Serangan Udara AS–Israel Rusak Klinik Bayi Tabung di Teheran

Efri Yano Putra
Published Mar 5, 2026 – 10:15
Foto: Atta Kenare/AFP

Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel menyebabkan kerusakan cukup parah pada klinik In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung di Rumah Sakit Gandhi, Teheran, Iran. Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran besar, terutama bagi para pasien yang tengah menjalani program bayi tabung dan sudah lama menanti kehadiran anak.

Salah satunya adalah Mohsen dan Firouzeh. Pasangan ini sudah 10 tahun berjuang untuk memiliki buah hati dan baru saja memulai program IVF di rumah sakit tersebut. Mohsen mengatakan staf rumah sakit sudah bekerja keras membantu mereka. Setelah satu dekade berusaha, akhirnya mereka merasa punya secercah harapan.

baca juga:Peringatan Nuzulul Qur’an 2026 Akan Digelar di Istana Negara

Namun, harapan itu terguncang setelah serangan udara pada Minggu, 1 Maret 2026, yang disebut sebagai bagian dari kampanye pemboman berkelanjutan oleh AS dan Israel. Rumah sakit swasta ternama tersebut mengalami kerusakan serius, terutama di bagian klinik IVF.

🔖 Baca juga:
Mengapa Ada Pencoretan Masal di Februari 2026?

Kepala Rumah Sakit Gandhi, Mohammad Hassan Bani Asad, menjelaskan bahwa seorang staf mengalami luka berat, termasuk pendarahan di otak, dan harus segera menjalani operasi.

Firouzeh mengaku sangat terpukul ketika mendengar bagian IVF ikut terdampak. Ia dan suaminya kini kebingungan memikirkan nasib sampel mereka. Mereka tidak tahu apa yang terjadi dan khawatir semua usaha serta harapan selama bertahun-tahun bisa saja hilang begitu saja.

Di sisi lain, AS dan Israel menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan pada kepemimpinan Iran serta infrastruktur militer dan nuklir. Namun, laporan warga menyebutkan serangan juga menghantam area sipil seperti rumah, rumah sakit, hingga sekolah dasar. Bahkan dilaporkan sekitar 150 anak perempuan berusia 7 hingga 12 tahun meninggal dunia akibat serangan di sebuah sekolah.

Palang Merah mencatat sedikitnya 787 orang tewas sejauh ini, dengan lebih dari 150 kota dilaporkan menjadi sasaran serangan. Ketua Dewan Medis Iran, Mohammad Raiszadeh, menyebutkan bahwa setidaknya 10 pusat layanan medis di berbagai wilayah ikut menjadi target.

Sementara itu, militer Israel sempat menyatakan bahwa Rumah Sakit Gandhi hanya mengalami kerusakan ringan. Namun kesaksian dari staf rumah sakit menunjukkan situasi yang jauh lebih mencekam. Salmaz, seorang staf yang sedang bertugas saat ledakan terjadi, turut menjadi korban.

baca juga:Mahasiswa Pendidikan Olahraga Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Raih Perak Fighter of Road to PON Beladiri 2025

Ia menceritakan bahwa saat itu mereka bekerja seperti biasa, lalu tiba-tiba terdengar ledakan keras. Kekuatan ledakan tersebut bahkan melemparkannya ke sudut ruangan. Gedung sempat terbakar, dan semua orang panik berteriak sambil berusaha menyelamatkan diri.

Di tengah kekacauan itu, Salmaz bersama rekan-rekannya berusaha mengevakuasi bayi-bayi yang berada di bangsal. Ia mengaku belum pernah menyaksikan kejadian seperti itu sepanjang hidupnya, kecuali di film. Hingga kini, ia masih merasa syok atas peristiwa tersebut.

penulis:putra

Post Comment