Bulan Ramadan 1447 Hijriah telah memasuki hari-hari yang penuh keberkahan. Bagi umat Muslim di seluruh penjuru Indonesia, mengetahui waktu berbuka puasa yang akurat adalah hal yang sangat krusial. Hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, bertepatan dengan tanggal 7 atau 8 Ramadan 1447 H (tergantung penetapan awal puasa masing-masing), jadwal buka puasa di berbagai wilayah mengalami pergeseran menit yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap terjaga dengan sempurna.
Perbedaan letak geografis Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke menyebabkan adanya selisih waktu berbuka yang cukup signifikan antara satu provinsi dengan provinsi lainnya. Melalui artikel ini, kami menyajikan rangkuman jadwal buka puasa (waktu Maghrib) untuk 38 provinsi di Indonesia berdasarkan data resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) dan otoritas terkait.
Pentingnya Mengetahui Jadwal Buka Puasa yang Akurat
Ibadah puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Menyegerakan berbuka puasa (ta’jil) adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan. Namun, menyegerakan berbuka harus dilakukan tepat saat waktu Maghrib telah tiba. Di era digital ini, akses terhadap jadwal imsakiyah menjadi lebih mudah, namun keakuratan berdasarkan lokasi spesifik tetap menjadi prioritas utama.
Selain sebagai penanda waktu makan, jadwal buka puasa juga berfungsi sebagai pengingat waktu shalat Maghrib. Mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi, memiliki referensi jadwal yang lengkap untuk seluruh provinsi akan sangat membantu bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau berada di luar domisili asalnya.
Jadwal Imsak & Buka Puasa PDF – Download Disini
baca juga:Sakit Maag Saat Puasa: Gejala, Penyebab, dan Panduan Lengkap Agar Lambung Tetap Aman Selama Ramadan
Ringkasan Jadwal Buka Puasa Rabu 25 Februari 2026 di 38 Provinsi
Berikut adalah estimasi waktu berbuka puasa (Maghrib) untuk ibu kota dari 38 provinsi di Indonesia. Harap diingat bahwa waktu ini dapat bervariasi beberapa menit untuk wilayah kabupaten/kota lain di dalam provinsi yang sama.
Wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB)
Wilayah Barat mencakup pulau Sumatera, Jawa, serta sebagian Kalimantan. Secara umum, waktu berbuka di wilayah ini berkisar antara pukul 18:00 hingga 18:45 WIB.
| Provinsi | Ibu Kota | Waktu Maghrib (WIB) |
| Aceh | Banda Aceh | 18:52 |
| Sumatera Utara | Medan | 18:41 |
| Sumatera Barat | Padang | 18:37 |
| Riau | Pekanbaru | 18:31 |
| Kepulauan Riau | Tanjung Pinang | 18:20 |
| Jambi | Jambi | 18:23 |
| Sumatera Selatan | Palembang | 18:17 |
| Bengkulu | Bengkulu | 18:27 |
| Lampung | Bandar Lampung | 18:16 |
| Kep. Bangka Belitung | Pangkal Pinang | 18:12 |
| DKI Jakarta | Jakarta | 18:15 |
| Jawa Barat | Bandung | 18:15 |
| Banten | Serang | 18:18 |
| Jawa Tengah | Semarang | 18:00 |
| DI Yogyakarta | Yogyakarta | 18:00 |
| Jawa Timur | Surabaya | 17:51 |
| Kalimantan Barat | Pontianak | 18:04 |
| Kalimantan Tengah | Palangkaraya | 17:46 |
Wilayah Waktu Indonesia Tengah (WITA)
Wilayah Tengah meliputi pulau Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan. Di wilayah ini, matahari terbenam lebih awal dibandingkan wilayah WIB jika dilihat dari konversi jam lokal.
| Provinsi | Ibu Kota | Waktu Maghrib (WITA) |
| Bali | Denpasar | 18:44 |
| Nusa Tenggara Barat | Mataram | 18:41 |
| Nusa Tenggara Timur | Kupang | 18:14 |
| Kalimantan Selatan | Banjarmasin | 18:34 |
| Kalimantan Timur | Samarinda | 18:26 |
| Kalimantan Utara | Tanjung Selor | 18:28 |
| Sulawesi Utara | Manado | 17:54 |
| Sulawesi Tengah | Palu | 18:15 |
| Sulawesi Selatan | Makassar | 18:22 |
| Sulawesi Tenggara | Kendari | 18:08 |
| Gorontalo | Gorontalo | 18:02 |
| Sulawesi Barat | Mamuju | 18:18 |
Wilayah Waktu Indonesia Timur (WIT)
Wilayah Timur yang mencakup Maluku dan Papua menjadi wilayah pertama yang melaksanakan buka puasa di Indonesia.
| Provinsi | Ibu Kota | Waktu Maghrib (WIT) |
| Maluku | Ambon | 18:49 |
| Maluku Utara | Sofifi | 18:44 |
| Papua | Jayapura | 18:00 |
| Papua Barat | Manokwari | 18:25 |
| Papua Selatan | Merauke | 18:01 |
| Papua Tengah | Nabire | 18:20 |
| Papua Pegunungan | Wamena | 18:09 |
| Papua Barat Daya | Sorong | 18:34 |
Tips Menjalankan Puasa yang Sehat dan Berkah
Memasuki minggu pertama atau kedua Ramadan, tubuh biasanya mulai beradaptasi dengan pola makan yang baru. Agar tetap bugar hingga akhir bulan suci, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
1. Perhatikan Nutrisi Saat Berbuka
Hindari langsung memakan hidangan berat dalam jumlah besar. Mulailah dengan air putih dan buah-buahan manis seperti kurma untuk mengembalikan kadar gula darah secara perlahan. Hal ini sesuai dengan anjuran medis agar lambung tidak mengalami kontraksi mendadak.
2. Hidrasi yang Cukup
Meskipun tidak minum di siang hari, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi antara waktu berbuka hingga sahur. Gunakan pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
3. Jaga Pola Tidur
Perubahan jadwal bangun untuk sahur seringkali mengganggu kualitas tidur. Usahakan untuk tidur lebih awal setelah shalat Tarawih agar tubuh tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas keesokan harinya.
Doa Buka Puasa dan Maknanya
Momen berbuka puasa adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud, berikut adalah doa yang sering diucapkan oleh Rasulullah SAW saat berbuka:
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”
Membaca doa ini tidak hanya sebagai bentuk syukur, tetapi juga sebagai pengingat akan perjuangan menahan nafsu sepanjang hari yang akhirnya terbayar dengan kenikmatan berbuka.
Informasi Tambahan Mengenai Penetapan Ramadan 2026
Tahun 2026 merupakan tahun yang istimewa karena umat Muslim di Indonesia merayakan Ramadan 1447 H. Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026 setelah melalui Sidang Isbat. Sementara itu, PP Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan satu hari lebih awal, yakni pada 18 Februari 2026.
Perbedaan ini adalah hal yang lumrah dalam khazanah Islam di Indonesia dan tidak mengurangi nilai ibadah. Bagi Anda yang memulai puasa pada tanggal 18 Februari, hari ini (25 Februari) merupakan hari ke-8 Ramadan. Sedangkan bagi yang memulai pada 19 Februari, hari ini adalah hari ke-7 Ramadan.
Pastikan Anda selalu merujuk pada jadwal imsakiyah resmi dari Bimas Islam Kemenag atau organisasi keagamaan yang Anda ikuti untuk detail waktu per menit di lokasi Anda. Anda juga dapat mengunduh aplikasi jadwal shalat di ponsel pintar untuk mendapatkan notifikasi real-time saat waktu berbuka tiba.
Penutup
Demikian update terkini mengenai jadwal buka puasa untuk Rabu, 25 Februari 2026 di 38 provinsi seluruh Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat dalam membantu Anda menjalankan ibadah puasa dengan lebih teratur dan tenang. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT.
penulis:septa
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment