Belajar Persediaan Periodik FIFO: Contoh Soal, Jawaban, dan Pembahasan Lengkap

Persediaan merupakan salah satu elemen penting dalam akuntansi perusahaan dagang maupun manufaktur. Kesalahan dalam pencatatan persediaan dapat berdampak besar pada laporan keuangan terutama pada penentuan harga pokok penjualan dan laba perusahaan. Oleh karena itu pemahaman tentang metode penilaian persediaan menjadi hal wajib bagi pelajar akuntansi mahasiswa hingga praktisi. Salah satu metode yang paling sering muncul dalam pembelajaran dan ujian adalah metode FIFO pada sistem persediaan periodik.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang persediaan periodik FIFO mulai dari konsep dasar karakteristik hingga contoh soal beserta jawaban dan pembahasan yang mudah dipahami. Dengan membaca artikel ini diharapkan Anda mampu menguasai materi persediaan FIFO secara sistematis dan siap menghadapi soal ujian maupun praktik akuntansi.

Baca juga:Panduan Belajar AKM: Contoh Soal Numerasi Tingkat Lanjut dan Pembahasan Langkah demi Langkah

Pengertian Persediaan dalam Akuntansi

Persediaan adalah aset yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau digunakan dalam proses produksi. Dalam perusahaan dagang persediaan berupa barang dagangan sedangkan pada perusahaan manufaktur persediaan meliputi bahan baku barang dalam proses dan barang jadi.

Pencatatan persediaan bertujuan untuk mengetahui jumlah dan nilai persediaan yang tersedia serta menentukan harga pokok penjualan pada periode tertentu. Oleh karena itu pemilihan sistem dan metode persediaan harus dilakukan secara tepat.

🔖 Baca juga:
Siap Hadapi Ujian? Taktik Jitu Menguasai Contoh Soal PAS Kelas 6 (Kunci Sukses Meraih Nilai Terbaik)

Sistem Pencatatan Persediaan Periodik

Sistem persediaan periodik adalah sistem pencatatan di mana mutasi persediaan tidak dicatat secara terus menerus. Perusahaan baru mengetahui jumlah persediaan akhir setelah melakukan perhitungan fisik di akhir periode.

Ciri utama sistem persediaan periodik antara lain pembelian dicatat dalam akun pembelian tidak langsung mengurangi persediaan harga pokok penjualan baru dihitung di akhir periode serta persediaan akhir ditentukan berdasarkan stok opname.

Sistem ini sering digunakan pada usaha kecil hingga menengah karena lebih sederhana dan tidak memerlukan pencatatan yang rumit.

Metode FIFO dalam Persediaan Periodik

FIFO adalah singkatan dari First In First Out yang berarti barang yang pertama masuk dianggap sebagai barang yang pertama keluar. Dengan kata lain persediaan akhir terdiri dari barang yang dibeli terakhir.

Dalam kondisi harga yang cenderung naik metode FIFO akan menghasilkan persediaan akhir yang lebih tinggi dan harga pokok penjualan yang lebih rendah sehingga laba terlihat lebih besar. Inilah salah satu alasan mengapa metode FIFO banyak digunakan dan sering muncul dalam soal ujian akuntansi.

Karakteristik Metode FIFO Periodik

Metode FIFO periodik memiliki beberapa karakteristik utama. Pertama penentuan harga pokok penjualan dilakukan di akhir periode. Kedua barang yang dijual dianggap berasal dari persediaan awal dan pembelian awal terlebih dahulu. Ketiga persediaan akhir berasal dari pembelian terakhir dalam periode berjalan.

Metode ini menuntut ketelitian dalam menyusun data pembelian dan penjualan agar perhitungan tidak keliru.

Rumus Dasar Perhitungan FIFO Periodik

Untuk menghitung harga pokok penjualan dengan metode FIFO periodik langkah utamanya adalah menentukan jumlah unit yang tersedia untuk dijual kemudian menentukan unit yang terjual dan unit yang tersisa.

Rumus dasar yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

Persediaan tersedia untuk dijual = Persediaan awal + Pembelian bersih
Harga pokok penjualan = Persediaan tersedia untuk dijual – Persediaan akhir

Nilai persediaan akhir dihitung berdasarkan unit yang tersisa dengan harga perolehan terakhir sesuai prinsip FIFO.

Contoh Soal Persediaan Periodik FIFO

Agar lebih mudah memahami konsep persediaan periodik FIFO berikut disajikan contoh soal lengkap beserta jawabannya.

Sebuah toko memiliki data persediaan sebagai berikut:

Persediaan awal 1 Januari sebanyak 100 unit dengan harga Rp10.000 per unit
Pembelian 10 Januari sebanyak 200 unit dengan harga Rp11.000 per unit
Pembelian 20 Januari sebanyak 150 unit dengan harga Rp12.000 per unit

Jumlah barang yang terjual selama bulan Januari sebanyak 300 unit.

Diminta
Hitung harga pokok penjualan dan nilai persediaan akhir dengan metode FIFO periodik.

