Atlético vs Barcelona menjadi pertandingan paling dinanti pada jornada ke-12 LaLiga EA Sports. Kedua tim bertemu di Stadion Metropolitano, Minggu, mulai pukul 16.00 waktu Bolivia. Laga ini bukan sekadar duel biasa karena hanya dua poin memisahkan keduanya di papan atas klasemen.
Barcelona datang sebagai pemuncak klasemen sekaligus juara bertahan, sedangkan Atlético berstatus penantang. Dari 33 poin yang sudah diperebutkan dalam sebelas jornada, selisih kedua tim sangat tipis. Konsekuensinya jelas: kemenangan akan langsung mengubah siapa yang berhak menempati puncak.
Atlético Datang dengan Modal Tujuh Kemenangan Beruntun
Modal tuan rumah cukup meyakinkan. Atlético mencatat tujuh kemenangan beruntun di LaLiga, meski kekalahan terakhir dari Bayern Munich sempat memunculkan kembali kerumitan lama. Catatan kontra Barcelona di liga pun kurang mengenakkan: hanya satu kemenangan dari sepuluh duel terakhir sebelum menjamu tim azulgrana di Metropolitano.
Di sisi lain, Metropolitano tetap menjadi benteng yang membuat Atlético merasa kuat. Dukungan penuh suporter diyakini menjadi energi tambahan untuk membalik keadaan di puncak klasemen.
Luka Lama Konflik Julián Álvarez
Pertemuan ini juga dibayangi kisah panas musim panas lalu soal Julián Álvarez. Penyerang Argentina itu menjadi pusat konflik publik sejak Juni, terus diincar Barcelona, dan sempat menyatakan keinginannya untuk pindah. Ketegangan meningkat pada Juli dan memuncak pada Agustus.
Pada akhirnya, tak ada transfer yang terwujud dan Álvarez tetap bertahan di Atlético. Kini ia kembali menjadi ujung tombak utama tim tuan rumah saat menghadapi Barcelona, sama seperti perannya pada dua pertemuan musim lalu.
Drama Dua Pertemuan Musim Lalu
Musim lalu, kedua tim bertemu dua kali dengan tensi tinggi. Di perempat final Liga Champions, duel berlangsung sengit dengan skor 0-2 pada leg pertama dan 1-2 pada leg kedua. Keduanya juga bersua di semifinal Copa del Rey.
Di kompetisi domestik itu, Atlético menang 4-0 di Metropolitano, sementara Barcelona membalas dengan kemenangan 3-0 di Camp Nou. Kombinasi emosi, ketegangan, dan permainan berkualitas itulah yang kini kembali menyatu di Metropolitano.
Kondisi Skuad dan Perkiraan Susunan Pemain
Atlético Madrid
Atlético hanya kehilangan Cristian ‘Cuti’ Romero yang absen untuk pertandingan keempat beruntun akibat cedera. Tim tuan rumah mendapat kembali Johnny Cardoso dan Morten Hjulmand sebagai opsi di lini tengah, meski Koke Resurrección tetap menjadi pilihan paling andal.
Koke diprediksi langsung menjadi starter setelah kembali tampil melawan Bayern usai lima laga absen. Pablo Barrios tak tergantikan di lini tengah, Marcos Llorente kembali turun ke pertahanan bersama Marc Pubill, David Hancko, dan Alejandro Grimaldo. Kang in Lee diproyeksikan bermain di belakang Julián Álvarez, didukung Álex Baena dan Giuliano Simeone.
Barcelona
Barcelona datang dengan sejumlah pemain absen. Kehilangan Rodrigo Hernández terasa paling sensitif bagi pelatih Hansi Flick, ditambah absennya Jules Kounde dan Xavi Espart di lini belakang serta Dani Olmo dan Roony Bardghji di lini depan.
Meski begitu, Eric García dan Andreas Christensen kembali berlatih bersama tim. Perkiraan susunan pemain Barcelona: Joan García; Eric García, Pau Cubarsí, Gerard Martín, Joao Cancelo; Frenkie de Jong, Pedri González; Lamine Yamal, Fermín López, Anthony Gordon; dan Raphinha.
Revanans dan Ketajaman Raphinha–Lamine Yamal
Barcelona berambisi membalas kekalahan di Metropolitano sekaligus mengulang dua kemenangan pada LaLiga musim lalu, yakni 3-1 dan 1-2. Kemenangan juga membuat mereka menjaga posisi puncak selama jeda internasional, menjauh lima poin dari rival langsung, dan memberi pukulan otoritas pertama musim ini.
Sejauh ini Barcelona menang pada 13 dari 15 laga, tetapi kalah dari dua lawan terberatnya, PSG (4-2) dan Real Madrid (1-2). Ketajaman menjadi senjata utama: Raphinha mengoleksi 19 gol dalam 13 pertandingan, sedangkan Lamine Yamal menyusul dengan 13 gol dari 15 laga.
Sebaliknya, kelemahan Barcelona terletak pada soliditas pertahanan. Celah itulah yang coba dimanfaatkan Atlético, terutama lewat transisi cepat dan permainan di sisi sayap, persis seperti yang mereka lakukan pada musim lalu.
Sumber referensi: diez.bo