Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis, namun memiliki aturan baku yang tertuang dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sering kali, dalam penulisan formal maupun percakapan sehari-hari, kita terjebak dalam penggunaan kata yang tidak baku, pleonasme, atau diksi yang kurang tepat.
Memahami kesalahan penggunaan kata bukan hanya penting bagi siswa yang menghadapi ujian, tetapi juga bagi profesional yang ingin menjaga kredibilitas komunikasinya. Artikel ini menyajikan panduan mendalam beserta contoh soal yang dirancang untuk mengasah kepekaan Anda terhadap penggunaan kata yang salah.
Baca juga: Panduan Lengkap dan Contoh Soal Essay Giving Opinion Bahasa Inggris Beserta Jawabannya
Mengapa Kita Sering Salah dalam Menggunakan Kata?
Sebelum masuk ke contoh soal, penting untuk memahami akar masalahnya. Ada beberapa faktor utama mengapa kesalahan ini terjadi:
- Interferensi Bahasa Daerah: Struktur bahasa daerah sering kali terbawa ke dalam bahasa Indonesia baku.
- Salah Kaprah yang Lumrah: Banyak kata salah yang sering digunakan secara luas sehingga dianggap benar (contoh: antri yang seharusnya antre).
- Pleonasme: Penggunaan kata-kata yang berlebihan dan bermakna sama dalam satu kalimat.
- Ketidaktelitian Diksi: Memilih kata yang maknanya mirip tetapi tidak sesuai dengan konteks kalimat.
Kumpulan Contoh Soal Kesalahan Penggunaan Kata
Berikut adalah latihan soal yang mencakup berbagai aspek kesalahan berbahasa. Silakan coba kerjakan terlebih dahulu sebelum melihat pembahasannya.
Bagian 1: Kata Baku dan Tidak Baku
Pilihlah kalimat yang menggunakan kata baku dengan benar sesuai KBBI.
- Manakah kalimat di bawah ini yang menggunakan kata baku secara tepat?A. Para atlit sedang berlatih di stadion.B. Jadwal praktek dokter spesialis itu sangat padat.C. Analisis data menunjukkan adanya tren kenaikan suhu global.D. Kita harus segera melegalisir ijazah untuk pendaftaran.
- Identifikasi kata tidak baku dalam kalimat berikut: “Risiko investasi tersebut sudah dikelola dengan sistim yang handal.”A. RisikoB. InvestasiC. SistimD. Handal
- “Ayah sedang pergi ke apotik untuk membeli obat.” Perbaikan kata yang tepat adalah…A. ApotekB. ApotikerC. ApotikaD. Apotik (Sudah benar)
Bagian 2: Pemborosan Kata (Pleonasme)
Pilihlah kalimat yang paling efektif dan tidak mengandung pleonasme.
- Kalimat mana yang paling efektif?A. Para ibu-ibu sedang berkumpul di balai desa.B. Sejak dari pagi tadi, dia belum makan sama sekali.C. Kami naik ke atas untuk melihat pemandangan kota.D. Siswa kelas XII sedang mengerjakan ujian di aula.
- “Rakyat harus saling tolong-menolong dalam menghadapi musibah.” Apa yang salah dengan kalimat tersebut?A. Kata “harus” tidak diperlukan.B. Penggunaan “saling” dan “tolong-menolong” bersifat mubazir.C. Kata “musibah” seharusnya diganti “bencana”.D. Kalimat tersebut sudah benar.
Bagian 3: Kesalahan Diksi (Pilihan Kata)
- “Pencuri itu berhasil diringkus polisi karena ketahuan mencuri motor.” Kata “berhasil” dalam kalimat tersebut kurang tepat jika dilihat dari sudut pandang netralitas atau kepolisian. Kata yang lebih tepat adalah…A. BeruntungB. AkhirnyaC. DapatD. Sempat
- “Bunga-bunga di taman itu sangat cantik-cantik sekali.” Perbaikan yang paling tepat adalah…A. Bunga-bunga di taman sangat cantik sekali.B. Bunga di taman sangat cantik-cantik sekali.C. Bunga-bunga di taman sangat cantik.D. Bunga di taman cantik-cantik sekali.
Jawaban dan Penjelasan Mendalam
Berikut adalah analisis dari soal-soal di atas. Memahami alasan di balik jawaban yang benar akan membantu Anda menghindari kesalahan serupa di masa depan.
Pembahasan Bagian 1
1. Jawaban: C (Analisis data menunjukkan adanya tren kenaikan suhu global.)
- Penjelasan:
- Opsi A salah karena atlit seharusnya atlet.
- Opsi B salah karena praktek seharusnya praktik.
- Opsi D salah karena legalisir seharusnya legalisasi.
- Opsi C benar karena Analisis adalah bentuk baku (bukan analisa).
2. Jawaban: C (Sistim) dan D (Handal)
- Penjelasan: Dalam KBBI, bentuk baku dari sistim adalah sistem. Sedangkan handal adalah bentuk tidak baku dari andal. Jadi, kalimat yang benar adalah “Risiko investasi tersebut sudah dikelola dengan sistem yang andal.”
3. Jawaban: A (Apotek)
- Penjelasan: Banyak orang mengira “apotik” benar karena orang yang bekerja di sana disebut “apoteker”. Namun, secara historis dan aturan serapan, tempatnya disebut apotek.
Pembahasan Bagian 2
4. Jawaban: D (Siswa kelas XII sedang mengerjakan ujian di aula.)
- Penjelasan:
- Opsi A: Para ibu-ibu (Mubazir, cukup “Para ibu” atau “Ibu-ibu”).
- Opsi B: Sejak dari (Pilih salah satu, “Sejak pagi” atau “Dari pagi”).
- Opsi C: Naik ke atas (Naik sudah pasti ke atas, cukup “Kami naik untuk…”).
5. Jawaban: B (Penggunaan “saling” dan “tolong-menolong” bersifat mubazir.)
- Penjelasan: Kata “saling” sudah mengandung makna timbal balik, begitu pula dengan pengulangan kata kerja “tolong-menolong”. Seharusnya: “Rakyat harus saling tolong” atau “Rakyat harus tolong-menolong“.
Pembahasan Bagian 3
6. Jawaban: C (Dapat)
- Penjelasan: Kata berhasil biasanya berkonotasi positif terhadap subjek yang melakukan aksi. Dalam konteks kriminalitas, penggunaan kata dapat atau berhasil ditangkap (oleh polisi) lebih umum, namun secara semantik “dapat diringkus” lebih netral.
7. Jawaban: C (Bunga-bunga di taman itu sangat cantik.)
- Penjelasan: Pengulangan kata “cantik-cantik” sudah bermakna jamak, begitu pula dengan “bunga-bunga”. Menggunakan keduanya bersamaan dengan tambahan “sekali” membuat kalimat menjadi sangat tidak efektif.
Daftar Kata Sering Salah (Tabel Referensi Cepat)
Untuk mempermudah belajar, perhatikan tabel perbandingan kata baku dan tidak baku yang sering muncul dalam soal ujian maupun penulisan artikel:
| Kata Tidak Baku | Kata Baku (Benar) |
| Aktifitas | Aktivitas |
| Ijin | Izin |
| Nasihat | Nasihat (Sudah Benar) |
| Merubah | Mengubah |
| Perduli | Peduli |
| Antri | Antre |
| Kwitansi | Kuitansi |
| Jadwal | Jadwal (Sudah Benar) |
| Hirarki | Hierarki |
| Jaman | Zaman |
| Hutang | Utang |
| Nafas | Napas |
Kesalahan Penggunaan Kata dalam Kalimat Majemuk
Selain kesalahan kata per kata, sering terjadi kesalahan penggunaan kata hubung (konjungsi) yang merusak logika kalimat.
Contoh 1: Penggunaan “Dimana”
- Salah: Rumah dimana saya tinggal sangat luas.
- Benar: Rumah tempat saya tinggal sangat luas.
- Penjelasan: Kata “dimana” adalah kata tanya, bukan kata penghubung untuk menerangkan tempat dalam kalimat pernyataan.
Contoh 2: Penggunaan “Agar” dan “Supaya” yang Bersamaan
- Salah: Kita harus belajar agar supaya pintar.
- Benar: Kita harus belajar agar pintar. (Atau: Kita harus belajar supaya pintar.)
Dampak Kesalahan Penggunaan Kata pada SEO
Bagi penulis konten, penggunaan kata yang salah bisa berdampak buruk pada performa artikel di mesin pencari. Mengapa demikian?
- Kehilangan Kepercayaan Pembaca: Pembaca cenderung meninggalkan situs yang memiliki banyak kesalahan ketik (typo) atau kesalahan tata bahasa karena dianggap tidak profesional.
- Algoritma Google: Algoritma mesin pencari kini semakin cerdas dalam mengenali kualitas konten. Konten yang ditulis dengan bahasa yang baik dan benar cenderung mendapatkan peringkat lebih tinggi.
- Akurasi Keyword: Jika Anda menargetkan kata kunci tertentu namun salah menuliskannya (kecuali untuk strategi intentional misspelling), Anda mungkin kehilangan trafik dari pencarian yang menggunakan ejaan benar.
Tips Menghindari Kesalahan Penulisan
Agar tulisan Anda selalu tajam dan minim kesalahan, ikuti langkah-langkah berikut:
- Selalu Gunakan KBBI Daring: Jika ragu dengan sebuah kata, segera cek di laman resmi kbbi.kemdikbud.go.id.
- Hindari Gaya Bahasa Lisan dalam Tulisan Formal: Kata-kata seperti banget, nggak, atau bikin sebaiknya dihindari dalam penulisan artikel atau laporan.
- Lakukan Self-Editing: Bacalah tulisan Anda dengan suara keras. Jika terdengar janggal atau berbelit-belit, biasanya ada kesalahan penggunaan kata atau struktur di sana.
- Perhatikan Imbuhan: Banyak kesalahan terjadi pada pemberian imbuhan, terutama pada kata dasar yang berawalan K, T, S, P (contoh: mempesona yang seharusnya memesona).
Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Peringati Isra Mi’raj Perdana di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru
Baca juga:Contoh Soal Microsoft Excel Lengkap dengan Jawaban untuk Pemula hingga Mahir
Rumus Dasar Imbuhan Me- pada Kata Dasar KTS P
Dalam tata bahasa Indonesia, ada aturan unik saat memberikan imbuhan $me-$ pada kata dasar yang diawali huruf tertentu.
Jika kata dasar diawali huruf $K, T, S, P$ dan diikuti oleh huruf vokal, maka huruf pertama tersebut luluh (hilang).
- $me + kontrol \rightarrow mengontrol$ (Bukan mengkontrol)
- $me + tulis \rightarrow menulis$ (Bukan mentulis)
- $me + sapu \rightarrow menyapu$ (Bukan mensapu)
- $me + pukul \rightarrow memukul$ (Bukan mempukul)
Namun, jika diikuti konsonan, maka tidak luluh:
- $me + kristal \rightarrow mengkristal$
- $me + traktir \rightarrow mentraktir$
Kesimpulan
Memahami kesalahan penggunaan kata adalah proses belajar yang berkelanjutan. Dengan banyak membaca literatur berkualitas dan rajin berlatih mengerjakan soal, kepekaan bahasa Anda akan meningkat secara alami. Ingatlah bahwa bahasa adalah alat komunikasi; semakin presisi kata yang Anda gunakan, semakin efektif pesan yang tersampaikan.
Artikel ini telah memberikan dasar-dasar penting mulai dari kata baku, pleonasme, hingga pilihan diksi yang tepat. Pastikan untuk selalu merujuk pada pedoman resmi agar tulisan Anda tidak hanya menarik secara konten, tetapi juga sempurna secara teknis.
Penulis: Aripin



Post Comment