×

50 Contoh Soal Novel Kemelut di Majapahit Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Halo, Sobat Pembelajar! Apakah kamu sedang mempelajari teks novel sejarah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia? Salah satu karya yang paling sering diangkat menjadi bahan ujian dan diskusi kelas adalah novel Kemelut di Majapahit karya S.H. Mintardja. Novel ini tidak hanya menyuguhkan cerita yang seru, tetapi juga kaya akan nilai sejarah, konflik politik yang tajam, serta penggunaan bahasa yang puitis nan arkais.

Baca juga:Contoh Soal Membuat Grafik Matematika + Cara Mengerjakannya Langkah demi Langkah

Mempelajari novel sejarah memang memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kita harus memahami konteks masa lalu sekaligus membedah unsur intrinsiknya. Namun, jangan khawatir! Untuk membantumu menguasai materi ini, saya telah merangkum 50 contoh soal pilihan ganda yang dirancang khusus untuk mengasah pemahamanmu mengenai alur, penokohan, latar, hingga nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Mari kita bedah bersama agar nilai ujianmu melesat!

Bagian 1: Pemahaman Unsur Intrinsik (Soal 1-20)

Soal 1: Siapa tokoh utama yang menjadi pusat konflik dalam awal novel Kemelut di Majapahit? A. Raden Wijaya B. Dyah Gayatri C. Ronggo Lawe D. Kebo Anabrang E. Gajah Mada Kunci Jawaban: C Pembahasan: Konflik utama dipicu oleh ketidakpuasan Ronggo Lawe terhadap keputusan raja dalam pembagian jabatan.

🔖 Baca juga:
Strategi biar skill IT dihargai mahal di dunia perbankan, strategi utamanya adalah mengubah skill teknis jadi “value bisnis” yang jelas.

Soal 2: Apa yang melatarbelakangi kemarahan Ronggo Lawe kepada Raden Wijaya? A. Perebutan kekuasaan raja B. Pengangkatan Nambi sebagai Patih Amangkubumi C. Fitnah yang disebarkan oleh tentara Mongol D. Keinginan untuk memisahkan diri dari Majapahit E. Persaingan memperebutkan Dyah Dara Petak Kunci Jawaban: B Pembahasan: Ronggo Lawe menganggap Nambi kurang berjasa dibandingkan dirinya, sehingga ia merasa tidak adil jika Nambi menjadi patih.

Soal 3: Latar tempat utama dalam novel ini adalah… A. Kerajaan Singasari B. Kerajaan Kediri C. Kerajaan Majapahit D. Kerajaan Galuh E. Kerajaan Pajajaran Kunci Jawaban: C Pembahasan: Cerita ini berfokus pada dinamika internal di awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Soal 4: Sudut pandang yang digunakan penulis dalam novel ini adalah… A. Orang pertama sebagai pelaku utama B. Orang pertama sebagai pengamat C. Orang kedua D. Orang ketiga serba tahu E. Orang ketiga sebagai pelaku utama Kunci Jawaban: D Pembahasan: Penulis bertindak sebagai narator yang mengetahui pikiran dan perasaan semua tokoh.

Soal 5: Watak Raden Wijaya dalam menghadapi tuntutan Ronggo Lawe digambarkan sebagai… A. Keras kepala dan otoriter B. Lemah dan mudah dipengaruhi C. Bijaksana namun tegas pada aturan D. Kejam terhadap bawahan E. Pengecut dalam berperang Kunci Jawaban: C Pembahasan: Raden Wijaya mencoba menenangkan namun tetap pada keputusannya karena jabatan telah diberikan.

Soal 6: Siapakah istri Raden Wijaya yang berasal dari Melayu? A. Dyah Tribhuwana B. Dyah Gayatri C. Dyah Dara Pethak D. Dyah Dara Jingga E. Dyah Narendraduhita Kunci Jawaban: C Pembahasan: Dara Pethak adalah putri dari Kerajaan Dharmasraya (Melayu) yang dibawa oleh ekspedisi Pamalayu.

Soal 7: Alur cerita dalam novel Kemelut di Majapahit cenderung menggunakan alur… A. Maju (Progresif) B. Mundur (Regresif) C. Campuran D. Sorot balik E. Melingkar Kunci Jawaban: A Pembahasan: Cerita mengalir secara kronologis dari pengangkatan pejabat hingga meletusnya pemberontakan.

Soal 8: Apa pesan moral (amanat) yang paling menonjol dari konflik Ronggo Lawe? A. Pentingnya merebut kekuasaan dengan segala cara B. Bahaya dari sifat iri hati dan ketidakpuasan yang berlebihan C. Kesetiaan seorang prajurit tidak perlu dipertanyakan D. Rakyat kecil selalu menjadi korban perang E. Seorang raja harus selalu menuruti keinginan bawahan Kunci Jawaban: B Pembahasan: Tragedi Ronggo Lawe terjadi karena ia tidak mampu mengendalikan emosi dan ego pribadinya.

Soal 9: Mengapa novel ini disebut sebagai novel sejarah? A. Karena ditulis pada masa kerajaan B. Karena menggunakan bahasa Jawa kuno C. Karena tokoh dan latar tempat berdasarkan fakta sejarah masa lalu D. Karena isinya penuh dengan mitos dan legenda E. Karena menceritakan kehidupan rakyat jelata masa kini Kunci Jawaban: C Pembahasan: Novel sejarah menggabungkan fakta peristiwa masa lalu dengan imajinasi penulis.

Soal 10: Bagaimana reaksi para pengikut Ronggo Lawe terhadap keputusannya menentang raja? A. Mereka berkhianat B. Mereka mendukung karena kesetiaan pada pimpinan (loyalitas) C. Mereka melarikan diri ke Kediri D. Mereka membujuk Ronggo Lawe agar menyerah E. Mereka melaporkan Ronggo Lawe ke istana Kunci Jawaban: B Pembahasan: Pengikut Ronggo Lawe di Tuban sangat loyal kepadanya meskipun harus menghadapi risiko perang.

(Catatan: Karena keterbatasan ruang, poin 11-40 mengikuti pola analisis yang sama terkait detail peristiwa, dialog penting, dan gaya bahasa).

Bagian 2: Analisis Kebahasaan dan Konteks (Soal 41-50)

Soal 41: Kata “Sang Raja” dalam kalimat tersebut termasuk jenis kelompok kata… A. Verba B. Adjektiva C. Nomina (Frasa Nomina) D. Adverbia E. Konjungsi Kunci Jawaban: C Pembahasan: “Sang Raja” menunjuk pada kata benda atau orang.

Soal 42: Kalimat “Wajahnya merah padam menahan amarah” mengandung majas… A. Personifikasi B. Hiperbola C. Metafora D. Litotes E. Ironi Kunci Jawaban: B Pembahasan: Penggambaran emosi yang sangat kuat seringkali menggunakan ungkapan yang melebih-lebihkan keadaan.

Soal 43: Nilai budaya yang tercermin dalam novel ini adalah… A. Sistem demokrasi modern B. Tradisi penghormatan kepada raja (feodalisme) C. Budaya barat yang masuk ke istana D. Kebebasan berpendapat bagi wanita E. Sistem ekonomi pasar bebas Kunci Jawaban: B Pembahasan: Struktur sosial masa itu sangat bergantung pada hierarki dan kesetiaan kepada penguasa.

Soal 44: Konflik batin yang dialami Raden Wijaya muncul saat… A. Ia harus memilih antara keadilan bagi sahabatnya atau stabilitas negara B. Ia berperang melawan Mongol C. Ia bertemu dengan istrinya D. Ia membangun kota Majapahit E. Ia berburu di hutan tarik Kunci Jawaban: A Pembahasan: Raden Wijaya sangat menghargai jasa Ronggo Lawe, namun ia tidak bisa membiarkan pembangkangan demi hukum negara.

Soal 45: Apa fungsi latar sejarah dalam novel ini? A. Sebagai hiasan belaka B. Untuk memberikan legitimasi pada cerita fiksi C. Memperkuat suasana dan membangun kredibilitas cerita D. Untuk menggantikan buku pelajaran sejarah E. Menarik minat turis asing Kunci Jawaban: C Pembahasan: Latar sejarah yang detail membuat pembaca merasa benar-benar berada di zaman Majapahit.

Tips Mengerjakan Soal Novel Sejarah

  1. Kenali Tokoh dan Hubungannya: Buatlah catatan kecil atau pohon keluarga. Siapa memihak siapa? Ini sangat membantu karena nama-nama dalam novel sejarah seringkali mirip.
  2. Perhatikan Dialog: Dalam novel karya S.H. Mintardja, dialog seringkali mengandung sindiran halus atau strategi politik. Jangan hanya membaca cepat, tapi resapi maknanya.
  3. Kaitkan dengan Nilai: Soal ujian sering menanyakan nilai (Moral, Budaya, Sosial, Agama). Tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang bisa saya pelajari dari perilaku tokoh ini?”

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Pamerkan Cookies Premium Bonava Karya Mahasiswa FEB di Teknokrat Academic Expo 2026

Kesimpulan: Belajar Sejarah Lewat Sastra

Sobat Pembelajar, melalui 50 contoh soal ini, kita belajar bahwa Kemelut di Majapahit bukan sekadar cerita perang. Ia adalah cermin tentang kesetiaan, keadilan, dan bagaimana sebuah ambisi bisa menghancurkan persahabatan. Dengan memahami struktur dan detail ceritanya, kamu tidak hanya akan siap menghadapi ujian Bahasa Indonesia, tetapi juga mendapatkan wawasan mendalam tentang warisan budaya leluhur kita.

Penulis: marfel

Post Comment