Kumpulan Soal Pilihan Ganda Novel Sejarah Kemelut di Majapahit untuk Kelas 12 SMA

Halo, Sobat Pelajar kelas 12! Bagaimana persiapannya menghadapi ujian Bahasa Indonesia? Salah satu materi yang paling menarik sekaligus menantang di tingkat akhir SMA adalah Novel Sejarah. Mengapa menarik? Karena kita diajak masuk ke lorong waktu masa lalu. Mengapa menantang? Karena kita harus mampu membedakan mana fakta sejarah yang benar-benar terjadi dan mana imajinasi penulis yang ditambahkan untuk mempercantik cerita.

Baca juga:Kumpulan Contoh Soal Membuat Grafik Batang, Garis, dan Lingkaran

Salah satu novel sejarah yang menjadi “langganan” dalam kurikulum kita adalah Kemelut di Majapahit karya S.H. Mintardja. Novel ini berlatar belakang masa awal berdirinya Kerajaan Majapahit, tepatnya setelah Raden Wijaya naik takhta. Konflik politik, perebutan pengaruh, hingga intrik di dalam istana menjadi bumbu utama yang membuat novel ini sangat seru untuk dibedah.

Untuk membantumu lebih memahami isi, struktur, dan kaidah kebahasaan novel ini, berikut adalah kumpulan soal pilihan ganda yang telah disusun khusus untuk siswa kelas 12 SMA. Yuk, kita asah kemampuan literasi kita!

Bagian 1: Memahami Isi dan Konflik Tokoh

Soal 1: Novel sejarah Kemelut di Majapahit karya S.H. Mintardja mengambil latar waktu pada masa pemerintahan… A. Jayanegara B. Raden Wijaya C. Hayam Wuruk D. Tribhuwana Tunggadewi E. Gajah Mada Kunci Jawaban: B Pembahasan: Cerita ini bermula pada masa awal berdirinya Majapahit ketika Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) baru saja naik takhta.

🔖 Baca juga:
Contoh Soal Utang Garansi dan Jurnal Akuntansinya (Mudah Dipahami)

Soal 2: Pemicu utama terjadinya kemelut atau konflik dalam novel tersebut adalah… A. Penyerangan tentara Tartar (Mongol) ke tanah Jawa. B. Perebutan takhta antara putra-putra Raden Wijaya. C. Ketidakpuasan Ronggo Lawe atas pengangkatan Nambi sebagai Patih Amangkubumi. D. Keinginan Dyah Gayatri untuk menjadi permaisuri utama. E. Adanya mata-mata dari Kerajaan Kediri di dalam istana Majapahit. Kunci Jawaban: C Pembahasan: Ronggo Lawe merasa Nambi tidak lebih berjasa darinya, sehingga ia merasa keputusan raja tidak adil.

Soal 3: Tokoh Ronggo Lawe digambarkan sebagai sosok yang memiliki watak… A. Lemah lembut dan penuh pertimbangan. B. Penakut dan suka menghasut secara diam-diam. C. Setia namun mudah meledak amarahnya (keras kepala). D. Ambisius dan licik demi mendapatkan takhta raja. E. Pengecut dan selalu melarikan diri dari tanggung jawab. Kunci Jawaban: C Pembahasan: Ronggo Lawe adalah ksatria yang setia, namun sifatnya yang lugas dan emosional membuatnya berani menentang raja secara terbuka.

Soal 4: Siapakah sosok yang dibawa dari Melayu melalui ekspedisi Pamalayu dan kemudian memicu persaingan di lingkungan istri-istri raja? A. Dyah Tribhuwana B. Dyah Gayatri C. Dyah Dara Pethak D. Dyah Narendraduhita E. Dyah Prajnaparamita Kunci Jawaban: C Pembahasan: Dara Pethak adalah putri dari Melayu yang kecantikannya membuat permaisuri lain merasa terancam posisinya di hati raja.

Soal 5: Nilai moral yang dapat dipetik dari tokoh Raden Wijaya dalam menghadapi tuntutan Ronggo Lawe adalah… A. Kekuasaan adalah segalanya. B. Kebijaksanaan dalam menjaga wibawa hukum meski terhadap sahabat sendiri. C. Seorang raja harus selalu mengalah pada keinginan bawahan. D. Balas dendam adalah cara terbaik menyelesaikan masalah. E. Mengabaikan nasihat para tetua istana. Kunci Jawaban: B Pembahasan: Raden Wijaya berada di posisi sulit karena Ronggo Lawe adalah sahabatnya, namun ia tetap teguh pada keputusannya demi stabilitas negara.

