Menjalankan ibadah puasa di Kota Palembang, Sumatera Selatan, memiliki nuansa religius yang sangat kental. Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia yang dikenal dengan julukan “Bumi Sriwijaya”, masyarakat Palembang sangat menjunjung tinggi tradisi dan ketepatan waktu dalam beribadah. Bagi umat Muslim yang sedang menunaikan puasa sunnah, puasa qadha, maupun puasa lainnya pada hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, mengetahui jadwal Maghrib yang akurat adalah sebuah keharusan. Ketepatan waktu berbuka merupakan kunci untuk menyempurnakan ibadah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Di tengah kesibukan kota yang kian dinamis, dari hiruk-pikuk kawasan Pasar 16 Ilir hingga modernitas area Jakabaring, jadwal buka puasa menjadi rujukan yang dinanti-nantikan setiap sore. Artikel ini hadir untuk memberikan informasi paling update mengenai waktu Maghrib dan Isya untuk wilayah Kota Palembang dan sekitarnya, lengkap dengan tips menjaga stamina selama berpuasa.
baca juga:Bank Soal Struktur Kayu 1 Terbaru: Soal, Kunci Jawaban, dan Pembahasan Lengkap
Mengapa Jadwal Maghrib Palembang Berbeda dengan Wilayah Lain?
Secara astronomis, waktu shalat ditentukan oleh posisi matahari yang dilihat dari titik koordinat geografis suatu daerah. Palembang terletak di bagian timur Pulau Sumatera. Jika dibandingkan dengan Jakarta, waktu matahari terbenam di Palembang cenderung memiliki selisih waktu sekitar 5 hingga 10 menit lebih lambat. Hal ini disebabkan oleh posisi bujur dan lintang Palembang yang berada di koordinat sekitar $2^\circ 59′ \text{LS}$ dan $104^\circ 45′ \text{BT}$.
Perbedaan ini juga terjadi di dalam lingkup Provinsi Sumatera Selatan itu sendiri. Wilayah yang berada di sisi timur seperti Ogan Komering Ilir (OKI) akan berbuka sedikit lebih awal, sementara wilayah di sisi barat seperti Lubuklinggau atau Pagar Alam akan berbuka beberapa menit lebih lambat dibandingkan Kota Palembang. Oleh karena itu, bagi warga “Wong Kito” yang sedang bepergian lintas kabupaten, sangat penting untuk menyesuaikan jam berbuka dengan lokasi spesifik keberadaan Anda.
Jadwal Buka Puasa Palembang Hari Ini (Rabu, 25 Februari 2026)
Berdasarkan data perhitungan hisab kontemporer yang terintegrasi dengan kementerian terkait, berikut adalah jadwal waktu shalat Maghrib dan Isya untuk wilayah Kota Palembang hari ini:
- Maghrib (Waktu Buka Puasa): 18:21 WIB
- Isya: 19:31 WIB
Waktu pukul 18:21 WIB adalah momen di mana adzan Maghrib akan berkumandang dari Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan masjid-masjid lainnya di seluruh penjuru kota. Bagi Anda yang sedang terjebak kemacetan di Jembatan Ampera atau sedang dalam perjalanan di Jalan Sudirman, pastikan Anda sudah menyiapkan takjil sederhana untuk membatalkan puasa tepat pada waktunya.
Update Jadwal Maghrib Wilayah Sumatera Selatan Lainnya
Bagi Anda yang berdomisili di kabupaten/kota lain di wilayah Sumatera Selatan, berikut adalah estimasi waktu berbuka puasa hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, sebagai referensi:
- Ogan Ilir (Indralaya): 18:21 WIB
- Ogan Komering Ilir (Kayu Agung): 18:20 WIB
- Banyuasin (Pangkalan Balai): 18:21 WIB
- Prabumulih: 18:23 WIB
- Muara Enim: 18:24 WIB
- Lahat: 18:26 WIB
- Lubuklinggau: 18:29 WIB
- Pagar Alam: 18:27 WIB
- Musi Banyuasin (Sekayu): 18:23 WIB
Data di atas menunjukkan bahwa terdapat rentang waktu sekitar 9 menit antara wilayah paling timur (OKI) hingga wilayah paling barat (Lubuklinggau) di Sumatera Selatan. Selalu pastikan Anda merujuk pada jadwal lokal untuk menjaga keabsahan ibadah puasa Anda.
Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa
Dalam ajaran Islam, menyegerakan berbuka puasa (ta’jilul fithri) adalah salah satu sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW bersabda bahwa umat manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka tidak menunda-nunda waktu berbuka. Begitu pukul 18:21 WIB tiba di Palembang, segeralah batalkan puasa meskipun hanya dengan seteguk air putih.
Menyegerakan berbuka juga memiliki manfaat medis bagi tubuh. Setelah seharian menahan lapar dan haus, kadar gula darah dalam tubuh menurun. Dengan segera memberikan asupan nutrisi saat Maghrib tiba, tubuh akan lebih cepat melakukan pemulihan energi sehingga Anda tetap bugar untuk menunaikan shalat Maghrib dan melanjutkan ibadah lainnya.
Tips Berbuka Puasa Sehat khas Palembang
Palembang sangat kaya akan kuliner lezat, mulai dari Pempek, Tekwan, hingga Pindang. Namun, saat berbuka puasa, penting untuk mengatur pola makan agar pencernaan tetap sehat:
- Awali dengan Air Putih: Hindari minuman yang terlalu dingin (es) saat perut kosong untuk mencegah kram perut. Air putih hangat jauh lebih disarankan.
- Kurma adalah Pilihan Terbaik: Sesuai sunnah, tiga butir kurma mampu memberikan pasokan energi instan yang aman bagi lambung.
- Batasi Cuko Pempek di Awal: Bagi pecinta Pempek, hindari mengonsumsi cuko yang terlalu pedas atau asam saat baru berbuka. Sebaiknya konsumsi Pempek setelah perut terisi makanan ringan lainnya agar tidak memicu asam lambung.
- Makan Secara Bertahap: Berikan jeda waktu antara takjil dengan makanan berat. Gunakan waktu setelah shalat Maghrib untuk mengonsumsi makanan utama agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat secara mendadak.
Tempat Ngabuburit Populer di Palembang
Menunggu waktu pukul 18:21 WIB bisa diisi dengan berbagai kegiatan positif. Beberapa lokasi favorit warga Palembang untuk “ngabuburit” antara lain:
- Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB): Menikmati pemandangan Jembatan Ampera dan Sungai Musi sambil mencari berbagai menu takjil di pasar beduk.
- Kawasan Jakabaring Sport City: Lokasi yang luas untuk berjalan santai atau berolahraga ringan sebelum berbuka.
- Masjid Cheng Ho: Menikmati keunikan arsitektur masjid bernuansa Tionghoa sambil mengikuti kajian sore.
- Kambang Iwak Besak: Tempat yang asri dan sejuk di tengah kota, populer sebagai titik kumpul pencari takjil.
Doa Buka Puasa yang Shahih
Menjelang detik-detik adzan Maghrib berkumandang hari ini, mari kita siapkan hati untuk melafalkan doa berbuka puasa:
“Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
(Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah).
Kesimpulan
Jadwal buka puasa hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, untuk wilayah Kota Palembang adalah pukul 18:21 WIB. Mengetahui dan mematuhi jadwal ini adalah bentuk disiplin diri dalam beribadah. Bagi warga Sumatera Selatan lainnya, harap menyesuaikan dengan selisih waktu di masing-masing kabupaten/kota agar tetap sesuai dengan tuntunan syariat.
Semoga puasa Anda hari ini menjadi amal jariyah yang diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga. Tetap jaga kesehatan, disiplin dalam waktu shalat, dan selalu waspada saat berkendara menjelang waktu berbuka di jalanan Palembang.
penulis;ilham
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment