Batal Beli Mobil Rp8,5 Miliar, KPK Puji Aksi “Dengar Curhatan” Rakyat di Kaltim

Langkah Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang membatalkan pengadaan mobil dinas super mewah senilai Rp8,5 miliar ternyata dapat jempol dari KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menyoroti polemik ini karena dinilai penting banget buat urusan efisiensi anggaran negara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengingatkan kalau mau beli kendaraan dinas itu harus lihat-lihat dulu aset yang sudah ada. Intinya, harus tahu mana yang jadi prioritas, baik di pemerintah pusat maupun daerah.

Kekuatan Netizen dan Masyarakat

Menariknya, KPK juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang vokal mengkritik rencana ini sampai akhirnya dibatalkan.

  • Kontribusi Warga: Menurut KPK, ini bukti kalau masyarakat makin melek dan rajin mengawal jalannya pemerintahan.
  • Mendengar Aspirasi: Gubernur Rudy Mas’ud dinilai mau mendengarkan keluhan warga yang merasa uang miliaran itu lebih baik dipakai buat perbaikan jalan rusak daripada beli mobil mewah.

Baca juga:Laporan Kapolri: Upaya Polri dalam Menjaga Kondusivitas Keamanan di Tengah Isu Krisis

Mobilnya Belum Sempat “Nginjek” Tanah Kaltim

Ternyata, mobil yang batal dibeli itu bukan kaleng-kaleng, yaitu Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e.

🔖 Baca juga:
Contoh Soal Ujian Mandiri UNNES Terbaru Lengkap dengan Pembahasan
  • Masih di Jakarta: Meski sudah serah terima sejak 20 November 2025, mobil ini ternyata masih nangkring di Kantor Penghubung Kaltim di Jakarta.
  • Langsung Balikin: Mumpung belum pernah dipakai operasional sama sekali, Pak Gubernur langsung instruksikan jajarannya buat memproses pengembalian unit tersebut.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Menerima Visitasi Akreditasti ACQUIN sebagai Langkah Menuju World Class University

Penyedia Mobil Kooperatif

Proses pembatalan ini sudah berjalan sejak akhir Februari kemarin. Pihak penyedia, CV Afisera Samarinda, kabarnya juga sangat kooperatif dan paham kenapa pengadaan ini akhirnya harus dibatalkan demi kepentingan publik.

Penulis:okta

Post Comment