Bagian 2: Struktur dan Kaidah Kebahasaan

Soal 6: Bagian dalam novel sejarah yang berisi pengenalan situasi cerita, tokoh, dan hubungan antar tokoh disebut… A. Rising action B. Komplikasi C. Eksposisi (Orientasi) D. Resolusi E. Koda Kunci Jawaban: C Pembahasan: Orientasi atau eksposisi adalah bagian pembuka yang memperkenalkan latar dan karakter.

Soal 7: Perhatikan kutipan berikut: “Mendengar berita itu, sang adipati bangkit dari duduknya. Wajahnya merah padam, tangannya mengepal keras.” Kutipan di atas menggambarkan tahap alur… A. Pengenalan situasi B. Menuju konflik (Rising Action) C. Puncak konflik (Klimaks) D. Penyelesaian E. Penutup Kunci Jawaban: B Pembahasan: Adanya emosi yang mulai memuncak menunjukkan cerita sedang bergerak menuju konflik yang lebih besar.

Soal 8: Novel sejarah sering menggunakan kata-kata arkais. Makna kata “Arkas” atau “Arkais” adalah… A. Kata-kata gaul masa kini. B. Kata-kata serapan dari bahasa Inggris. C. Kata-kata kuno yang sudah jarang digunakan. D. Kata-kata yang bermakna ganda. E. Kata-kata teknis dalam dunia medis. Kunci Jawaban: C Pembahasan: Penulis menggunakan kata arkais (seperti: patih, upeti, mangkubumi) untuk membangun atmosfer masa lalu.

Soal 9: Manakah di bawah ini yang merupakan kelompok kata sifat (adjektiva) yang sering muncul dalam novel sejarah untuk menggambarkan suasana peperangan? A. Gaduh, mencekam, riuh. B. Berjalan, berlari, melompat. C. Meja, kursi, pedang. D. Dan, atau, tetapi. E. Sangat, agak, paling. Kunci Jawaban: A Pembahasan: Kata sifat digunakan untuk mendeskripsikan suasana atau watak tokoh.

Soal 10: Kalimat yang menggunakan konjungsi temporal (urutan waktu) di bawah ini adalah… A. Raja sangat bijaksana dalam memimpin. B. Setelah mendengar kabar itu, Ronggo Lawe segera menyiapkan pasukannya. C. Mengapa Nambi yang dipilih menjadi patih? D. Rakyat Majapahit hidup makmur dan tenteram. E. Pedang itu sangat tajam dan berkilau. Kunci Jawaban: B Pembahasan: Kata “Setelah” menunjukkan urutan waktu kejadian.

Tips Belajar Novel Sejarah untuk Ujian

Sobat Pelajar, mengerjakan soal pilihan ganda memang butuh ketelitian. Berikut tips singkat agar kamu sukses:

  1. Kenali Peta Tokoh: Dalam novel Kemelut di Majapahit, banyak nama yang terdengar mirip. Buatlah catatan kecil: Siapa itu Nambi? Siapa itu Kebo Anabrang? Siapa saja istri Raden Wijaya?
  2. Bedah Fakta vs Fiksi: Ingat bahwa S.H. Mintardja menambahkan dialog-dialog imajiner untuk memperkuat emosi. Jangan kaget jika ada detail yang sedikit berbeda dengan buku pelajaran sejarahmu.
  3. Pahami Makna Kata: Jangan lewatkan glosarium atau catatan kaki jika ada kata-kata bahasa Jawa kuno atau istilah istana. Biasanya, soal kebahasaan akan menanyakan makna kata tersebut.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Bekali Siswa SMKN 8 Bandar Lampung Keterampilan Professional Secretary

Kesimpulan

Mempelajari novel Kemelut di Majapahit membuat kita belajar bahwa sejarah bukan sekadar deretan tahun dan nama, tetapi tentang manusia dengan segala emosinya—rasa tidak adil, kesetiaan, dan tanggung jawab. Dengan berlatih soal-soal di atas, semoga kamu semakin siap menghadapi ujian dan semakin mencintai khazanah sastra sejarah Indonesia.

Penulis: marfel

Post Comment