Contoh Soal Akuntansi Perusahaan Dagang 30 Transaksi dan Pembahasan Langkah Demi Langkah

Halo, Sobat Akuntan! Bagaimana kabarnya hari ini? Sudah siap naik level dari akuntansi perusahaan jasa ke perusahaan dagang? Kalau di perusahaan jasa kita hanya menjual “tenaga” atau “keahlian”, di perusahaan dagang tantangannya lebih seru karena ada barang fisik yang harus kita kelola. Ada stok barang, ada retur, ada diskon, dan tentunya ada perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).

Baca juga:10 Contoh Soal Membuat Grafik Lengkap dengan Pembahasan Mudah Dipahami

Memasuki tahun 2026 ini, bisnis jual beli atau retail semakin berkembang pesat. Memahami alur akuntansinya bukan hanya soal tugas sekolah atau kuliah, tapi juga modal berharga kalau kamu ingin punya bisnis sendiri. Artikel ini akan mengajakmu simulasi menjadi akuntan di “PD Jaya Abadi”, sebuah distributor alat elektronik milik Tuan Jaya. Kita akan membedah 30 transaksi selama bulan Januari 2026 dengan metode Perpetual (pencatatan stok langsung setiap transaksi). Yuk, siapkan kopi dan catatanmu!

Apa Bedanya dengan Perusahaan Jasa?

Sebelum masuk ke soal, ingat poin penting ini:

  1. Akun Persediaan: Kita punya stok barang dagangan yang harus dipantau.
  2. HPP (Harga Pokok Penjualan): Setiap kali menjual barang, kita harus mencatat berapa modal barang tersebut.
  3. Syarat Pembayaran: Ada istilah seperti 2/10, n/30 (diskon 2% jika bayar dalam 10 hari, jatuh tempo 30 hari).
  4. Retur: Pembeli bisa mengembalikan barang jika rusak, begitu juga kita ke pemasok.

Data Transaksi PD Jaya Abadi – Januari 2026

Berikut adalah kronologi transaksi yang terjadi selama satu bulan penuh:

🔖 Baca juga:
Kumpulan Contoh Soal P3K Matematika SMP Terbaru
  1. 1 Jan: Tuan Jaya menyetorkan modal awal tunai Rp200.000.000 dan persediaan barang dagang senilai Rp50.000.000.
  2. 2 Jan: Membayar sewa gudang untuk satu tahun sebesar Rp24.000.000 secara tunai.
  3. 3 Jan: Membeli barang dagang dari PT Elektro secara kredit sebesar Rp30.000.000 dengan syarat 2/10, n/30.
  4. 4 Jan: Membayar beban angkut pembelian atas transaksi tanggal 3 Jan sebesar Rp500.000.
  5. 5 Jan: Mengembalikan sebagian barang yang dibeli dari PT Elektro karena cacat senilai Rp2.000.000 (Retur Pembelian).
  6. 6 Jan: Menjual barang dagang secara tunai kepada Toko Budi seharga Rp10.000.000 (HPP Rp7.000.000).
  7. 7 Jan: Membeli perlengkapan kantor secara tunai Rp1.500.000.
  8. 8 Jan: Menjual barang dagang kepada Toko Ceria Rp15.000.000 dengan syarat 2/10, n/30 (HPP Rp10.500.000).
  9. 10 Jan: Menerima pengembalian barang dari Toko Ceria karena tidak sesuai pesanan senilai Rp1.000.000 (HPP Rp700.000).
  10. 12 Jan: Membayar lunas utang kepada PT Elektro atas transaksi tanggal 3 Jan (setelah dikurangi retur dan mendapat diskon).
  11. 13 Jan: Membeli barang dagang tunai dari CV Maju seharga Rp12.000.000 dengan diskon tunai 5%.
  12. 14 Jan: Membayar gaji karyawan untuk periode pertama sebesar Rp5.000.000.
  13. 15 Jan: Menerima pelunasan dari Toko Ceria atas transaksi tanggal 8 Jan (mendapat diskon).
  14. 16 Jan: Membeli barang dagang secara kredit dari PT Sinar Rp40.000.000, syarat n/30.
  15. 17 Jan: Membayar beban listrik dan telepon kantor Rp1.200.000.
  16. 18 Jan: Menjual barang dagang secara kredit kepada Toko Digital Rp25.000.000, syarat 2/10, n/30 (HPP Rp18.000.000).
  17. 20 Jan: Membayar biaya iklan di koran dan media sosial Rp2.000.000.
  18. 21 Jan: Mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi Tuan Jaya Rp3.000.000 (Prive).
  19. 22 Jan: Membeli peralatan kantor (meja dan kursi) secara kredit Rp8.000.000.
  20. 23 Jan: Menerima pelunasan dari Toko Digital atas transaksi tanggal 18 Jan.
  21. 24 Jan: Menjual barang dagang tunai Rp8.000.000 (HPP Rp5.500.000).
  22. 25 Jan: Membayar beban angkut penjualan untuk pengiriman ke pelanggan Rp300.000.
  23. 26 Jan: Membayar sebagian utang kepada PT Sinar sebesar Rp20.000.000.
  24. 27 Jan: Menerima pendapatan bunga dari bank sebesar Rp200.000.
  25. 28 Jan: Menjual barang secara kredit kepada Toko Laris Rp12.000.000, syarat n/30 (HPP Rp8.500.000).
  26. 29 Jan: Membayar biaya pemeliharaan kendaraan operasional Rp750.000.
  27. 30 Jan: Membeli perlengkapan toko secara tunai Rp500.000.
  28. 30 Jan: Menghitung stok opname, ditemukan barang rusak senilai Rp400.000 (dibebankan ke HPP).
  29. 31 Jan: Membayar gaji karyawan periode kedua Rp5.000.000.
  30. 31 Jan: Mencatat penyusutan peralatan kantor untuk bulan Januari sebesar Rp200.000.

Pembahasan Langkah Demi Langkah (Jurnal Umum Metode Perpetual)

Dalam metode perpetual, setiap kali membeli barang kita langsung menambah akun Persediaan Barang Dagang, dan setiap kali menjual, kita mencatat HPP dan mengurangi Persediaan.

Beberapa Cuplikan Jurnal Penting:

  • Transaksi 3 & 5 (Pembelian & Retur): (3 Jan) Persediaan Barang Dagang (D) 30jt / Utang Usaha (K) 30jt. (5 Jan) Utang Usaha (D) 2jt / Persediaan Barang Dagang (K) 2jt.
  • Transaksi 8 & 9 (Penjualan & Retur): (8 Jan) Piutang Usaha (D) 15jt / Penjualan (K) 15jt. Serta: HPP (D) 10,5jt / Persediaan (K) 10,5jt. (9 Jan) Retur Penjualan (D) 1jt / Piutang Usaha (K) 1jt. Serta: Persediaan (D) 700rb / HPP (K) 700rb.
  • Transaksi 10 (Pelunasan dengan Diskon): Utang sisa: 30jt – 2jt = 28jt. Diskon: 2% x 28jt = 560rb. Jurnal: Utang Usaha (D) 28jt / Kas (K) 27,44jt / Persediaan (K) 560rb. (Dalam perpetual, diskon pembelian mengurangi harga perolehan persediaan).

Tips Mahir Akuntansi Perusahaan Dagang

  1. Jangan Lupakan HPP: Kesalahan tersering di metode perpetual adalah lupa menjurnal HPP saat penjualan. Ingat, satu transaksi penjualan “HOTS” punya dua pasang jurnal!
  2. Teliti Syarat Termin: Selalu hitung apakah pelunasan masih dalam masa diskon atau tidak. Cek tanggalnya dengan teliti.
  3. Pahami Akun Persediaan: Di metode perpetual, akun “Pembelian” tidak digunakan. Semua langsung masuk ke “Persediaan Barang Dagang”.
  4. Double Check Angka: Terutama pada transaksi retur yang diikuti pelunasan, pastikan utang/piutang yang dilunasi adalah nilai setelah dikurangi retur.

Baca juga:Teknokrat Academic Expo: Rektor Nasrullah Yusuf Tegaskan Tiga Pilar UTI Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

Kesimpulan

Mengerjakan 30 transaksi perusahaan dagang memang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi dibanding perusahaan jasa. Namun, jika kamu sudah memahami logika “Persediaan” dan “HPP”, semuanya akan mengalir dengan sendirinya. PD Jaya Abadi kini memiliki catatan keuangan yang rapi dan siap untuk diposting ke Buku Besar!

Penulis: marfel

Post Comment