Masuki hari ke‑8 bulan Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Makassar dan sekitarnya kini menjalankan puasa Ramadan 2026. Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah baligh dan berakal sehat, dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Salah satu momen penting setiap harinya adalah saat berbuka puasa atau waktu Maghrib. Artikel ini akan membahas secara lengkap jadwal buka puasa hari ini, Kamis 26 Februari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai dari waktu tepat berbuka puasa, rincian jadwal salat, hingga panduan penting terkait ibadah puasa.
Waktu Buka Puasa di Makassar 26 Februari 2026
Berdasarkan jadwal resmi Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia yang berlaku untuk wilayah Kota Makassar dan sekitarnya, waktu Maghrib atau waktu berbuka puasa pada hari Kamis, 26 Februari 2026 adalah:
- Magrib (Buka Puasa): 18.25 WITA
Artinya, umat Muslim dapat membatalkan puasa pada saat adzan Maghrib berkumandang di wilayah Makassar. Waktu ini menjadi acuan utama untuk berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Form Penukaran Uang Baru – PINTAR BI
Waktu Maghrib tersebut merupakan waktu resmi yang ditetapkan berdasarkan perhitungan astronomis dan hisab oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI sebagai panduan bagi umat Islam di seluruh Indonesia termasuk di Makassar.
baca juga:Menhub Tinjau Kesiapan Armada Mudik Gratis 2026: Keselamata
Jadwal Imsak dan Puasa Selama Ramadan 26 Februari 2026
Untuk melaksanakan ibadah puasa dengan tertib dan sesuai syariat Islam, mengetahui jadwal imsak (waktu sahur berakhir) dan jadwal salat lima waktu setiap hari sangat penting. Berikut adalah jadwal lengkap imsakiyah di Makassar pada Kamis, 26 Februari 2026:
- Imsak: 04.43 WITA
Imsak adalah batas waktu sahur atau waktu terakhir untuk makan dan minum sebelum memulai puasa. - Subuh: 04.53 WITA
Waktu Subuh menunjukkan dimulainya waktu salat Subuh dan juga awal puasa yang sah menurut syariat.
Selain itu, jadwal shalat lainnya pada hari yang sama di Makassar adalah:
- Dzuhur: 12.19 WITA
- Asar: 15.26 WITA
- Isya: 19.34 WITA
- Dhuha: 06.33 WITA
Jadwal lengkap ini membantu umat Islam dalam menjalankan puasa serta salat lima waktu selama Ramadan.
Pentingnya Mengetahui Jadwal Puasa
Mengetahui jadwal buka puasa dan imsak sangat penting dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Tanpa pedoman waktu yang jelas, seorang Muslim bisa saja salah dalam menentukan kapan harus berhenti makan (sahur), kapan harus berbuka, dan kapan melaksanakan salat lima waktu. Berikut beberapa alasan mengapa jadwal ini penting:
1. Menjaga Keabsahan Puasa
Ketepatan waktu sahur dan berbuka seperti yang ditetapkan oleh Kemenag menjamin bahwa ibadah puasa yang dilakukan sah menurut syariat Islam. Sahur yang terlambat atau berbuka sebelum adzan Maghrib dapat mempengaruhi keabsahan ibadah puasa.
2. Menjaga Kesehatan
Mengetahui waktu sahur dan berbuka yang akurat membantu menjaga kesehatan selama berpuasa. Sahur yang baik dan cukup waktu sebelum mulai puasa dapat membantu tubuh tetap kuat menahan lapar dan dahaga sepanjang hari. Dikutip dari berbagai panduan kesehatan Ramadan, sahur dianjurkan dalam keseimbangan nutrisi agar tubuh tetap bugar.
3. Optimalisasi Ibadah
Dengan mengetahui jadwal salat lima waktu secara tepat, seorang Muslim dapat mengatur waktu ibadah lainnya seperti membaca Al‑Quran, berzikir, dan melakukan amalan sunnah lainnya sesuai waktu yang ditentukan.
Makassar dan Penetapan Jadwal Puasa
Kota Makassar, sebagai pusat pemerintahan dan budaya di Sulawesi Selatan, memiliki peran dalam pelaksanaan ibadah Islam termasuk puasa. Pemerintah melalui Kemenag telah mengeluarkan jadwal resmi imsakiyah yang menjadi acuan seluruh umat Islam di kota ini, termasuk daerah sekitarnya seperti Maros, Gowa, dan Takalar. Jadwal ini berbasis perhitungan astronomis yang akurat sehingga dapat dipercaya dan digunakan untuk kepentingan ibadah harian selama Ramadan.
Perbedaan Jadwal Imsak dan Waktu Subuh
Dalam praktiknya, sering muncul pertanyaan tentang perbedaan antara waktu imsak dan waktu Subuh. Imsak biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum waktu Subuh. Hal ini dilakukan sebagai tanda peringatan bahwa waktu Subuh akan segera masuk. Namun, menurut sejumlah ulama, waktu yang menentukan sahnya puasa adalah ** waktu Subuh yang ditetapkan secara resmi**, bukan imsak. Oleh karena itu, meskipun imsak lebih awal, seseorang tetap bisa makan hingga masuk waktu Subuh selama belum masuk waktu Subuh yang ditetapkan.
Perbedaan ini penting dipahami agar puasa tetap sah secara syariat. Selalu ikuti jadwal yang ditetapkan oleh otoritas agama resmi seperti Kemenag atau lembaga keagamaan setempat.
Tradisi Sahur dan Berbuka di Makassar
Selain aspek waktu, tradisi puasa di Makassar memiliki ciri khas tersendiri. Masyarakat di kota ini sering kali melakukan sahur bersama keluarga atau di masjid‑masjid sekitar, sambil berdoa agar diberikan kekuatan menjalankan puasa sepanjang hari.
Pada waktu berbuka, tradisi berbuka puasa bersama keluarga atau komunitas menjelang adzan Maghrib juga menjadi momentum penting. Umat Muslim biasanya menunggu adzan Maghrib sambil menyiapkan menu berbuka seperti kurma dan air minum sesuai sunnah atau makanan khas lokal sebelum melanjutkan salat Maghrib berjamaah.
Tips Menjalankan Puasa di Bulan Ramadan
Selain jadwal puasa, ada beberapa tips yang bisa membantu menjalankan ibadah puasa dengan baik di bulan suci ini:
1. Sahur dengan Gizi Seimbang
Sahur perlu dilakukan dengan makanan yang cukup serat, protein, dan karbohidrat kompleks agar energi tahan lebih lama. Minum air putih yang cukup juga sangat dianjurkan agar terhindar dari dehidrasi.
2. Berbuka dengan yang Ringan Dulu
Disunnahkan untuk membatalkan puasa dengan sesuatu yang manis seperti kurma atau air putih, kemudian baru menyantap makanan lain setelah salat Maghrib. Hal ini membantu mengembalikan energi secara bertahap setelah seharian berpuasa.
3. Perhatikan Kesehatan
Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan ke dokter untuk saran terbaik selama berpuasa, terutama jika Anda memiliki diabetes, gangguan pencernaan, atau tekanan darah. Menjalankan sahur yang benar dan manajemen makanan berperan penting dalam menjaga kesehatan selama Ramadan.
Jadwal Buka Puasa dan Imsakiyah Selama Ramadan 2026 (Ringkasan)
Untuk memberikan gambaran lebih luas mengenai jadwal puasa di Makassar selama Ramadan 2026, berikut ringkasan waktu imsakiyah dan buka puasa beberapa hari di bulan Ramadan:
| Tanggal (Ramadan) | Imsak | Subuh | Maghrib |
|---|---|---|---|
| 19 Feb (1 Ramadan) | 04.42 | 04.52 | 18.27 |
| 22 Feb (4 Ramadan) | 04.43 | 04.53 | 18.26 |
| 25 Feb (7 Ramadan) | 04.43 | 04.53 | 18.25 |
| 26 Feb (8 Ramadan) | 04.43 | 04.53 | 18.25 |
| 27 Feb (9 Ramadan) | 04.43 | 04.53 | 18.25 |
| 28 Feb (10 Ramadan) | 04.43 | 04.53 | 18.24 |
Data ini menunjukkan bahwa jadwal imsak dan buka puasa di Makassar relatif stabil dalam beberapa hari terakhir bulan Ramadan, dengan perubahan waktu Maghrib hanya berbeda beberapa menit setiap harinya.
penulis:putra
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment