×

Nuzulul Qur’an Tanggal Berapa? Persiapkan Diri Menyambut Turunnya Wahyu Pertama

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi bulan penuh rahmat dan ampunan, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an. Peristiwa penting tersebut dikenal dengan sebutan Nuzulul Qur’an, yaitu momen ketika wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Setiap tahun, banyak umat Islam yang bertanya Nuzulul Qur’an tanggal berapa? Pertanyaan ini sering muncul menjelang pertengahan Ramadhan, karena peringatan Nuzulul Qur’an biasanya dilaksanakan dengan berbagai kegiatan keagamaan di masjid, sekolah, hingga lembaga pemerintahan.

Mengetahui tanggal Nuzulul Qur’an sangat penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan berbagai ibadah seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti pengajian, hingga memperbanyak doa dan dzikir.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang tanggal Nuzulul Qur’an, sejarah turunnya wahyu pertama, makna spiritualnya, serta amalan yang dianjurkan pada malam tersebut.

Apa Itu Nuzulul Qur’an?

Secara bahasa, kata nuzul berarti turun. Sedangkan Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh manusia. Dengan demikian, Nuzulul Qur’an berarti peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu dari Allah SWT.

🔖 Baca juga:
Drama Ter Stegen di Pemilihan Presiden Barcelona: Kesalahan Administrasi yang Membuat Kiper Bintang Terpinggirkan

Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Muhammad sedang beribadah di Gua Hira. Saat itu, malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama berupa lima ayat dari Surah Al-Alaq.

Ayat pertama yang diturunkan berbunyi:

“Iqra bismi rabbika alladzi khalaq”

Yang berarti: Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Turunnya wahyu tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang penyampaian ajaran Islam kepada umat manusia. Setelah wahyu pertama turun, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Karena peristiwa tersebut memiliki makna yang sangat besar, umat Islam memperingatinya setiap tahun pada bulan Ramadhan.

Nuzulul Qur’an Tanggal Berapa?

Mayoritas ulama sepakat bahwa Nuzulul Qur’an diperingati pada tanggal 17 Ramadhan dalam kalender Hijriah. Oleh karena itu, setiap tahun umat Islam memperingati peristiwa tersebut pada malam ke-17 bulan Ramadhan.

Jika dikonversikan ke kalender Masehi, tanggal Nuzulul Qur’an akan berbeda setiap tahunnya karena kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan.

Untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Ramadhan diperkirakan dimulai sekitar pertengahan Februari 2026. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka Nuzulul Qur’an kemungkinan jatuh pada awal Maret 2026.

Secara umum, 17 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh sekitar 4 atau 5 Maret 2026, tergantung pada penetapan awal Ramadhan oleh pemerintah melalui sidang isbat.

Meski tanggal pastinya bisa berbeda satu hari, umat Islam biasanya sudah mulai mempersiapkan berbagai kegiatan keagamaan menjelang pertengahan bulan Ramadhan.

Sejarah Turunnya Wahyu Pertama

Peristiwa Nuzulul Qur’an tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi rasul. Pada masa itu, masyarakat Arab masih berada dalam masa yang dikenal sebagai zaman jahiliyah.

Banyak praktik sosial yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan, seperti penyembahan berhala, peperangan antar suku, hingga ketidakadilan dalam kehidupan sosial.

Nabi Muhammad sering merasa gelisah melihat kondisi masyarakat tersebut. Karena itu, beliau sering menyendiri di Gua Hira untuk beribadah dan merenung.

Pada usia 40 tahun, ketika sedang beribadah di gua tersebut, malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama dari Allah SWT.

Malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca. Awalnya Nabi merasa takut dan mengatakan bahwa beliau tidak bisa membaca. Namun setelah perintah tersebut diulang beberapa kali, akhirnya Nabi Muhammad menerima wahyu pertama berupa lima ayat dari Surah Al-Alaq.

Peristiwa ini menjadi awal dari turunnya Al-Qur’an dan dimulainya misi kenabian Nabi Muhammad SAW.

Mengapa Nuzulul Qur’an Diperingati pada 17 Ramadhan?

Penetapan tanggal 17 Ramadhan sebagai peringatan Nuzulul Qur’an didasarkan pada beberapa riwayat dan penafsiran ulama terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.

Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Selain itu, terdapat juga Surah Al-Anfal ayat 41 yang menyebutkan tentang yaumul furqan, yaitu hari ketika kebenaran dipisahkan dari kebatilan.

