Contoh Soal Ujian Praktik OSCE Farmasi D3 Stasi Skrining Resep dan Etiket

Contoh Soal Ujian Praktik OSCE Farmasi D3 Stasi Skrining Resep dan Etiket

Ujian OSCE (Objective Structured Clinical Examination) merupakan momok sekaligus tantangan bagi mahasiswa Diploma 3 Farmasi. Berbeda dengan ujian tulis, OSCE menguji kompetensi klinis, keterampilan komunikasi, dan ketelitian mahasiswa di bawah tekanan waktu yang ketat. Salah satu stasi yang paling krusial dan memiliki bobot nilai tinggi adalah Stasi Skrining Resep dan Penulisan Etiket.

baca lagi : Cara Cepat Menjawab Soal USP Matematika: Contoh Soal HOTS dan Kunci Jawaban Lengkap

Stasi ini menguji kemampuan dasar seorang calon asisten apoteker dalam memvalidasi keabsahan resep, mengidentifikasi masalah klinis, hingga memastikan informasi obat sampai ke tangan pasien dengan benar melalui etiket. Artikel ini akan membedah contoh soal, langkah pengerjaan, hingga tips sukses menghadapi stasi ini.

Kompetensi yang Diuji pada Stasi Skrining Resep

Pada stasi skrining resep, mahasiswa diharapkan mampu melakukan evaluasi secara komprehensif yang mencakup tiga aspek utama:

  1. Administratif: Kelengkapan data dokter (nama, SIP, alamat), data pasien (nama, umur, alamat), dan data resep (tanggal, paraf dokter).
  2. Farmasetik: Kesesuaian bentuk sediaan, kekuatan sediaan, stabilitas, dan inkompatibilitas (jika ada pencampuran obat).
  3. Klinis: Ketepatan indikasi, dosis obat, durasi pengobatan, serta potensi interaksi obat atau efek samping yang merugikan.

Contoh Soal Simulasi OSCE

Instruksi Peserta

Anda berada di Apotek Simulasi. Seorang pasien membawa resep sebagai berikut. Lakukan skrining resep secara lengkap (Administratif, Farmasetik, Klinis). Tuliskan hasil temuan Anda pada lembar kerja yang tersedia, lalu buatlah etiket yang sesuai untuk obat pertama pada resep tersebut.

🔖 Baca juga:
25 Contoh Soal Kesalahan Penggunaan Kata untuk Latihan Siswa dan Mahasiswa

Naskah Resep

APOTEK SEHAT JAYA

Jl. Kebangsaan No. 45, Jakarta

dr. Ahmad Pratama, Sp.A (SIP: 123/SIP-DS/2025)

Jakarta, 29 Januari 2026

R/ Amoxicillin 500 mg No. X

S. 3 d d tab 1 (habiskan)

R/ Paracetamol 500 mg No. X

S. prn. 3 d d tab 1 (bila demam)

Pro: An. Budi (Umur 5 tahun)

Alamat: Jl. Melati No. 10


Langkah Penyelesaian dan Pembahasan Detil

1. Skrining Administratif

Setelah mengamati resep di atas, mahasiswa harus mencatat poin-poin yang hilang atau tidak lengkap:

  • Temuan: Resep memiliki identitas dokter yang lengkap, namun tidak mencantumkan berat badan pasien. Mengingat pasien adalah anak-anak (5 tahun), berat badan sangat krusial untuk perhitungan dosis.
  • Tindakan: Menyarankan untuk menanyakan berat badan anak kepada orang tua pasien.

2. Skrining Farmasetik

  • Temuan: Sediaan yang diminta adalah tablet 500 mg.
  • Analisis: Anak umur 5 tahun mungkin akan mengalami kesulitan menelan tablet utuh 500 mg.
  • Tindakan: Mengusulkan perubahan sediaan menjadi sirup kering atau puyer jika pasien tidak bisa menelan tablet.

3. Skrining Klinis (Perhitungan Dosis)

Ini adalah bagian yang paling sering menggugurkan mahasiswa. Mari hitung dosis Paracetamol menggunakan Rumus Young ($n/n+12 \times \text{Dosis Dewasa}$):

  • Dosis Lazim Paracetamol Dewasa: 500 mg sekali minum.
  • Dosis Anak 5 Tahun: $5 / (5+12) \times 500 \text{ mg} = 5/17 \times 500 = \mathbf{147 \text{ mg}}$.
  • Evaluasi: Resep meminta 500 mg sekali minum (3 kali sehari). Ini menunjukkan terjadinya Dosis Berlebih (Overdosis) yang signifikan untuk anak usia 5 tahun.
  • Tindakan: Wajib melakukan konfirmasi kepada dokter penulis resep untuk penyesuaian dosis.

4. Penulisan Etiket

Mahasiswa diminta membuat etiket untuk Amoxicillin. Etiket harus memuat:

  • Nama dan alamat apotek.
  • Nomor resep dan tanggal.
  • Nama pasien.
  • Aturan pakai (3 kali sehari 1 tablet).
  • Keterangan khusus: “Habiskan” (karena Amoxicillin adalah antibiotik).
  • Warna etiket: Putih (obat dalam).

Trik Cepat dan Tips Sukses Stasi Skrining

  1. Jangan Panik: Waktu biasanya hanya 7-10 menit. Gunakan 2 menit pertama untuk membaca resep secara menyeluruh tanpa menulis.
  2. Hafalkan Dosis Lazim: Pastikan Anda hafal dosis lazim obat-obat yang sering keluar (Paracetamol, Amoxicillin, CTM, Salbutamol).
  3. Gunakan Singkatan Latin secara Tepat: Pastikan Anda paham bahwa s. prn berarti “bila perlu” dan s. d d berarti “berapa kali sehari”.
  4. Komunikasi Verbal: Pada beberapa OSCE, Anda diminta mensimulasikan telepon ke dokter. Gunakan teknik SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) yang sopan.

baca lagi : Mahasiswa Manajemen FEB Universitas Teknokrat Indonesia Perkenalkan Produk Clay Mirror di Teknokrat Academic Expo

Kesimpulan

Stasi Skrining Resep dan Etiket dalam OSCE Farmasi D3 bukan sekadar menguji ingatan, melainkan ketajaman analisis Anda sebagai tenaga teknis kefarmasian. Kesalahan kecil dalam menghitung dosis atau melewatkan keterangan “habiskan” pada antibiotik dapat berakibat fatal bagi pasien dan nilai ujian Anda. Dengan banyak berlatih simulasi resep anak dan geriatri, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan di meja ujian.

penulis : dinda

Post Comment