan pangkalan tersebut dari kemungkinan serangan berikutnya.

Di sisi lain, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga telah memerintahkan kapal induk negaranya untuk bergerak menuju kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari peningkatan kesiapan militer.

penulis:putra

Post Comment