Sebagian ulama menafsirkan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Ramadhan, termasuk turunnya wahyu pertama.

Berdasarkan berbagai riwayat tersebut, para ulama kemudian menetapkan malam ke-17 Ramadhan sebagai momen peringatan Nuzulul Qur’an.

Tradisi Peringatan Nuzulul Qur’an di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat luas.

Masjid-masjid sering mengadakan pengajian khusus setelah salat tarawih. Dalam acara tersebut, para ulama atau penceramah akan menyampaikan ceramah tentang sejarah turunnya Al-Qur’an serta pentingnya menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup.

Selain pengajian, banyak juga kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an bersama, khataman Al-Qur’an, hingga santunan kepada anak yatim.

Beberapa pemerintah daerah bahkan menyelenggarakan acara peringatan Nuzulul Qur’an secara resmi dengan menghadirkan tokoh agama dan masyarakat.

Kegiatan tersebut biasanya berlangsung hingga larut malam sebagai bentuk penghormatan terhadap turunnya kitab suci Al-Qur’an.

Makna Nuzulul Qur’an bagi Umat Islam

Peringatan Nuzulul Qur’an memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Islam.

Pertama, peristiwa ini mengingatkan umat Islam bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah SWT yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh manusia.

Kedua, Nuzulul Qur’an menjadi momentum untuk meningkatkan kedekatan umat Islam dengan Al-Qur’an. Banyak orang yang memanfaatkan momen ini untuk mulai rutin membaca dan mempelajari isi kitab suci.

Ketiga, peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa ajaran Islam dibawa oleh Nabi Muhammad untuk memperbaiki kehidupan manusia dan membawa mereka menuju kebaikan.

Dengan memahami makna tersebut, umat Islam diharapkan tidak hanya membaca Al-Qur’an tetapi juga mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Amalan yang Dianjurkan Saat Nuzulul Qur’an

Ada berbagai amalan yang dapat dilakukan umat Islam untuk menyambut malam Nuzulul Qur’an.

Salah satu amalan utama adalah membaca Al-Qur’an atau tadarus. Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an, sehingga membaca kitab suci pada bulan ini memiliki pahala yang sangat besar.

Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami makna ayat-ayat yang dibaca agar dapat mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Shalat malam juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Setelah melaksanakan salat tarawih, umat Islam dapat melanjutkan dengan salat tahajud atau salat sunnah lainnya.

Berdoa dan berdzikir juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada malam tersebut. Banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.

Selain itu, bersedekah kepada orang yang membutuhkan juga termasuk amal yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan.

Baca juga : Panduan Lengkap Bank Soal Segitiga Sekolah Dasar: Persiapan Ujian Harian dan UAS Terlengkap

Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Sebagian orang sering mengira bahwa Nuzulul Qur’an sama dengan Lailatul Qadar. Padahal keduanya merupakan dua peristiwa yang berbeda.

Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Allah SWT menjelaskan dalam Surah Al-Qadr bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Meskipun berbeda, kedua peristiwa ini tetap berkaitan karena sama-sama berhubungan dengan turunnya Al-Qur’an.

Tips Mempersiapkan Diri Menyambut Nuzulul Qur’an

Agar malam Nuzulul Qur’an menjadi lebih bermakna, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan membuat target membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Misalnya menargetkan untuk menyelesaikan satu kali khatam sebelum Ramadhan berakhir.

Selain itu, luangkan waktu untuk mempelajari tafsir Al-Qur’an agar dapat memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

Mengikuti pengajian atau kajian Islam juga dapat menjadi cara yang baik untuk menambah pengetahuan tentang Al-Qur’an.

Tidak kalah penting, ajak keluarga untuk bersama-sama membaca Al-Qur’an di rumah agar suasana Ramadhan terasa lebih khusyuk.

Dengan cara tersebut, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi acara seremonial tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan umat Islam.

Baca juga : CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung, Gelar PKM “AI for Metaverse Creation” di SMK Budi Karya Natar

Pentingnya Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup

Turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat besar bagi seluruh umat manusia. Kitab suci ini berisi petunjuk yang lengkap tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupan.

Al-Qur’an tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan sekitar.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan.

Membaca Al-Qur’an memang penting, tetapi yang lebih penting adalah memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.

Penulis : Ellisa

Post Comment