10 Contoh Soal Jangka Sorong yang Sering Keluar di Ujian (Lengkap!)

Pendahuluan

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur panjang yang sering muncul dalam ujian fisika di tingkat SMP, SMA, maupun SMK. Alat ini digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, diameter luar dan dalam, serta kedalaman benda dengan ketelitian tinggi. Banyak soal ujian yang menuntut siswa tidak hanya mengetahui cara membaca jangka sorong, tetapi juga memahami jenis pengukuran dan menghitung hasil dengan tepat.

Artikel ini membahas 10 contoh soal jangka sorong yang sering keluar di ujian, lengkap dengan jawaban dan pembahasan langkah demi langkah. Dengan membaca artikel ini, kamu dapat memahami konsep pengukuran jangka sorong dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai soal ujian.


Pengertian Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang memiliki ketelitian lebih tinggi dibanding penggaris biasa, biasanya 0,01 cm. Alat ini terdiri dari skala utama dan skala nonius (vernier). Skala utama menunjukkan satuan sentimeter, sedangkan skala nonius memungkinkan pembacaan pecahan dari skala utama.

Fungsi jangka sorong antara lain:

🔖 Baca juga:
Kumpulan Contoh Soal SKD TWK 2025 dan Jawaban untuk Persiapan Ujian
  • Mengukur panjang benda
  • Mengukur ketebalan benda tipis
  • Mengukur diameter luar benda silindris
  • Mengukur diameter dalam benda seperti cincin atau tabung
  • Mengukur kedalaman lubang atau silinder

Menguasai cara membaca jangka sorong sangat penting karena soal ujian biasanya menuntut ketelitian dalam membaca skala nonius dan menghitung hasil pengukuran dengan tepat.


Bagian-Bagian Jangka Sorong

Sebelum memulai contoh soal, penting memahami bagian-bagian jangka sorong:

  1. Rahang luar โ†’ untuk mengukur diameter luar atau ketebalan benda.
  2. Rahang dalam โ†’ untuk mengukur diameter bagian dalam benda.
  3. Batang pengukur kedalaman โ†’ untuk mengukur kedalaman lubang atau tabung.
  4. Skala utama โ†’ menunjukkan satuan panjang utama.
  5. Skala nonius โ†’ menunjukkan pecahan dari skala utama sehingga pengukuran lebih presisi.

Dengan memahami bagian-bagian ini, siswa dapat menyesuaikan jenis pengukuran yang digunakan untuk setiap soal ujian.


Rumus Dasar Jangka Sorong

Rumus yang digunakan untuk menghitung hasil pengukuran jangka sorong adalah:

Panjang benda = Skala utama + (Skala nonius ร— Ketelitian alat)

Contoh: Jika skala utama = 3,2 cm, skala nonius yang berimpit = 7, dan ketelitian alat = 0,01 cm, maka hasil pengukuran = 3,2 + (7 ร— 0,01) = 3,27 cm.

Baca Juga : Contoh Soal UN IPA SD Lengkap dengan Pembahasan


Contoh Soal 1: Mengukur Panjang Benda

Sebuah batang diukur menggunakan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 5,5 cm, sedangkan skala nonius ke-6 berimpit. Tentukan panjang batang tersebut.

Pembahasan:
Skala utama = 5,5 cm
Skala nonius = 6 ร— 0,01 = 0,06 cm
Panjang batang = 5,5 + 0,06 = 5,56 cm

Jawaban: 5,56 cm


Contoh Soal 2: Mengukur Ketebalan Koin

Ketebalan sebuah koin diukur jangka sorong. Skala utama 0,5 cm, skala nonius ke-5 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 0,5 cm
Skala nonius = 5 ร— 0,01 = 0,05 cm
Ketebalan koin = 0,5 + 0,05 = 0,55 cm

Jawaban: 0,55 cm


Contoh Soal 3: Mengukur Diameter Luar Pipa

Sebuah pipa diukur jangka sorong. Skala utama 3,3 cm, skala nonius ke-7 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 3,3 cm
Skala nonius = 7 ร— 0,01 = 0,07 cm
Diameter luar pipa = 3,3 + 0,07 = 3,37 cm

Jawaban: 3,37 cm


Contoh Soal 4: Mengukur Diameter Dalam Cincin

Cincin diukur jangka sorong. Skala utama 1,7 cm, skala nonius ke-8 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 1,7 cm
Skala nonius = 8 ร— 0,01 = 0,08 cm
Diameter dalam cincin = 1,7 + 0,08 = 1,78 cm

Jawaban: 1,78 cm


Contoh Soal 5: Mengukur Kedalaman Lubang

Sebuah lubang diukur menggunakan batang pengukur jangka sorong. Skala utama 4,4 cm, skala nonius ke-3 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 4,4 cm
Skala nonius = 3 ร— 0,01 = 0,03 cm
Kedalaman lubang = 4,4 + 0,03 = 4,43 cm

Jawaban: 4,43 cm


Contoh Soal 6: Panjang Silinder

Sebuah silinder diukur jangka sorong. Skala utama 6,6 cm, skala nonius ke-5 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 6,6 cm
Skala nonius = 5 ร— 0,01 = 0,05 cm
Panjang silinder = 6,6 + 0,05 = 6,65 cm

Jawaban: 6,65 cm


Contoh Soal 7: Diameter Kelereng

Diameter kelereng diukur. Skala utama 2,2 cm, skala nonius ke-6 berimpit.

baca Juga : Mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara III Lomba Business Plan Festival Earth Dream 2025

Pembahasan:
Skala utama = 2,2 cm
Skala nonius = 6 ร— 0,01 = 0,06 cm
Diameter kelereng = 2,2 + 0,06 = 2,26 cm

Jawaban: 2,26 cm


Contoh Soal 8: Panjang Benda Besar

Sebuah benda panjang diukur. Skala utama 7,3 cm, skala nonius ke-2 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 7,3 cm
Skala nonius = 2 ร— 0,01 = 0,02 cm
Panjang benda = 7,3 + 0,02 = 7,32 cm

Jawaban: 7,32 cm


Contoh Soal 9: Diameter Tabung

Diameter tabung diukur jangka sorong. Skala utama 9,8 cm, skala nonius ke-4 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 9,8 cm
Skala nonius = 4 ร— 0,01 = 0,04 cm
Diameter tabung = 9,8 + 0,04 = 9,84 cm

Jawaban: 9,84 cm


Contoh Soal 10: Ketebalan Plat Besi

Plat besi diukur. Skala utama 0,9 cm, skala nonius ke-9 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 0,9 cm
Skala nonius = 9 ร— 0,01 = 0,09 cm
Ketebalan plat = 0,9 + 0,09 = 0,99 cm

Jawaban: 0,99 cm


Tips Mengerjakan Soal Jangka Sorong

  1. Kenali ketelitian alat: Biasanya 0,01 cm, sehingga semua perhitungan harus memperhatikan angka desimal.
  2. Baca skala utama terlebih dahulu: Jangan langsung melihat skala nonius.
  3. Pastikan garis nonius berimpit dengan benar: Kesalahan membaca garis nonius menyebabkan hasil salah.
  4. Latihan rutin: Semakin sering berlatih, semakin cepat dan tepat membaca hasil pengukuran.
  5. Pahami jenis pengukuran: Tentukan apakah pengukuran panjang, ketebalan, diameter, atau kedalaman untuk menyesuaikan bagian rahang jangka sorong.

Kesimpulan

Jangka sorong adalah alat ukur yang sering muncul dalam soal ujian fisika. Dengan memahami bagian-bagian alat, rumus pengukuran, dan tips mengerjakan, semua soal jangka sorong dapat diselesaikan dengan mudah dan akurat.

Artikel ini menyajikan 10 contoh soal jangka sorong yang sering keluar di ujian, lengkap dengan jawaban dan pembahasan langkah demi langkah, sehingga siswa dapat belajar efektif dan mempersiapkan diri menghadapi ujian dengan percaya diri.

Latihan rutin, ketelitian membaca skala nonius, dan pemahaman konsep pengukuran akan membuat pengukuran benda nyata menjadi lebih presisi. Menguasai jangka sorong tidak hanya berguna untuk ujian, tetapi juga keterampilan penting dalam praktik laboratorium dan kehidupan sehari-hari yang membutuhkan pengukuran akurat.

Penulis : Reyfen

Post Comment