Cara Menghitung BOP Per Unit: Contoh Soal dan Langkah-Langkah Praktis

Pengertian Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Biaya Overhead Pabrik atau BOP adalah seluruh biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini bersifat tidak langsung karena tidak dapat ditelusuri secara langsung ke satu unit produk tertentu, tetapi tetap berperan penting dalam proses produksi.

Dalam praktik akuntansi biaya, BOP mencakup berbagai pengeluaran seperti biaya listrik pabrik, air, penyusutan mesin, gaji mandor, biaya pemeliharaan, dan bahan penolong. Semua biaya tersebut harus dialokasikan ke produk agar perusahaan mengetahui biaya produksi yang sebenarnya.

Baca juga:Apa Itu KIP Kuliah 2026 dan Bagaimana Cara Daftarnya? Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa


Apa yang Dimaksud dengan BOP Per Unit

BOP per unit adalah besarnya Biaya Overhead Pabrik yang dibebankan pada setiap unit produk yang dihasilkan. Perhitungan BOP per unit sangat penting karena akan memengaruhi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) per unit.

Dengan mengetahui BOP per unit, perusahaan dapat:

🔖 Baca juga:
Contoh Soal Psikotes Universitas Indonesia Lengkap dengan Kunci Jawaban
  • Menentukan harga jual yang lebih akurat
  • Menghitung laba per unit produk
  • Mengevaluasi efisiensi produksi
  • Membandingkan biaya antar periode

Bagi pelajar dan mahasiswa, konsep BOP per unit sering muncul dalam soal ujian akuntansi biaya.


Pentingnya Menghitung BOP Per Unit

Cara menghitung BOP per unit sangat penting karena BOP tidak dapat langsung dikaitkan dengan satu produk. Tanpa pembebanan per unit, biaya overhead hanya akan menjadi angka total yang sulit dianalisis.

Beberapa alasan pentingnya menghitung BOP per unit antara lain:

  • Mempermudah perhitungan HPP per unit
  • Menghindari kesalahan penetapan harga jual
  • Membantu analisis biaya dan pengendalian biaya
  • Menjadi dasar evaluasi kinerja produksi
  • Mendukung pengambilan keputusan manajemen

Perbedaan BOP Per Unit dan Total BOP

Total BOP adalah seluruh biaya overhead yang dikeluarkan selama satu periode produksi. Sedangkan BOP per unit adalah hasil pembagian total BOP dengan jumlah unit produksi atau dasar pembebanan tertentu.

Sebagai contoh, total BOP Rp20.000.000 tidak memberikan informasi yang cukup jika tidak diketahui berapa unit yang diproduksi. Namun, jika diketahui produksi 10.000 unit, maka BOP per unit sebesar Rp2.000.


Jenis-Jenis Biaya Overhead Pabrik

Sebelum menghitung BOP per unit, penting untuk memahami jenis BOP berdasarkan perilakunya terhadap volume produksi.

BOP tetap adalah biaya overhead yang jumlahnya tidak berubah meskipun jumlah produksi berubah, seperti gaji mandor, sewa gedung pabrik, dan penyusutan mesin.

BOP variabel adalah biaya overhead yang berubah seiring dengan jumlah produksi, seperti biaya listrik mesin dan biaya air pabrik.

BOP semi variabel adalah biaya overhead yang memiliki unsur tetap dan variabel, misalnya biaya pemeliharaan mesin.

Semua jenis BOP ini digabungkan untuk mendapatkan total BOP.


Komponen Biaya yang Termasuk dalam BOP

Komponen biaya yang termasuk dalam Biaya Overhead Pabrik antara lain:

  • Biaya listrik dan air pabrik
  • Biaya penyusutan mesin dan peralatan
  • Biaya pemeliharaan mesin
  • Gaji mandor dan pengawas produksi
  • Biaya bahan penolong
  • Biaya kebersihan dan keamanan pabrik

Biaya pemasaran dan biaya administrasi kantor tidak termasuk dalam BOP.


Rumus Dasar Cara Menghitung BOP Per Unit

Rumus dasar cara menghitung BOP per unit adalah sebagai berikut:

BOP per Unit = Total Biaya Overhead Pabrik รท Jumlah Unit Produksi

Rumus ini digunakan jika pembebanan BOP didasarkan pada jumlah unit produksi.


Langkah-Langkah Praktis Cara Menghitung BOP Per Unit

Agar lebih mudah dipahami, berikut langkah-langkah praktis menghitung BOP per unit.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi seluruh biaya yang termasuk dalam Biaya Overhead Pabrik selama satu periode.

Langkah kedua adalah menjumlahkan seluruh biaya overhead tersebut untuk mendapatkan total BOP.

Langkah ketiga adalah menentukan jumlah unit produksi yang dihasilkan selama periode tersebut.

Langkah keempat adalah membagi total BOP dengan jumlah unit produksi untuk mendapatkan BOP per unit.

Langkah-langkah ini sering digunakan dalam soal ujian maupun praktik akuntansi.


Contoh Soal 1 Cara Menghitung BOP Per Unit Sederhana

Diketahui data biaya sebuah perusahaan sebagai berikut:

  • Biaya listrik pabrik Rp4.000.000
  • Biaya air pabrik Rp2.000.000
  • Gaji mandor Rp3.000.000
  • Penyusutan mesin Rp1.000.000
    Jumlah produksi sebanyak 5.000 unit.

Pembahasan:
Total BOP =
Rp4.000.000 + Rp2.000.000 + Rp3.000.000 + Rp1.000.000
= Rp10.000.000

BOP per unit = Rp10.000.000 รท 5.000
= Rp2.000


Contoh Soal 2 BOP Per Unit dengan Produksi Besar

Sebuah pabrik menghasilkan 20.000 unit produk. Total BOP selama periode tersebut sebesar Rp60.000.000.

Pembahasan:
BOP per unit = Rp60.000.000 รท 20.000
= Rp3.000

Artinya, setiap unit produk dibebankan BOP sebesar Rp3.000.


Cara Menghitung BOP Per Unit Berdasarkan Jam Kerja Mesin

Selain berdasarkan jumlah unit produksi, BOP juga dapat dihitung berdasarkan jam kerja mesin.

Rumusnya adalah:

Tarif BOP per Jam Mesin = Total BOP รท Total Jam Kerja Mesin

Tarif ini kemudian dikalikan dengan jam mesin yang digunakan untuk memproduksi suatu produk.


Contoh Soal 3 BOP Per Unit Berdasarkan Jam Mesin

Diketahui:

  • Total BOP Rp24.000.000
  • Total jam kerja mesin 12.000 jam
  • Satu unit produk menggunakan 2 jam mesin

Pembahasan:
Tarif BOP per jam mesin = Rp24.000.000 รท 12.000
= Rp2.000 per jam

BOP per unit = 2 ร— Rp2.000
= Rp4.000


Cara Menghitung BOP Per Unit Berdasarkan Biaya Tenaga Kerja Langsung

BOP juga dapat dibebankan berdasarkan biaya tenaga kerja langsung.

Rumusnya adalah:

Tarif BOP = (Total BOP รท Total Biaya Tenaga Kerja Langsung) ร— 100%


Contoh Soal 4 BOP Per Unit Berdasarkan Tenaga Kerja Langsung

Diketahui:

  • Total BOP Rp18.000.000
  • Total biaya tenaga kerja langsung Rp36.000.000
  • Biaya tenaga kerja langsung per unit Rp6.000

Pembahasan:
Tarif BOP = (Rp18.000.000 รท Rp36.000.000) ร— 100%
= 50%

BOP per unit = 50% ร— Rp6.000
= Rp3.000


Cara Menghitung Harga Pokok Produksi Menggunakan BOP Per Unit

Setelah mengetahui BOP per unit, langkah selanjutnya adalah menghitung Harga Pokok Produksi per unit.

Rumus HPP per unit adalah:

HPP per Unit = Biaya Bahan Baku per Unit + Biaya Tenaga Kerja Langsung per Unit + BOP per Unit


Contoh Soal 5 Menghitung HPP Per Unit

Diketahui:

  • Biaya bahan baku per unit Rp10.000
  • Biaya tenaga kerja langsung per unit Rp7.000
  • BOP per unit Rp3.000

Pembahasan:
HPP per unit =
Rp10.000 + Rp7.000 + Rp3.000
= Rp20.000


Kesalahan Umum dalam Menghitung BOP Per Unit

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam menghitung BOP per unit antara lain:

  • Salah mengelompokkan biaya ke dalam BOP
  • Tidak memasukkan penyusutan mesin
  • Menggunakan jumlah unit produksi yang tidak tepat
  • Salah memilih dasar pembebanan BOP
  • Mengabaikan biaya overhead kecil yang rutin

Kesalahan tersebut dapat menyebabkan HPP menjadi tidak akurat.


Tips Praktis Agar Mudah Menghitung BOP Per Unit

Agar lebih mudah menghitung BOP per unit, lakukan tips berikut:

  • Buat daftar seluruh biaya overhead sejak awal
  • Pisahkan biaya produksi dan nonproduksi
  • Gunakan dasar pembebanan yang sesuai
  • Periksa kembali data jumlah unit atau jam mesin
  • Latihan mengerjakan contoh soal secara rutin

Manfaat Menguasai Cara Menghitung BOP Per Unit

Menguasai cara menghitung BOP per unit memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Memudahkan perhitungan HPP
  • Membantu penentuan harga jual
  • Mendukung analisis efisiensi produksi
  • Menjadi bekal penting di dunia kerja
  • Membantu pelajar dan mahasiswa menghadapi ujian

baca juga:CoE Metaverse Teknokrat, Kampus Terbaik di Lampung, Gelar PKM โ€œAI for Metaverse Creationโ€ di SMK Yadika Natar


Kesimpulan

Cara menghitung BOP per unit merupakan bagian penting dalam akuntansi biaya yang harus dipahami dengan baik. Dengan memahami konsep dasar, rumus, langkah-langkah praktis, serta contoh soal, proses pembebanan Biaya Overhead Pabrik dapat dilakukan secara akurat dan sistematis.

Pemahaman ini sangat bermanfaat tidak hanya untuk keperluan akademik, tetapi juga untuk praktik di dunia industri dan bisnis. Dengan latihan yang konsisten, perhitungan BOP per unit akan menjadi lebih mudah dan tidak lagi membingungkan.

penulis:ilham

Post Comment