Dominansi tak sempurna adalah salah satu konsep penting dalam ilmu genetika. Pada dominansi tak sempurna, sifat pada keturunan tidak sepenuhnya mengikuti sifat dominan dari salah satu induk. Sebaliknya, gen dominan hanya “menguasai sebagian”, sehingga menghasilkan fenotipe campuran atau intermediate. Misalnya, jika tanaman berbunga merah disilangkan dengan tanaman berbunga putih, hasil keturunannya bisa berwarna merah muda. Dominansi tak sempurna sering menjadi materi ujian di sekolah menengah dan sering muncul pada soal biologi kelas 10 hingga kelas 12. Untuk membantu pemahaman, berikut 10 contoh soal dominansi tak sempurna lengkap dengan pembahasan.
Baca juga:Strategi Cepat Menyelesaikan Contoh Soal Kilometer dengan
Pengertian Dominansi Tak Sempurna
Dominansi tak sempurna adalah kondisi ketika alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif. Akibatnya, fenotipe keturunan heterozigot muncul sebagai gabungan atau perantara antara kedua fenotipe induk. Dominansi tak sempurna biasanya terjadi pada gen yang menghasilkan pigmen atau warna, seperti bunga, warna kulit, atau warna bulu pada hewan. Dalam dominansi tak sempurna, genotipe dapat dibaca sebagai:
- AA = fenotipe dominan
- Aa = fenotipe campuran (intermediate)
- aa = fenotipe resesif
Contoh klasik dominansi tak sempurna adalah persilangan bunga Mirabilis jalapa yang menghasilkan warna merah, putih, dan merah muda.
Ciri-ciri Dominansi Tak Sempurna
Sebelum masuk ke soal, penting untuk mengenali ciri-ciri dominansi tak sempurna. Pertama, keturunan heterozigot memiliki fenotipe berbeda dari kedua induknya. Kedua, fenotipe heterozigot berada di antara fenotipe dominan dan resesif. Ketiga, rasio fenotipe pada F2 biasanya 1:2:1. Keempat, genotipe dapat dilihat langsung dari fenotipe jika fenotipe heterozigot berbeda jelas. Kelima, dominansi tak sempurna sering terjadi pada sifat warna atau pigmen.
Rumus Dasar Dominansi Tak Sempurna
Dalam dominansi tak sempurna, kita menggunakan simbol huruf besar dan kecil untuk menunjukkan alel. Misalnya,
- A = alel dominan (misalnya warna merah)
- a = alel resesif (misalnya warna putih)
Persilangan antara dua individu heterozigot (Aa x Aa) akan menghasilkan rasio genotipe 1 AA : 2 Aa : 1 aa. Sedangkan rasio fenotipe akan sama karena masing-masing genotipe memiliki fenotipe yang berbeda, yaitu 1 fenotipe dominan : 2 fenotipe campuran : 1 fenotipe resesif.
Contoh Soal Dominansi Tak Sempurna Lengkap dengan Pembahasan
Berikut 10 contoh soal dominansi tak sempurna yang sering muncul pada ujian biologi. Setiap soal dilengkapi pembahasan agar memudahkan pemahaman.
Soal 1
Pada tanaman bunga, alel R menghasilkan bunga merah, sedangkan alel r menghasilkan bunga putih. Jika terjadi dominansi tak sempurna, persilangan antara bunga merah (RR) dengan bunga putih (rr) menghasilkan semua keturunan berwarna merah muda. Jika dua tanaman merah muda disilangkan, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?
Pembahasan
Persilangan: Rr x Rr
Genotipe F2: 1 RR : 2 Rr : 1 rr
Fenotipe:
- RR = merah
- Rr = merah muda
- rr = putih
Jadi rasio fenotipe = 1 merah : 2 merah muda : 1 putih.
Soal 2
Pada tanaman mirabilis, bunga merah (RR) disilangkan dengan bunga putih (rr). Hasil F1 berwarna merah muda. Jika F1 disilangkan dengan bunga putih (rr), berapa kemungkinan keturunan berwarna putih?
Pembahasan
Persilangan: Rr x rr
Genotipe: 1 Rr : 1 rr
Fenotipe:
- Rr = merah muda
- rr = putih
Kemungkinan keturunan putih = 1/2 atau 50%.
Soal 3
Seekor kelinci dengan bulu hitam (BB) disilangkan dengan kelinci bulu putih (bb). Dominansi tak sempurna menghasilkan kelinci bulu abu-abu pada F1. Jika F1 disilangkan dengan kelinci bulu hitam, berapa persentase keturunan berwarna abu-abu?
Pembahasan
F1: Bb
Persilangan: Bb x BB
Genotipe: 1 BB : 1 Bb
Fenotipe:
- BB = hitam
- Bb = abu-abu
Persentase abu-abu = 50%.
Soal 4
Pada bunga, alel T menghasilkan tinggi (T) dan t menghasilkan pendek. Jika dominansi tak sempurna terjadi, persilangan antara tanaman tinggi (TT) dan pendek (tt) menghasilkan tanaman sedang (Tt). Jika dua tanaman sedang disilangkan, berapa jumlah tanaman tinggi yang diharapkan dari 100 tanaman?
Pembahasan
Persilangan: Tt x Tt
Rasio genotipe: 1 TT : 2 Tt : 1 tt
Rasio fenotipe: 1 tinggi : 2 sedang : 1 pendek
Jumlah tanaman tinggi dari 100 = 1/4 × 100 = 25 tanaman.
Soal 5
Pada manusia, warna kulit dapat menunjukkan dominansi tak sempurna. Misalnya, alel A menghasilkan kulit gelap dan alel a menghasilkan kulit terang. Jika dua orang berkulit sedang (Aa) menikah, berapa peluang anak mereka berkulit terang?
Pembahasan
Persilangan: Aa x Aa
Rasio: 1 AA : 2 Aa : 1 aa
Peluang kulit terang (aa) = 1/4 atau 25%.
Soal 6
Pada tanaman, alel B menghasilkan buah besar, sedangkan b menghasilkan buah kecil. Dominansi tak sempurna terjadi sehingga buah heterozigot berukuran sedang. Jika tanaman buah besar (BB) disilangkan dengan buah kecil (bb), dan F1 disilangkan dengan F1, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?
Pembahasan
Persilangan: BB x bb → F1 semua Bb (sedang)
F1 x F1 = Bb x Bb
Rasio fenotipe = 1 besar : 2 sedang : 1 kecil.
Soal 7
Pada bunga, warna merah (RR) dan putih (rr) menunjukkan dominansi tak sempurna. Jika bunga merah disilangkan dengan bunga merah muda (Rr), berapa peluang keturunan berwarna putih?
Pembahasan
Persilangan: RR x Rr
Genotipe: 1 RR : 1 Rr
Fenotipe: merah dan merah muda
Peluang putih (rr) = 0%.
Soal 8
Pada tanaman, alel C menghasilkan daun hijau tua dan c menghasilkan daun hijau muda. Dominansi tak sempurna menghasilkan daun hijau sedang pada heterozigot. Jika tanaman hijau sedang disilangkan dengan daun hijau muda, berapa rasio keturunan hijau muda?
Pembahasan
Persilangan: Cc x cc
Genotipe: 1 Cc : 1 cc
Fenotipe: 1 hijau sedang : 1 hijau muda
Rasio hijau muda = 1/2 atau 50%.
Soal 9
Pada bunga, alel P menghasilkan bunga ungu, sedangkan p menghasilkan bunga putih. Dominansi tak sempurna menghasilkan bunga ungu muda pada heterozigot. Jika dua bunga ungu muda disilangkan, berapa kemungkinan keturunan berwarna ungu muda?
Pembahasan
Persilangan: Pp x Pp
Rasio fenotipe: 1 ungu : 2 ungu muda : 1 putih
Peluang ungu muda = 2/4 = 50%.
Soal 10
Pada hewan, alel S menghasilkan suara keras, sedangkan s menghasilkan suara lemah. Dominansi tak sempurna menghasilkan suara sedang pada heterozigot. Jika hewan suara sedang (Ss) disilangkan dengan hewan suara keras (SS), berapa persentase keturunan ber-suara sedang?
Pembahasan
Persilangan: Ss x SS
Genotipe: 1 SS : 1 Ss
Fenotipe: 50% keras, 50% sedang
Persentase suara sedang = 50%.
Tips Cepat Mengerjakan Soal Dominansi Tak Sempurna
Agar bisa mengerjakan soal dominansi tak sempurna dengan cepat, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Pertama, pahami bahwa rasio fenotipe pada persilangan heterozigot selalu 1:2:1. Kedua, gunakan tabel Punnett untuk membantu visualisasi persilangan. Ketiga, pastikan memahami simbol alel dominan dan resesif. Keempat, identifikasi terlebih dahulu genotipe induk sebelum menghitung rasio keturunan. Kelima, latihan soal secara rutin agar terbiasa dengan pola persilangan.
Penulis:Loveytha
Kesimpulan
Dominansi tak sempurna adalah konsep genetika yang penting dan sering diuji di sekolah. Dalam dominansi tak sempurna, alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif sehingga keturunan heterozigot memiliki fenotipe campuran. Artikel ini telah menyajikan 10 contoh soal dominansi tak sempurna lengkap dengan pembahasan untuk membantu pemahaman siswa. Dengan latihan soal ini, siswa akan lebih siap menghadapi ujian dan memahami konsep dominansi tak sempurna secara mendalam.
Penulis:Loveytha


Post Comment