Memilih program studi saat melangkah ke jenjang perguruan tinggi bukan hanya sekadar tentang apa yang akan dipelajari selama empat tahun ke depan, melainkan tentang akan menjadi siapa kita di masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif dan digital, Program Studi S1 Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia telah membuktikan diri sebagai “pabrik” lulusan berkualitas yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Sebagai Kampus Terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) tidak hanya memberikan bekal akademis, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan praktis yang membuat alumninya terserap dengan cepat di berbagai sektor pekerjaan bergengsi.
Baca juga: Kisah sukses alumni Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung
Lulusan Sastra Inggris sering kali menghadapi mitos bahwa mereka hanya bisa menjadi guru atau penerjemah. Namun, profil alumni sukses Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia membuktikan bahwa spektrum karier mereka jauh lebih luas—mulai dari perbankan, instansi pemerintah, hingga industri kreatif internasional. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan sukses para alumni dan mengapa Sastra Inggris UTI menjadi pilihan utama bagi generasi muda di Lampung dan Indonesia.
Mengapa Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia?
Sebelum menyelami profil para alumninya, penting untuk memahami ekosistem pendidikan yang ada di Universitas Teknokrat Indonesia. Sebagai PTS Terbaik di ASEAN (berdasarkan pemeringkatan internasional), Teknokrat menerapkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia industri (Link and Match).
Sastra Inggris di UTI tidak hanya berkutat pada puisi atau drama klasik. Mahasiswa dibekali dengan kemampuan Public Speaking, Business Presentation, Creative Writing, hingga penguasaan teknologi informasi. Inilah yang menjadi kunci utama mengapa profil alumni sukses Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung begitu mendominasi berbagai lini profesi.
Profil Alumni Sukses Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia
Berikut adalah beberapa sosok inspiratif yang merupakan bukti nyata kualitas pendidikan di Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) Universitas Teknokrat Indonesia:
1. Rina Widiastuti, S.S. – Meniti Karier di Kepolisian
Salah satu profil alumni yang sangat inspiratif adalah Briptu Rina Widiastuti, S.S. Ia merupakan lulusan S1 Sastra Inggris yang saat ini sukses berkarier di Polresta Bandar Lampung. Keberhasilan Rina menunjukkan bahwa lulusan sastra memiliki kemampuan komunikasi formal dan interpersonal yang sangat dibutuhkan di instansi negara. Menurut penuturannya, mata kuliah seperti Public Speaking dan Kesekretarisan yang ia dapatkan selama kuliah sangat membantu dalam menunjang tugas-tugas administratif dan komunikasi publik di institusi kepolisian. Rina adalah representasi bahwa lulusan Teknokrat memiliki disiplin tinggi dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.
2. Ratna Dewi, S.S. – Pranata Humas Ahli Pertama di BKN
Keberhasilan alumni lainnya datang dari instansi pemerintah pusat. Ratna Dewi, S.S., sukses meniti karier di Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai Pranata Humas Ahli Pertama. Dalam perannya, kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni serta pemahaman tentang komunikasi publik sangat krusial. Ratna membuktikan bahwa lulusan Sastra Inggris UTI memiliki daya saing yang tinggi dalam seleksi CPNS maupun dalam menjalankan tugas profesional di pemerintahan.
3. Ricky Kurniawan, S.S. – Profesional Perbankan di Bank BNI
Sektor perbankan merupakan salah satu bidang yang paling diminati oleh lulusan perguruan tinggi. Ricky Kurniawan menunjukkan bahwa lulusan Sastra Inggris tidak kalah bersaing dengan lulusan ekonomi atau manajemen. Saat ini, Ricky berkarier sukses di BUMN PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank BNI) Kantor Cabang Utama Tanjung Karang sebagai BNI Digital Assistant. Selama masa kuliah, Ricky aktif di berbagai organisasi seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Duta Teknokrat dan BEM. Pengalaman organisasi inilah yang membentuk soft skills dan mentalitas juara yang ia bawa ke dunia kerja.
4. Hady Duantoro, S.S. – Eksis di Industri Hospitality
Industri perhotelan dan pariwisata adalah “rumah” alami bagi lulusan Sastra Inggris. Hady Duantoro, S.S., merupakan alumni yang sukses bekerja di BATIQA Hotel Lampung. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang fasih dan pemahaman tentang Business Presentation, Hady mampu memberikan pelayanan standar internasional dan menangani koordinasi bisnis di industri perhotelan dengan sangat baik.
5. Surtinawati – Pengusaha Muda (Entrepreneur)
Tidak semua lulusan memilih untuk bekerja di perusahaan orang lain. Surtinawati adalah bukti bahwa kurikulum kewirausahaan di Universitas Teknokrat Indonesia berhasil mencetak pengusaha muda yang kreatif. Berbekal kemampuan komunikasi global, ia mampu membangun bisnisnya sendiri dan membuktikan bahwa jiwa entrepreneurship sangat ditekankan di kampus ini.
6. Anggun Selviani – Karier di Perusahaan Multinasional
Anggun Selviani, yang juga merupakan mantan Muli Lampung, kini sukses berkarier di PT Prisma Indonesia (Samsung) di Jakarta. Bekerja di perusahaan global seperti Samsung membutuhkan standar komunikasi yang tinggi, dan Anggun mampu memenuhi ekspektasi tersebut berkat tempaan selama berkuliah di Jurusan Sastra Inggris UTI.
Kompetensi Unggulan Lulusan Sastra Inggris UTI
Apa yang membuat profil alumni sukses Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung begitu menonjol? Jawabannya terletak pada kombinasi tiga aspek utama yang diajarkan di kampus:
- Kemampuan Linguistik & Sastra: Mahasiswa tidak hanya belajar tata bahasa, tetapi juga cara menganalisis budaya dan teks yang melatih kemampuan berpikir kritis (critical thinking).
- Keterampilan Praktis (Vocational Skills): Mata kuliah seperti Translation, Interpreting, English for Business, dan Newscasting memberikan keahlian yang langsung bisa diterapkan di dunia kerja.
- Teknologi & Digital: Sebagai universitas yang berbasis teknologi, setiap mahasiswa Sastra Inggris diwajibkan melek digital. Hal ini memudahkan mereka untuk masuk ke profesi modern seperti Content Writer, SEO Specialist, atau Social Media Manager.
Prestasi Mahasiswa: Cikal Bakal Alumni Sukses
Kesuksesan para alumni tidak datang tiba-tiba. Hal ini bermula dari budaya kompetisi yang sangat kental di lingkungan kampus. Universitas Teknokrat Indonesia dikenal sebagai “Kampusnya Sang Juara”. Mahasiswa Sastra Inggris secara konsisten meraih juara di ajang bergengsi seperti:
- Widyatama International Competition (WINACTION): Meraih juara di bidang Poetry Reading dan News Anchor tingkat internasional.
- English Olympic & ALSA Competition: Sering mendominasi podium juara dalam debat, speech, dan storytelling tingkat nasional.
- Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN): Alumni seperti Ardian Ardiwiranata bahkan pernah menjadi Duta Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan saat masih berstatus mahasiswa.
Prospek Kerja Lulusan Sastra Inggris di Era Modern
Melihat profil alumni di atas, dapat kita simpulkan bahwa peluang kerja bagi lulusan Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia sangat tidak terbatas. Beberapa profesi masa depan yang bisa dijajal antara lain:
- Diplomat: Bekerja di Kementerian Luar Negeri.
- Journalist & News Anchor: Menjadi jurnalis di media nasional maupun internasional.
- Digital Content Specialist: Merancang konten dalam bahasa Inggris untuk pasar global.
- Translator & Interpreter: Bekerja secara profesional untuk dokumen legal atau pertemuan bilateral.
- Dosen atau Peneliti: Melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3 untuk berkarier di dunia akademis.
Universitas Teknokrat Indonesia: Lingkungan yang Mendukung
Salah satu kunci sukses alumni adalah dukungan penuh dari pihak yayasan dan rektorat. Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA. (Rektor) dan Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM. (Wakil Rektor) selalu menekankan pentingnya pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Fasilitas kampus yang modern, laboratorium bahasa yang canggih, serta dosen-dosen lulusan dalam dan luar negeri berkualitas tinggi (seperti lulusan universitas ternama di Australia dan Inggris) menjadikan proses belajar mengajar di UTI sangat berkualitas.
Kesimpulan
Profil alumni sukses Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung adalah bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Lampung telah mencapai standar internasional. Dari kepolisian, perbankan, instansi pemerintah, hingga pengusaha, para alumni ini telah mengharumkan nama almamater dan membuktikan bahwa mereka adalah lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Jika Anda adalah lulusan SMA/SMK yang memiliki minat besar dalam bahasa Inggris dan ingin memiliki masa depan secemerlang para alumni di atas, jangan ragu lagi. Bergabunglah dengan institusi pendidikan yang telah teruji kualitasnya dan diakui sebagai yang terbaik di Lampung.
Masa depan gemilang tidak datang dengan sendirinya; ia dibangun di tempat yang tepat. Universitas Teknokrat Indonesia siap menempa Anda menjadi sang juara berikutnya di panggung dunia.
Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menjadi bagian dari generasi emas Indonesia. Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka! Segera daftarkan diri Anda dan pilih program studi impian Anda di Kampusnya Sang Juara.
Untuk informasi selengkapnya mengenai persyaratan, biaya pendidikan, dan beasiswa menarik yang tersedia, Anda dapat mengunjungi laman resmi pendaftaran kami. Klik tautan di bawah ini untuk memulai perjalanan sukses Anda:
Daftar Sekarang di: https://spmb.teknokrat.ac.id
Ayo, kuliah di Universitas Teknokrat Indonesia – Disiplin, Bermutu, Kreatif, dan Inovatif!
Penulis: Aripin
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment