Sekolapedia – 07 November 2026 | Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga integritas institusi serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu di wilayahnya. Di bawah kepemimpinan baru, berbagai langkah strategis mulai dari penindakan internal terhadap oknum yang melanggar aturan hingga penguatan sinergitas antarlembaga penegak hukum digalakkan secara masif demi menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Langkah tegas penegakan disiplin internal ini dibuktikan dengan penonaktifan sebanyak delapan anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Karawang. Kedelapan personel tersebut, yang di antaranya melibatkan dua perwira termasuk Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) berinisial AW, harus berurusan dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jabar. Mereka diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan wewenang terkait penanganan kasus peredaran gelap narkotika, termasuk dugaan pembebasan tersangka.
Wakapolresta Karawang, AKBP Afrian Satya Permadi, menjelaskan bahwa seluruh oknum yang terlibat telah langsung diamankan dan menjalani penahanan di tempat khusus (patsus) guna menjalani pemeriksaan etik secara mendalam. Tindakan tegas ini diambil sebagai bentuk pengawasan ketat internal agar institusi kepolisian tetap bersih dari praktik-praktik tercela yang mencederai keadilan publik.
Selain fokus pada pembenahan internal, kepolisian daerah jawa barat juga memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai instansi penegak hukum dan lembaga pemasyarakatan di tingkat provinsi. Kapolda Jabar Irjen Pol. Hengki bersama jajaran pejabat utama aktif melakukan kunjungan kerja dan audiensi lintas sektoral guna menyelaraskan langkah penegakan hukum.
Beberapa agenda penting yang telah direalisasikan meliputi:
- Kunjungan kerja ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas proses peradilan yang transparan serta berkeadilan.
- Audiensi bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat guna membahas mitigasi bencana, pengamanan rutan, penanganan overkapasitas, serta pencegahan penyelundupan barang terlarang.
- Optimalisasi layanan darurat Call Center 110 yang terintegrasi langsung untuk mempercepat respons pelayanan kepada masyarakat.
Melalui serangkaian langkah progresif ini, kepolisian daerah jawa barat terus berupaya membuktikan profesionalismenya. Penindakan tegas terhadap pelanggaran internal berjalan beriringan dengan penguatan pelayanan publik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum dapat terus terjaga dengan baik.
Secara keseluruhan, dinamika yang terjadi di tubuh kepolisian daerah jawa barat mencerminkan komitmen ganda yang seimbang. Di satu sisi, penerapan sanksi tegas tanpa kompromi terhadap personel yang melanggar hukum menjadi bukti nyata komitmen pembersihan internal. Di sisi lain, perluasan kerja sama strategis dengan lembaga peradilan dan pemasyarakatan menunjukkan keseriusan dalam membangun tata kelola hukum yang solid, transparan, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat luas di seluruh wilayah Jawa Barat.