Jawaban dan Pembahasan Contoh Soal

Langkah pertama adalah menghitung jumlah persediaan yang tersedia untuk dijual.

Persediaan awal
100 unit × Rp10.000 = Rp1.000.000

Pembelian 10 Januari
200 unit × Rp11.000 = Rp2.200.000

Pembelian 20 Januari
150 unit × Rp12.000 = Rp1.800.000

Total unit tersedia
100 + 200 + 150 = 450 unit

Total nilai persediaan tersedia
Rp1.000.000 + Rp2.200.000 + Rp1.800.000 = Rp5.000.000

Jumlah unit terjual adalah 300 unit sehingga persediaan akhir adalah
450 – 300 = 150 unit

Menurut metode FIFO barang yang tersisa merupakan pembelian terakhir yaitu pembelian tanggal 20 Januari.

Persediaan akhir
150 unit × Rp12.000 = Rp1.800.000

Harga pokok penjualan dihitung sebagai berikut
Harga pokok penjualan = Persediaan tersedia – Persediaan akhir
Rp5.000.000 – Rp1.800.000 = Rp3.200.000

Jadi harga pokok penjualan sebesar Rp3.200.000 dan persediaan akhir sebesar Rp1.800.000.

Contoh Soal Variasi dengan Persediaan Awal Lebih Besar

Perusahaan dagang memiliki data sebagai berikut:

Persediaan awal 1 Februari 300 unit dengan harga Rp8.000
Pembelian 5 Februari 200 unit dengan harga Rp9.000
Pembelian 18 Februari 100 unit dengan harga Rp10.000

Barang yang terjual selama bulan Februari sebanyak 250 unit.

Pembahasan dimulai dengan menentukan unit yang tersisa
Total unit tersedia 600 unit
Unit terjual 250 unit
Persediaan akhir 350 unit

Karena menggunakan FIFO persediaan akhir terdiri dari pembelian terakhir terlebih dahulu yaitu
100 unit × Rp10.000 = Rp1.000.000
200 unit × Rp9.000 = Rp1.800.000
50 unit × Rp8.000 = Rp400.000

Total persediaan akhir Rp3.200.000

Harga pokok penjualan
Total nilai persediaan tersedia dikurangi persediaan akhir

Soal seperti ini sering muncul dalam ujian karena menuntut pemahaman konsep FIFO secara menyeluruh.

Kesalahan Umum dalam Mengerjakan Soal FIFO Periodik

Banyak siswa dan mahasiswa melakukan kesalahan karena tidak teliti dalam menentukan unit persediaan akhir. Kesalahan paling umum adalah menggunakan harga awal untuk persediaan akhir padahal dalam metode FIFO yang digunakan adalah harga terakhir.

Kesalahan lainnya adalah mencampur metode FIFO dengan LIFO atau metode rata-rata sehingga hasil perhitungan menjadi tidak konsisten.

Tips Cepat Menguasai Soal Persediaan FIFO Periodik

Agar lebih mudah mengerjakan soal persediaan FIFO periodik ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Pertama selalu susun data pembelian secara kronologis dari awal hingga akhir. Kedua tentukan jumlah unit yang tersisa sebelum menghitung nilai persediaan akhir. Ketiga fokus pada prinsip FIFO yaitu barang terakhir masuk akan menjadi persediaan akhir.

Latihan soal secara rutin juga sangat disarankan agar terbiasa dengan berbagai variasi soal yang mungkin muncul.

Perbedaan FIFO Periodik dan FIFO Perpetual

Walaupun sama-sama menggunakan metode FIFO sistem periodik dan perpetual memiliki perbedaan. Pada sistem perpetual harga pokok penjualan dihitung setiap terjadi transaksi penjualan sedangkan pada sistem periodik perhitungan dilakukan di akhir periode.

Memahami perbedaan ini penting agar tidak salah dalam menjawab soal yang secara eksplisit menyebutkan sistem persediaan yang digunakan.

Pentingnya Menguasai Materi Persediaan FIFO

Materi persediaan FIFO bukan hanya penting untuk ujian sekolah atau kuliah tetapi juga sangat relevan dalam dunia kerja. Banyak perusahaan menggunakan metode FIFO dalam pencatatan persediaan karena mencerminkan nilai persediaan yang lebih mendekati harga pasar saat ini.

Dengan memahami konsep contoh soal dan pembahasan persediaan periodik FIFO secara menyeluruh Anda akan lebih siap menghadapi tantangan di bidang akuntansi dan keuangan.

baca juga:Dua Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dikukuhkan oleh Gubernur Lampung sebagai Pengurus MPRD Lampung 2025–2030

Kesimpulan

Persediaan periodik FIFO merupakan salah satu materi dasar akuntansi yang wajib dikuasai. Metode ini mengasumsikan bahwa barang yang pertama masuk akan dijual terlebih dahulu sehingga persediaan akhir berasal dari pembelian terakhir.

Penulis:ilham

Post Comment