×

Keluarga Asal Jembrana Selamat dari Situasi Konflik Israel–Iran

Ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran sempat menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang, termasuk warga Indonesia yang berada di kawasan tersebut. Di tengah situasi itu, sebuah keluarga asal Jembrana berhasil selamat dan kembali ke Indonesia setelah menjalankan ibadah umrah.

Keluarga tersebut adalah milik Valensyah Rozika, seorang pegawai Kementerian Agama di Jembrana. Ia menjalankan umrah mandiri bersama suami dan dua anaknya. Selama berada di Arab Saudi, mereka sempat merasakan langsung suasana tegang akibat konflik yang terjadi di kawasan tersebut, terutama saat hendak pulang ke Indonesia.

baca juga:Zakat Fitrah: Panduan Santai Biar Ibadah Makin Berkah dan Enggak Keliru

Valensyah menceritakan bahwa dirinya dan keluarga berangkat ke Arab Saudi pada 18 Februari 2026. Namun menjelang akhir perjalanan mereka, tepatnya pada 28 Februari, konflik bersenjata mulai terjadi.

Saat itu, mereka masih berada di Madinah. Valensyah mengaku sempat panik ketika mendengar kabar mengenai serangan rudal dari Amerika Serikat ke Iran pada malam hari.

🔖 Baca juga:
Belajar KSM IPA MTs: Soal + Kunci Jawaban

Menurutnya, situasi di bandara saat itu terasa cukup mencekam. Banyak jadwal penerbangan dari dan menuju Arab Saudi dibatalkan karena risiko keamanan di wilayah udara Timur Tengah. Meski begitu, ia dan keluarganya beruntung karena berhasil mendapatkan satu-satunya penerbangan yang masih beroperasi menuju Indonesia pada 1 Maret 2026.

Ia mengatakan bahwa kondisi di bandara Madinah saat itu sangat sepi. Hanya ada satu pesawat yang berangkat, dan kebetulan tujuan penerbangan tersebut adalah Jakarta. Menariknya, seluruh penumpang di dalam pesawat tersebut merupakan jemaah asal Indonesia.

Valensyah juga menuturkan bahwa pada saat serangan pertama terjadi, aktivitas warga di sekitar terlihat sangat minim. Bandara pun tampak lengang karena banyak penerbangan dihentikan. Ia menjelaskan bahwa saat itu baru terjadi serangan awal, sehingga belum ada aksi balasan yang terjadi.

Di sisi lain, meskipun konflik di Timur Tengah masih berlangsung, Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Jembrana memastikan bahwa rencana keberangkatan calon jemaah haji dari daerah tersebut sejauh ini tidak terdampak.

Kepala Kantor Kemenhaj Jembrana, Muslihin, menyampaikan bahwa jadwal keberangkatan 90 calon jemaah haji asal Jembrana yang tergabung dalam kloter 70 tetap berjalan sesuai rencana, yaitu pada 8 Mei 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi dari kementerian mengenai pembatalan keberangkatan haji tahun ini. Karena itu, seluruh tahapan persiapan sebelum keberangkatan tetap dilaksanakan seperti biasa.

baca juga:Mahasiswa Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Perunggu Kejuaraan Nasional Boxing Championship

Meski begitu, Muslihin mengimbau warga Jembrana yang berencana melakukan umrah, baik secara mandiri maupun melalui agen perjalanan, untuk menunda keberangkatan sementara waktu hingga situasi di Timur Tengah kembali aman.

Ia berharap konflik yang terjadi di kawasan tersebut bisa segera berakhir agar para jemaah, khususnya 90 calon jemaah haji dari Jembrana, dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.

penulis:putra

Post Comment