Kumpulan Contoh Soal Kesalahan Penggunaan Kata yang Sering Muncul di Ujian: Panduan Lengkap & Pembahasan

Kesalahan penggunaan kata atau diksi merupakan salah satu materi yang “langganan” muncul dalam ujian bahasa Indonesia, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan UTBK-SNBT. Memahami tata bahasa bukan sekadar tentang menghafal aturan, tetapi tentang melatih kepekaan logika berbahasa.

Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai jenis kesalahan penggunaan kata, memberikan puluhan contoh soal, serta menyajikan pembahasan mendalam agar Anda siap menghadapi ujian dengan percaya diri.

Baca juga: Latihan Contoh Soal Essay Giving Opinion untuk Meningkatkan Speaking dan Writing

Mengapa Materi Kesalahan Kata Sangat Penting?

Dalam konteks ujian, soal-soal ini bertujuan untuk menguji sejauh mana peserta memahami Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kesalahan yang sering diujikan biasanya meliputi:

Baca juga:
Latihan Soal Kesalahpahaman Antar Budaya untuk Ujian Sekolah dan Tes Akademik
  • Penyimpangan Makna: Penggunaan kata yang tidak sesuai dengan konteks kalimat.
  • Pleonasme: Penggunaan kata-kata yang berlebihan atau mubazir.
  • Kata Baku vs Tidak Baku: Ketidakmampuan membedakan kata standar dengan bahasa percakapan.
  • Kontaminasi: Kerancuan penggabungan dua bentukan kata yang berbeda.
  • Kesalahan Preposisi: Penggunaan kata depan yang tidak tepat.

Jenis-Jenis Kesalahan Penggunaan Kata yang Sering Muncul

Sebelum masuk ke contoh soal, mari kita bedah polanya agar Anda tidak terjebak.

1. Kesalahan Pleonasme (Mubazir)

Pleonasme terjadi ketika kita menggunakan dua kata atau lebih yang memiliki fungsi atau makna yang sama secara bersamaan.

  • Salah: Para guru-guru berkumpul di aula. (Kata “para” sudah menunjukkan jamak, tidak perlu mengulang kata “guru”).
  • Benar: Para guru berkumpul di aula atau Guru-guru berkumpul di aula.

2. Penggunaan Kata Depan (Preposisi) yang Tidak Tepat

Seringkali kita mencampuradukkan fungsi kata depan seperti “di”, “ke”, atau “daripada”.

  • Salah: Buku itu lebih bagus dari buku ini.
  • Benar: Buku itu lebih bagus daripada buku ini. (Kata “daripada” digunakan untuk perbandingan).

3. Kata Baku dan Tidak Baku

Ini adalah ranah hafalan yang memerlukan ketelitian. Ujian sering menggunakan kata-kata serapan yang salah eja.

  • Tidak Baku: Analisa, Diagnosa, Praktek, Jadual, Resiko.
  • Baku: Analisis, Diagnosis, Praktik, Jadwal, Risiko.

4. Diksi yang Tidak Sesuai Konteks

Terkadang sebuah kata secara gramatikal benar, namun secara makna tidak pas (tidak logis).

  • Salah: Penglihatan anak itu sangat tajam.
  • Benar: Penglihatan anak itu sangat tajam (secara kiasan mungkin benar, tapi dalam konteks medis biasanya digunakan kata tajam untuk indra pendengaran atau jelas untuk visual).

Kumpulan Contoh Soal dan Pembahasan

Paket Soal 1: Pilihan Ganda (Fokus pada Kata Baku)

Soal 1:

Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata baku secara tepat adalah…

A. Jadual pelajaran semester ini sudah dibagikan oleh guru.

B. Ayah sedang pergi ke apotik untuk membeli obat merah.

C. Manajemen perusahaan itu sangat profesional dalam mengelola aset.

D. Kita harus selalu menjaga stamina agar tidak terkena resiko penyakit.

E. Atlit kebanggaan Indonesia itu berhasil meraih medali emas.

Jawaban: C

Pembahasan:

  • A: “Jadual” seharusnya Jadwal.
  • B: “Apotik” seharusnya Apotek.
  • D: “Resiko” seharusnya Risiko.
  • E: “Atlit” seharusnya Atlet.
  • C: Kata “Manajemen” adalah bentuk baku.

Soal 2:

Manakah kalimat yang bebas dari kesalahan penulisan kata serapan?

A. Teknik pengerjaan jembatan itu menggunakan sistem canggih.

B. Sistim pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan.

C. Semua kwitansi pembayaran harus disimpan dengan rapi.

D. Proyek itu sudah masuk ke tahap analisa akhir.

E. Ia memiliki motivasi yang tinggi untuk menjadi enterpreneur.

Jawaban: A

Baca juga:
Kumpulan Contoh Soal MTK UTBK TPS dan TKA Beserta Kunci Jawaban

Pembahasan:

  • B: “Sistim” (Tidak Baku) -> Sistem (Baku).
  • C: “Kwitansi” (Tidak Baku) -> Kuitansi (Baku).
  • D: “Analisa” (Tidak Baku) -> Analisis (Baku).
  • E: “Enterpreneur” (Bahasa Inggris) -> Entrepreneur atau Wirausaha.
  • A: Kata “Teknik” sudah benar.

Paket Soal 2: Fokus pada Pleonasme (Mubazir)

Soal 3:

Identifikasi kalimat yang paling efektif dan tidak mengandung kemubaziran kata!

A. Sejak dari pagi tadi, dia hanya termenung di teras rumah.

B. Banyak orang-orang yang mengantre demi mendapatkan sembako murah.

C. Rapat itu membahas tentang masalah kesejahteraan karyawan.

D. Demi untuk mencapai cita-citanya, ia rela bekerja keras siang malam.

E. Siswa dilarang masuk ke dalam ruang laboratorium tanpa izin.

Jawaban: E

Pembahasan:

  • A: “Sejak” dan “dari” memiliki fungsi serupa. Gunakan salah satu.
  • B: “Banyak” dan “orang-orang” keduanya menunjukkan jamak. Gunakan “Banyak orang”.
  • C: Kata “membahas” adalah verba transitif yang langsung diikuti objek. Hilangkan kata “tentang”.
  • D: “Demi” dan “untuk” bermakna sama. Gunakan salah satu.
  • E: Meskipun ada kata “masuk ke dalam”, dalam konteks ruang, ini sering dianggap dapat diterima, namun jika harus memilih yang paling minim kesalahan redundansi fungsional dibanding opsi lain, E adalah yang terbaik atau setidaknya pilihan lain lebih parah salahnya. (Catatan: Beberapa ahli menganggap “masuk ke dalam” juga pleonasme, tapi dalam ujian kompetensi, fokuslah pada kesalahan yang paling mencolok seperti “sejak dari” atau “banyak orang-orang”).

Paket Soal 3: Kesalahan Konteks dan Preposisi

Soal 4:

Pilihlah kalimat yang penggunaan kata depannya salah!

A. Ia lahir di Jakarta pada tahun 1995.

B. Mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

C. Surat itu dialamatkan kepada pimpinan perusahaan.

D. Masalah itu diserahkan sepenuhnya ke pada pihak kepolisian.

E. Ia lebih memilih diam daripada berdebat tanpa arah.

Jawaban: D

Pembahasan:

Penulisan “ke pada” harusnya digabung menjadi kepada. Penulisan kata depan “ke” yang dipisah hanya berlaku untuk keterangan tempat.

Soal 5:

Kalimat mana yang menggunakan diksi (pilihan kata) yang tidak tepat?

Baca juga:
Inggris Vs Selandia Baru: Gol Kane Pastikan The Three Lions Menang

A. Bunga-bunga di taman mulai bermekaran menyambut musim semi.

B. Polisi berhasil mengamankan tersangka pencurian motor kemarin malam.

C. Ibu menyeduh kopi yang aromanya sangat wangi.

D. Penonton sangat terkesan dengan pertunjukan teater tersebut.

E. Pencuri itu berhasil ditangkap oleh masa yang emosi.

Jawaban: E

Pembahasan:

  • Kata “masa” merujuk pada kurun waktu. Untuk sekumpulan orang, kata yang tepat adalah massa (dengan dua huruf ‘s’).
  • Kata “emosi” adalah kata benda (noun). Seharusnya menggunakan kata sifat yaitu emosional.

Strategi Menjawab Soal Kesalahan Kata dengan Cepat

Dalam ujian yang dibatasi waktu, Anda tidak bisa membaca setiap kata dengan sangat lambat. Gunakan teknik berikut:

1. Teknik “Cari Si Kembar” (Pleonasme)

Cepat pindai kalimat untuk menemukan kata-kata yang maknanya sama berdampingan, seperti:

  • Amat… sangat…
  • Hanya… saja…
  • Agar… supaya…
  • Demi… untuk…
  • Maju ke depan / Mundur ke belakang / Naik ke atas.

2. Cek Imbuhan yang Tidak Luluh

Perhatikan kata dasar yang diawali huruf K, T, S, P. Jika diberi awalan me-, huruf tersebut harus luluh.

  • Salah: Mempengaruhi, Mensukseskan, Mentertawakan.
  • Benar: Memengaruhi, Menyukseskan, Menertawakan.
  • Pengecualian: Kata kluster (konsonan rangkap) seperti “Kritik” menjadi “Mengkritik” (tidak luluh).

3. Perhatikan Logika Kalimat

Beberapa soal menjebak dengan kalimat yang sekilas benar tapi tidak logis.

Contoh: “Waktu dan tempat kami persilakan.”

Logikanya: Waktu dan tempat adalah benda mati, tidak bisa dipersilakan. Yang benar: “Kepada Bapak Kepala Sekolah, kami persilakan.”

Tabel Referensi Kata Baku yang Sering Muncul di Ujian

Untuk memudahkan Anda menghafal, berikut adalah tabel perbandingan kata yang paling sering menjadi jebakan:

Kata Tidak BakuKata Baku (Benar)
Isin / IzinIzin
AktifitasAktivitas
KreatifitasKreativitas
EfektifitasEfektivitas
NasehatNasihat
Ubah / RubahUbah (Rubah adalah binatang)
AntriAntre
KwitansiKuitansi
KwalitasKualitas
IsteriIstri
HutangUtang
SilahkanSilakan
PerduliPeduli
NafasNapas

Latihan Soal Mandiri (Tanpa Pembahasan Langsung)

Cobalah perbaiki kalimat-kalimat di bawah ini sebagai latihan mandiri:

  1. Di dalam pertemuan itu membicarakan tentang anggaran tahunan.
  2. Para hadirin sekalian dimohon untuk segera menempati tempat duduk.
  3. Penyakit itu disebabkan karena bakteri yang berkembang biak dengan cepat.
  4. Nilai-nilai luhur Pancasila harus diimplementasikan didalam kehidupan sehari-hari.
  5. Saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya sendiri.

Analisis Jawaban Latihan Mandiri:

  1. Salah: Penggunaan “Di dalam” di awal kalimat fungsi subjek jadi hilang. Benar: Pertemuan itu membicarakan anggaran tahunan.
  2. Salah: “Para hadirin sekalian” (Mubazir 3 kali: Para, Hadirin, Sekalian). Benar: Hadirin dimohon…
  3. Salah: “Disebabkan karena” (Mubazir). Benar: Disebabkan oleh… atau karena…
  4. Salah: “didalam” harus dipisah menjadi di dalam.
  5. Salah: “Dengan mata kepala sendiri” (Pleonasme, melihat pasti dengan mata). Benar: Saya melihat sendiri kejadian itu.

Baca juga: Sjachroedin ZP Puji Rektor Universitas Teknokrat Indonesia atas Pesatnya Pembangunan Masjid Al Hijrah Kota Baru

Kesimpulan

Menguasai kesalahan penggunaan kata memerlukan latihan yang konsisten. Kuncinya bukan hanya menghafal kamus, tetapi memahami fungsi setiap kata dalam struktur kalimat. Dengan mempelajari pola-pola pleonasme, ketidakbakuan, dan kesalahan preposisi, Anda akan lebih mudah mengeliminasi pilihan jawaban yang salah saat ujian.

Pastikan Anda selalu merujuk pada PUEBI (sekarang kembali ke istilah EYD Edisi V) dan KBBI terbaru sebagai standar tertinggi dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Selamat belajar dan semoga sukses dalam ujian Anda!

Penulis: Aripin

Post Comment