Contoh Soal Operating Lease dan Cara Pencatatannya dalam Akuntansi

Contoh Soal Operating Lease dan Cara Pencatatannya dalam Akuntansi

Operating lease adalah salah satu konsep penting dalam akuntansi yang sering muncul dalam laporan keuangan, studi kasus, dan ujian akuntansi. Bagi mahasiswa akuntansi maupun akuntan profesional, memahami operating lease tidak hanya berarti mengetahui definisi, tetapi juga mampu melakukan pencatatan jurnal, menghitung beban sewa, dan menganalisis pengaruhnya terhadap laporan laba rugi dan neraca. Artikel ini menyajikan contoh soal operating lease beserta cara pencatatannya dalam akuntansi, lengkap dengan penjelasan dan pembahasan. Artikel ini dibuat SEO friendly, mudah dipahami, dan cocok untuk latihan ujian maupun pembelajaran mandiri.

Baca juga:Kumpulan Contoh Soal Modulasi Gelombang untuk SMA dan

Pengertian Operating Lease

Operating lease adalah kontrak sewa di mana penyewa (lessee) menggunakan aset milik pihak lain (lessor) tanpa mendapatkan hak kepemilikan penuh atas aset tersebut. Ciri utama operating lease adalah:

  • Risiko dan manfaat kepemilikan tetap berada pada lessor.
  • Pembayaran sewa dicatat sebagai beban operasional di laporan laba rugi.
  • Aset tidak dicatat sebagai milik penyewa di neraca (versi lama), namun menurut PSAK 73 dan IFRS 16, right-of-use asset dan lease liability harus diakui di neraca.
  • Umumnya digunakan untuk kendaraan, gedung, mesin, atau peralatan kantor yang sering diperbarui atau diganti.

Pentingnya Memahami Operating Lease

Bagi mahasiswa akuntansi dan profesional:

  1. Memahami pencatatan jurnal untuk berbagai jenis aset.
  2. Mengetahui perbedaan operating lease dan finance lease.
  3. Mampu menghitung beban sewa, depresiasi, dan bunga lease liability.
  4. Mengetahui pengaruh sewa terhadap laporan laba rugi dan neraca.
  5. Siap menghadapi soal ujian akuntansi atau studi kasus praktis.

Ciri-Ciri Operating Lease

  1. Risiko dan manfaat tetap di lessor: Penyewa tidak menanggung depresiasi besar atau risiko kerusakan.
  2. Jangka waktu lebih pendek dibanding umur aset: Aset biasanya dikembalikan sebelum habis masa ekonomisnya.
  3. Beban dicatat di laporan laba rugi: Pembayaran sewa diakui sebagai beban operasional.
  4. Aset tidak dicatat di neraca (versi lama): Standar baru PSAK 73/IFRS 16 mengharuskan pengakuan right-of-use asset dan lease liability.
  5. Fleksibilitas penggunaan aset: Perusahaan bisa menggunakan aset tanpa membeli atau menanggung risiko kepemilikan.

Perbedaan Operating Lease dan Finance Lease

AspekOperating LeaseFinance Lease
Kepemilikan AsetTetap milik lessorBeralih ke lessee secara penuh atau sebagian
Pencatatan NeracaTidak dicatat (versi lama), baru dicatat sebagai right-of-use asset dan lease liabilityDicatat sebagai aset dan kewajiban
Laporan Laba RugiBeban sewaBunga + amortisasi aset
Risiko & ManfaatTetap di lessorSebagian besar risiko di lessee
Jangka WaktuLebih pendekMendekati umur aset

Contoh Soal Pilihan Ganda Operating Lease

Soal 1

Ciri utama operating lease adalah …
A. Aset dicatat sebagai milik penyewa
B. Risiko dan manfaat tetap di lessor
C. Menghasilkan pendapatan di laporan laba rugi
D. Pembayaran sewa dicatat sebagai aset tetap
Jawaban: B
Pembahasan: Dalam operating lease, penyewa menggunakan aset tanpa menanggung risiko dan manfaat kepemilikan, sehingga risiko tetap di lessor.

🔖 Baca juga:
Kumpulan Contoh Soal Interferensi Celah Tunggal untuk Fisika SMA Beserta Jawabannya

Soal 2

Pembayaran sewa dalam operating lease dicatat sebagai …
A. Beban operasional
B. Aset tetap
C. Kewajiban jangka panjang
D. Pendapatan ditunda
Jawaban: A
Pembahasan: Pembayaran sewa dicatat sebagai beban operasional karena penyewa tidak memiliki aset secara penuh.

Soal 3

Salah satu contoh aset yang dapat disewakan melalui operating lease adalah …
A. Gedung kantor
B. Kendaraan perusahaan
C. Mesin produksi
D. Semua jawaban benar
Jawaban: D
Pembahasan: Berbagai jenis aset bisa disewakan melalui operating lease tergantung kontrak sewa.

Soal 4

Perbedaan utama finance lease dengan operating lease adalah …
A. Finance lease selalu jangka pendek
B. Finance lease dicatat sebagai aset dan kewajiban
C. Operating lease selalu menguntungkan lessee
D. Finance lease tidak dicatat di laporan laba rugi
Jawaban: B
Pembahasan: Finance lease dicatat di neraca karena lessee memperoleh sebagian besar risiko dan manfaat kepemilikan.

Soal 5

Manfaat utama operating lease bagi perusahaan adalah …
A. Mengurangi kebutuhan modal untuk membeli aset
B. Menambah aset tetap di neraca
C. Menghilangkan kewajiban pajak
D. Mengurangi biaya administrasi
Jawaban: A
Pembahasan: Perusahaan bisa menggunakan aset tanpa membeli sehingga tidak mengikat modal besar.

Contoh Soal Isian dan Jawaban

Soal 1

Apa yang dimaksud dengan right-of-use asset dalam operating lease?
Jawaban: Aset hak guna pakai yang diakui di neraca sesuai PSAK 73/IFRS 16 sebagai representasi penggunaan aset sewaan selama kontrak berjalan.

Soal 2

Sebutkan dua komponen beban sewa dalam laporan laba rugi untuk operating lease!
Jawaban: 1) Beban bunga atas lease liability 2) Depresiasi/amortisasi right-of-use asset

Soal 3

Perusahaan menyewa gedung selama 5 tahun dengan pembayaran Rp 100.000.000 per tahun. Bagaimana pencatatan awal menurut PSAK/IFRS terbaru?
Jawaban:

  • Debit Right-of-use asset Rp 500.000.000
  • Kredit Lease liability Rp 500.000.000

Soal 4

Sebutkan risiko yang tetap ditanggung lessor dalam operating lease.
Jawaban: Risiko kerusakan aset, depresiasi nilai aset, biaya pemeliharaan dan perbaikan aset.

Soal 5

Jika perusahaan membayar sewa Rp 10.000.000 per bulan, bagaimana beban sewa dicatat di laporan laba rugi?
Jawaban: Beban bulan itu terdiri dari beban bunga lease liability dan depresiasi right-of-use asset sesuai metode amortisasi.

Contoh Soal Perhitungan Operating Lease

Soal 1

Perusahaan menyewa mesin melalui operating lease 3 tahun dengan total pembayaran Rp 360.000.000. Hitung nilai beban tahunan.
Jawaban: Beban tahunan = 360.000.000 ÷ 3 = Rp 120.000.000

Soal 2

Jika pembayaran sewa Rp 5.000.000 per bulan, hitung total beban operasional per tahun.
Jawaban: 12 × 5.000.000 = Rp 60.000.000

Soal 3

Sebuah kendaraan disewa selama 2 tahun dengan pembayaran Rp 12.000.000 per tahun. Hitung beban per bulan.
Jawaban: 12.000.000 ÷ 12 = Rp 1.000.000 per bulan

Soal 4

Perusahaan menyewa peralatan kantor Rp 6.000.000 per bulan. Jika laporan keuangan dibuat per semester, hitung total beban semester.
Jawaban: 6 × 6.000.000 = Rp 36.000.000

Soal 5

Sebuah perusahaan membayar sewa mesin Rp 15.000.000 per bulan selama 2 tahun. Hitung total beban sewa.
Jawaban: 24 × 15.000.000 = Rp 360.000.000

Contoh Pencatatan Jurnal Operating Lease

Jurnal Bulanan (Versi Lama)

Perusahaan menyewa kendaraan Rp 3.000.000 per bulan:

  • Debit Beban Sewa Rp 3.000.000
  • Kredit Kas/Bank Rp 3.000.000

Jurnal Tahunan (Versi PSAK 73/IFRS 16)

Sewa gedung selama 5 tahun Rp 100.000.000 per tahun:
Pengakuan awal:

  • Debit Right-of-use asset Rp 500.000.000
  • Kredit Lease liability Rp 500.000.000
    Pembayaran tahun pertama:
  • Debit Lease liability Rp 100.000.000
  • Kredit Kas/Bank Rp 100.000.000
    Beban di laba rugi:
  • Beban bunga lease liability + depresiasi aset sewa

Jurnal Bulanan Sewa Peralatan

  • Debit Beban Sewa Rp 6.000.000
  • Kredit Kas/Bank Rp 6.000.000

Jurnal Sewa Mesin 2 Tahun

  • Debit Beban Sewa Rp 15.000.000
  • Kredit Kas/Bank Rp 15.000.000

Tips Mahasiswa dan Praktisi Akuntansi

  1. Pahami konsep dasar: operating lease vs finance lease.
  2. Latih pencatatan jurnal bulanan, tahunan, dan simulasi perhitungan.
  3. Gunakan aset nyata sebagai contoh latihan: kendaraan, gedung, mesin, peralatan kantor.
  4. Pelajari standar terbaru PSAK 73/IFRS 16 untuk memahami pengakuan right-of-use asset dan lease liability.
  5. Latihan soal rutin agar siap menghadapi ujian dan studi kasus akuntansi.

Baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Borong Juara Nasional di ANFEST 2026

Kesimpulan

Operating lease adalah kontrak sewa di mana penyewa menggunakan aset tanpa kepemilikan penuh, dan risiko serta manfaat tetap berada pada lessor. Artikel ini menyajikan contoh soal operating lease dan cara pencatatannya dalam akuntansi, mulai dari pilihan ganda, isian, uraian, perhitungan, hingga jurnal akuntansi. Dengan memahami konsep dan cara pencatatan yang benar, mahasiswa akuntansi dan profesional dapat menghadapi ujian, audit, dan praktik bisnis dengan lebih percaya diri.

Penulis: Maharani Noeralifa

Post Comment