Sekolapedia – 08 November 2026 | Pertandingan panas antara hornets vs celtics di ajang NBA Cup kembali menyajikan drama kelas tinggi yang memperlihatkan perbedaan kelas yang mencolok antara kedua tim. Boston Celtics tampil dengan performa yang sangat meyakinkan saat bertandang ke markas Charlotte Hornets, mengamankan kemenangan telak dengan skor akhir 119-80. Kemenangan ini tidak hanya menegaskan dominasi Boston, tetapi juga menandai kembalinya identitas Celtics sebagai tim penembak jarak jauh yang mematikan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas dalam duel hornets vs celtics ini langsung terasa tinggi. Boston Celtics, di bawah asuhan pelatih Joe Mazzulla, menunjukkan kembali reputasi mereka sebagai tim yang berani melepaskan tembakan tiga angka dari berbagai sudut lapangan. Setelah sempat mengalami penurunan efisiensi tembakan jarak jauh pada beberapa pekan awal musim, Celtics seolah menemukan ritme terbaik mereka dalam laga ini.
| Statistik Kunci | Hasil Pertandingan |
|---|---|
| Skor Akhir | Celtics 119 – 80 Hornets |
| Total Tembakan 3 Angka | 24 dari 44 (54.5%) |
| Rekor Babak Pertama (3P) | 17 Tembakan Berhasil |
| Status Grup | Celtics (2-0) di Grup C |
Bintang utama Boston, Jayson Tatum, menjadi aktor utama di balik kemenangan besar ini. Tatum, yang sebelumnya sempat mengalami kesulitan dalam akurasi tembakan tiga angka, tampil luar biasa dengan mencetak 34 poin. Ia mencatatkan efisiensi tembakan yang sangat tinggi, yakni 9 dari 16 tembakan lapangan, serta memberikan kontribusi signifikan melalui 9 assist dan 8 rebound. Menariknya, Tatum sudah mencetak 24 poin hanya dalam babak pertama, sebuah performa yang membuat Joe Mazzulla sangat terkesan.
“Biasanya, untuk mendapatkan angka sebanyak itu di babak pertama, pemain cenderung mengambil tembakan spekulatif atau tembakan yang buruk. Namun, saya tidak melihat dia mengambil satu pun tembakan buruk di babak pertama. Saya rasa permainan inilah yang menemukannya,” ujar Mazzulla setelah pertandingan. Tatum sendiri mengakui bahwa ia berhasil membaca celah pertahanan lawan yang cenderung memberikan ruang di area luar.
Di sisi lain, Charlotte Hornets tampak kesulitan membendung serangan bertubi-tubi dari lini depan Celtics. Meskipun memiliki pemain potensial seperti Brandon Miller dan Grayson Allen, strategi pertahanan mereka gagal meredam momentum serangan balik Boston. Dalam dinamika hornets vs celtics kali ini, Hornets terlihat tertinggal jauh dalam hal koordinasi pertahanan terhadap tembakan perimeter.
Keberhasilan Boston mencetak 17 tembakan tiga angka hanya di babak pertama juga berhasil menyamai rekor franchise mereka. Efisiensi tembakan tiga angka mencapai angka fantastis 54,5%, yang merupakan rekor tertinggi musim ini bagi Celtics. Guard Payton Pritchard menambahkan bahwa momentum ini sangat penting bagi kepercayaan diri tim untuk menghadapi pertandingan selanjutnya di Grup C melawan Atlanta Hawks dan Washington Wizards.
Kemenangan ini memperkuat posisi Boston Celtics sebagai favorit kuat dalam kompetisi NBA Cup tahun ini. Dengan performa Tatum yang kembali tajam dan kolektivitas tim dalam tembakan jarak jauh yang kembali stabil, Celtics menunjukkan bahwa mereka adalah ancaman serius bagi tim mana pun. Bagi Charlotte Hornets, kekalahan telak ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem pertahanan mereka, terutama dalam menghadapi tim dengan daya tembak tinggi seperti Boston.
Secara keseluruhan, laga hornets vs celtics ini menjadi bukti nyata bahwa akurasi tembakan jarak jauh tetap menjadi senjata utama dalam strategi modern NBA. Boston Celtics kini melangkah dengan kepercayaan diri penuh, sementara Hornets harus segera mengevaluasi strategi mereka jika ingin tetap kompetitif di sisa musim ini.
