Menjalankan ibadah puasa merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim, baik saat bulan suci Ramadan maupun ketika melaksanakan puasa sunnah seperti puasa Daud, puasa Senin-Kamis, atau puasa Ayyamul Bidh. Bagi Anda yang berada di wilayah Surabaya dan sekitarnya, mengetahui ketepatan waktu berbuka puasa menjadi sangat penting agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan syariat dan tuntunan sunnah untuk menyegerakan berbuka. Hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, kami menyajikan informasi jadwal Maghrib dan buka puasa paling akurat untuk wilayah Surabaya serta kota-kota lain di Provinsi Jawa Timur.
Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia memiliki dinamika aktivitas yang sangat padat. Di tengah kesibukan bekerja atau bersekolah, para pejuang puasa tentu membutuhkan panduan waktu yang presisi agar bisa mempersiapkan takjil dan momen berbuka dengan tenang. Artikel ini disusun berdasarkan data astronomis terbaru untuk memastikan Anda tidak tertinggal waktu Maghrib hari ini.
baca juga:Tips Anti Gagal Ikut War Kuota Penukaran Uang Baru di Wilayah Jawa Barat
Mengapa Jadwal Buka Puasa Surabaya Berbeda dengan Jakarta?
Sering kali masyarakat bertanya mengapa waktu berbuka di Surabaya selalu lebih awal dibandingkan dengan Jakarta. Hal ini disebabkan oleh posisi geografis Surabaya yang terletak lebih ke arah timur pada garis bujur. Matahari terbit dan terbenam lebih awal di wilayah timur Indonesia. Secara umum, terdapat selisih waktu sekitar 15 hingga 20 menit antara Surabaya dan Jakarta. Oleh karena itu, bagi Anda yang baru saja berpindah dari wilayah barat ke Jawa Timur, sangat penting untuk menyesuaikan jam tangan dan jadwal imsakiyah Anda agar tidak terjadi kekeliruan saat membatalkan puasa.
Jadwal Buka Puasa Surabaya Hari Ini (Rabu, 25 Februari 2026)
Berdasarkan koordinat geografis Kota Surabaya, berikut adalah waktu shalat dan jadwal buka puasa untuk sore hingga malam hari ini:
- Maghrib (Buka Puasa): 17:51 WIB
- Isya: 19:01 WIB
Waktu Maghrib pukul 17:51 WIB merupakan acuan resmi untuk wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik (Gerbangkertosusila). Mengingat Surabaya memiliki wilayah yang cukup luas, disarankan untuk tetap mendengarkan adzan dari masjid terdekat sebagai penanda akhir dari ibadah puasa Anda hari ini.
Jadwal Maghrib untuk Wilayah Jawa Timur Lainnya
Jawa Timur adalah provinsi dengan luas wilayah yang besar, sehingga terdapat perbedaan waktu beberapa menit antara wilayah ujung timur (Banyuwangi) hingga ujung barat (Ngawi). Berikut adalah rangkuman jadwal buka puasa hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, untuk beberapa kota penting di Jawa Timur:
- Banyuwangi: 17:42 WIB
- Jember: 17:45 WIB
- Malang Raya: 17:51 WIB
- Kediri: 17:54 WIB
- Madiun: 17:57 WIB
- Ngawi: 17:58 WIB
Dapat kita lihat bahwa Banyuwangi menjadi wilayah yang paling awal berbuka di Jawa Timur pada pukul 17:42 WIB, sementara wilayah Ngawi dan sekitarnya baru berbuka sekitar 16 menit kemudian. Pastikan Anda berada di zona waktu yang tepat sesuai dengan keberadaan lokasi Anda saat ini.
Sunnah Menyegerakan Berbuka Puasa
Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka begitu waktu Maghrib tiba. Hal ini merupakan bentuk ketaatan dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya agar tidak memperlama rasa lapar melampaui batas waktu yang ditentukan.
Bagi Anda warga Surabaya yang mungkin masih terjebak macet di area Wonokromo, Ahmad Yani, atau daerah industri Margomulyo, sangat disarankan untuk selalu membawa “bekal berbuka” sederhana di dalam tas atau kendaraan. Air mineral dan tiga butir kurma sudah cukup untuk membatalkan puasa secara sah sesuai sunnah sebelum nantinya Anda menikmati hidangan berat di rumah atau di warung penyetan khas Surabaya yang legendaris.
Tips Mengatur Waktu Menjelang Maghrib di Surabaya
Surabaya dikenal dengan cuacanya yang cukup terik. Agar tubuh tetap bugar hingga waktu berbuka pukul 17:51 WIB nanti, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:
- Kurangi Aktivitas Outdoor di Siang Hari: Manfaatkan waktu siang untuk beristirahat atau melakukan pekerjaan di dalam ruangan ber-AC untuk meminimalisir dehidrasi.
- Siapkan Takjil Lebih Awal: Jika Anda berencana membeli takjil di pasar kaget seperti di kawasan Karang Menjangan atau Masjid Agung Al-Akbar, berangkatlah lebih awal (sekitar pukul 16:00 WIB) untuk menghindari puncak kemacetan “ngabuburit”.
- Hidrasi saat Berbuka: Begitu pukul 17:51 WIB tiba, minumlah air putih dengan suhu ruang terlebih dahulu. Hindari langsung meminum es yang terlalu dingin agar perut tidak kaget dan metabolisme tetap terjaga.
- Manfaatkan Aplikasi Jadwal Shalat: Gunakan aplikasi yang memiliki fitur notifikasi adzan otomatis berdasarkan GPS agar Anda mendapatkan pengingat yang akurat di mana pun Anda berada.
Doa Buka Puasa yang Benar
Sambil menunggu detik-detik terbenamnya matahari di cakrawala Kota Pahlawan, marilah kita menghafal dan menghayati doa berbuka puasa:
“Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah.” (Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah).
Doa ini mencerminkan rasa syukur seorang hamba setelah berhasil menuntaskan kewajiban menahan lapar dan dahaga seharian penuh.
Kesimpulan
Jadwal buka puasa hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, untuk wilayah Surabaya adalah pukul 17:51 WIB. Untuk warga Jawa Timur lainnya, waktu berbuka berkisar antara pukul 17:42 WIB hingga 17:58 WIB tergantung lokasi geografis masing-masing.
Informasi jadwal ini sangat penting untuk dibagikan kepada kerabat, rekan kerja, dan komunitas agar ibadah puasa kita semua berjalan lancar tanpa keraguan. Selamat berbuka puasa bagi seluruh warga Jawa Timur, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
penulis;ilham
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment