×

Panduan Ramadhan 2026: Kapan Malam Nuzulul Qur’an Diperingati?

Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga menyimpan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satu peristiwa yang paling bersejarah adalah Nuzulul Qur’an, yaitu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Setiap tahun, umat Islam memperingati Nuzulul Qur’an sebagai bentuk penghormatan terhadap turunnya kitab suci Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. Pada Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah, banyak umat Muslim mulai mencari informasi tentang kapan malam Nuzulul Qur’an diperingati agar dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Ramadhan 2026 terkait jadwal Nuzulul Qur’an, sejarah turunnya wahyu pertama, makna penting peringatan ini, serta amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut malam penuh keberkahan tersebut.

Pengertian Nuzulul Qur’an

Nuzulul Qur’an berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, yaitu “nuzul” yang berarti turun dan “Al-Qur’an” yang merujuk pada kitab suci umat Islam. Secara istilah, Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.

Peristiwa ini menandai awal dari turunnya Al-Qur’an sebagai kitab suci yang berisi petunjuk hidup bagi umat manusia. Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq.

🔖 Baca juga:
Ujian Berat Menanti Atletico Mineiro di Arena MRV Kontra Bahia dalam Lanjutan Campeonato Brasileiro

Ayat tersebut dimulai dengan perintah membaca, yang menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Turunnya wahyu pertama ini menjadi titik awal dari penyebaran ajaran Islam yang kemudian berkembang ke seluruh dunia.

Sejarah Turunnya Wahyu Pertama

Peristiwa turunnya wahyu pertama terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang menyendiri di Gua Hira. Gua ini terletak di Jabal Nur, sebuah bukit yang berada tidak jauh dari kota Makkah.

Sebelum diangkat menjadi rasul, Nabi Muhammad SAW sering menyendiri di tempat tersebut untuk merenungkan kondisi masyarakat Arab yang saat itu dipenuhi berbagai praktik jahiliyah seperti penyembahan berhala, ketidakadilan sosial, serta berbagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai moral.

Saat berada di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama dari Allah SWT. Malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW dengan kata “Iqra” yang berarti “bacalah”.

Awalnya Nabi Muhammad SAW merasa terkejut karena beliau tidak bisa membaca. Namun Malaikat Jibril mengulangi perintah tersebut hingga akhirnya Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama.

Ayat yang diturunkan adalah sebagai berikut:

Iqra bismi rabbikalladzi khalaq
Khalaqal insaana min ‘alaq
Iqra wa rabbukal akram
Alladzi ‘allama bil qalam
‘Allamal insaana ma lam ya’lam

Ayat tersebut mengandung pesan penting mengenai ilmu pengetahuan dan penciptaan manusia.

Kapan Malam Nuzulul Qur’an Diperingati pada Ramadhan 2026?

Di Indonesia, Nuzulul Qur’an umumnya diperingati pada malam ke-17 Ramadhan. Tradisi ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat Muslim.

Untuk mengetahui kapan malam tersebut terjadi pada tahun 2026, kita perlu melihat penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah.

Jika awal Ramadhan jatuh sekitar akhir Februari atau awal Maret 2026 berdasarkan kalender hijriah, maka malam ke-17 Ramadhan diperkirakan berada pada pertengahan bulan Ramadhan tersebut.

Biasanya, peringatan Nuzulul Qur’an dilakukan pada malam hari setelah shalat tarawih dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah agama, serta tadarus Al-Qur’an.

Namun, tanggal pastinya tetap menunggu penetapan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang dilakukan oleh pemerintah.

Mengapa Diperingati pada Malam ke-17 Ramadhan?

Penetapan malam ke-17 Ramadhan sebagai waktu peringatan Nuzulul Qur’an didasarkan pada sejumlah riwayat sejarah yang menyebutkan bahwa wahyu pertama turun pada tanggal tersebut.

Selain itu, tanggal 17 Ramadhan juga memiliki makna penting dalam sejarah Islam karena bertepatan dengan peristiwa Perang Badar.

Perang Badar merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam di mana pasukan Muslim yang jumlahnya lebih sedikit berhasil meraih kemenangan besar.

Karena kedua peristiwa tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi, maka malam ke-17 Ramadhan sering dijadikan momentum untuk mengenang turunnya Al-Qur’an.

Perbedaan Pendapat tentang Waktu Nuzulul Qur’an

Meskipun di Indonesia Nuzulul Qur’an diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, beberapa ulama memiliki pendapat berbeda mengenai waktu turunnya wahyu pertama.

Sebagian ulama berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar yang berada pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Pendapat lain menyatakan bahwa wahyu pertama turun pada tanggal 17 Ramadhan, sedangkan penurunan Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia terjadi pada malam Lailatul Qadar.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa penentuan waktu Nuzulul Qur’an memiliki dasar interpretasi sejarah dan keilmuan yang beragam.

Tradisi Peringatan Nuzulul Qur’an di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat luas.

Masjid dan mushola sering mengadakan pengajian akbar yang menghadirkan ustaz atau tokoh agama untuk memberikan ceramah tentang sejarah turunnya Al-Qur’an.

Selain itu, kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama juga menjadi tradisi yang sangat populer.

Beberapa daerah bahkan mengadakan lomba membaca Al-Qur’an atau kajian tafsir untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kitab suci.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keimanan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar umat Islam.

Baca juga : Panduan Lengkap Bank Soal Segitiga Sekolah Dasar: Persiapan Ujian Harian dan UAS Terlengkap

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Qur’an

Malam Nuzulul Qur’an merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah.

Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah membaca Al-Qur’an. Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an sehingga memperbanyak tilawah menjadi ibadah yang sangat dianjurkan.

Selain itu, umat Islam juga dapat memperbanyak shalat malam seperti tarawih dan tahajud.

Dzikir dan doa juga menjadi amalan penting yang dapat dilakukan pada malam tersebut.

Bersedekah kepada orang yang membutuhkan juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan.

Hubungan Nuzulul Qur’an dengan Lailatul Qadar

Nuzulul Qur’an sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar yang disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kitab suci ini diturunkan pada malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar. Setelah itu, wahyu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun.

Karena itu, peringatan Nuzulul Qur’an juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah menjelang sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Momentum Mendekatkan Diri kepada Al-Qur’an

Peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya sekadar acara seremonial.

Momen ini seharusnya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an melalui membaca, memahami tafsir, menghafal, dan mengamalkan isi kandungannya.

Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memulai kebiasaan tersebut.

Menjadikan Ramadhan Lebih Bermakna

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki diri secara spiritual.

Dengan memahami makna Nuzulul Qur’an, umat Islam dapat lebih menghargai kitab suci yang menjadi sumber petunjuk bagi kehidupan manusia.

Malam Nuzulul Qur’an menjadi salah satu momentum terbaik untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah.

Penulis : Ellisa

Post Comment