Piagam Jakarta merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah lahirnya dasar negara Indonesia, Pancasila. Banyak siswa yang mempelajari Piagam Jakarta sebagai bagian dari materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah. Untuk memahami lebih dalam tentang isi, sejarah, dan maknanya, diperlukan latihan dalam bentuk contoh soal Piagam Jakarta lengkap dengan pembahasan. Artikel ini akan membahas pengertian Piagam Jakarta, sejarah singkatnya, isi pentingnya, hingga contoh soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang bisa membantu siswa berpikir kritis tentang peran Piagam Jakarta dalam pembentukan Pancasila.
Baca juga: Menguasai Regresi Berganda: Soal Latihan
Apa Itu Piagam Jakarta?
Piagam Jakarta adalah rumusan awal dasar negara Indonesia yang disusun oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945. Dokumen ini menjadi hasil kompromi antara kelompok nasionalis dan kelompok Islam dalam perumusan dasar negara menjelang kemerdekaan.
Isi Piagam Jakarta terdiri atas pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang memuat lima sila Pancasila versi awal. Namun, rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta berbunyi:
“Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”
Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, kalimat tersebut diubah menjadi:
“Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Perubahan ini dilakukan untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia yang memiliki beragam agama dan kepercayaan.
Sejarah Singkat Lahirnya Piagam Jakarta
Pada awal tahun 1945, Jepang menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia untuk menarik simpati rakyat di tengah kekalahan perang. Maka dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Dalam sidang BPUPKI pertama pada bulan Mei–Juni 1945, muncul berbagai usulan tentang dasar negara. Untuk merumuskan hasil akhirnya, dibentuklah Panitia Sembilan, yang beranggotakan:
- Ir. Soekarno
- Drs. Mohammad Hatta
- Mr. A.A. Maramis
- Mr. Achmad Subardjo
- Abikoesno Tjokrosoejoso
- Abdul Kahar Muzakir
- H. Agus Salim
- Mr. Mohammad Yamin
- Wahid Hasyim
Panitia ini kemudian menyusun naskah Piagam Jakarta sebagai rumusan kompromi antara kepentingan agama dan nasionalisme.
Piagam ini disepakati dan menjadi dasar pembahasan dalam perumusan Pembukaan UUD 1945 yang sah hingga kini.
Isi Pokok Piagam Jakarta
Secara garis besar, Piagam Jakarta berisi:
- Pernyataan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa.
- Penegasan tentang perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.
- Pernyataan kemerdekaan Indonesia dan tujuan pembentukan negara.
- Rumusan dasar negara yang terdiri atas lima sila (rumusan awal Pancasila).
Isi sila dalam Piagam Jakarta versi 22 Juni 1945 adalah:
- Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
- Kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Persatuan Indonesia.
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Perubahan dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang untuk mengesahkan UUD 1945. Dalam sidang ini, sila pertama Piagam Jakarta diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Perubahan ini diusulkan oleh Mohammad Hatta setelah mendapat masukan dari perwakilan wilayah Indonesia Timur, yang merasa kalimat awal kurang mencerminkan keanekaragaman agama di Indonesia.
Perubahan ini menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia mengedepankan toleransi, persatuan, dan kebersamaan dalam bernegara.
Makna Penting Piagam Jakarta
Piagam Jakarta memiliki arti penting dalam sejarah bangsa Indonesia karena:
- Menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.
- Menunjukkan semangat kompromi dan toleransi antar golongan.
- Menjadi bukti sejarah bahwa proses pembentukan dasar negara dilakukan secara musyawarah.
- Menggambarkan nilai-nilai nasionalisme dan keagamaan yang berpadu dalam satu tujuan, yaitu kemerdekaan Indonesia.
Contoh Soal Piagam Jakarta Pilihan Ganda
Berikut kumpulan contoh soal Piagam Jakarta lengkap dengan kunci jawabannya.
1. Siapa yang memimpin Panitia Sembilan dalam perumusan Piagam Jakarta?
A. Mohammad Hatta
B. Soekarno
C. Mohammad Yamin
D. Agus Salim
Jawaban: B. Soekarno
Pembahasan:
Ir. Soekarno menjadi ketua Panitia Sembilan yang bertugas menyusun Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.
2. Kapan Piagam Jakarta disahkan oleh Panitia Sembilan?
A. 1 Juni 1945
B. 22 Juni 1945
C. 17 Agustus 1945
D. 18 Agustus 1945
Jawaban: B. 22 Juni 1945
Pembahasan:
Tanggal 22 Juni 1945 menjadi momen penting karena pada hari itulah naskah Piagam Jakarta resmi dirumuskan dan disepakati oleh Panitia Sembilan.
3. Apa perbedaan utama antara Piagam Jakarta dan Pancasila yang berlaku sekarang?
A. Jumlah sila berbeda
B. Letak dan urutan sila berubah
C. Sila pertama mengalami perubahan rumusan
D. Tidak ada perbedaan sama sekali
Jawaban: C. Sila pertama mengalami perubahan rumusan
Pembahasan:
Piagam Jakarta memiliki sila pertama “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, sedangkan versi akhir Pancasila menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
4. Apa tujuan diubahnya kalimat sila pertama dalam Piagam Jakarta?
A. Agar sesuai dengan perintah Jepang
B. Untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia yang majemuk
C. Karena tidak sesuai dengan ajaran Pancasila
D. Supaya lebih singkat dan mudah dihafal
Jawaban: B. Untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia yang majemuk
Pembahasan:
Perubahan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi keberagaman agama dan suku di Indonesia, agar tidak menimbulkan perpecahan.
5. Siapa tokoh yang mengusulkan perubahan sila pertama Piagam Jakarta?
A. Soekarno
B. Mohammad Yamin
C. Mohammad Hatta
D. A.A. Maramis
Jawaban: C. Mohammad Hatta
Pembahasan:
Hatta mengusulkan perubahan setelah mendapat keberatan dari wakil-wakil Indonesia bagian Timur demi menjaga persatuan bangsa.
Contoh Soal Esai Piagam Jakarta
1. Jelaskan makna penting Piagam Jakarta bagi bangsa Indonesia!
Jawaban:
Piagam Jakarta penting karena menjadi dasar rumusan awal Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Piagam ini juga menunjukkan semangat toleransi dan persatuan dalam membentuk negara Indonesia yang berdaulat.
2. Sebutkan tiga nilai yang terkandung dalam Piagam Jakarta!
Jawaban:
- Nilai religius – karena menekankan pentingnya keimanan dan ketuhanan.
- Nilai persatuan – karena menyatukan berbagai golongan untuk membentuk negara.
- Nilai keadilan sosial – karena menegaskan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca juga: Mahasiswa Teknokrat Raih Juara Nasional Lomba Video Pendek Ajang Kompetisi Pemuda Brawijaya 2025
Contoh Soal HOTS Tentang Piagam Jakarta
Soal:
Jika sila pertama Piagam Jakarta tidak diubah, bagaimana dampaknya terhadap persatuan bangsa Indonesia saat itu?
Jawaban (Contoh Jawaban Terbuka):
Kemungkinan besar akan muncul perpecahan antara kelompok agama karena ada anggapan bahwa negara hanya berpihak pada satu golongan. Perubahan menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” membuat semua warga merasa dihargai dan diakui tanpa membedakan agama.
Soal ini termasuk HOTS, karena mendorong siswa berpikir kritis, menilai sebab-akibat, dan memahami makna toleransi dalam sejarah bangsa.
Penulis: Dena Triana



Post Comment