Langkah Moh Zaki Ubaidillah Terhenti di Korea Open 2026, Yushi Tanaka Tampil DominanLangkah Moh Zaki Ubaidillah Terhenti di Korea Open 2026, Yushi Tanaka Tampil Dominan

Sekolapedia – 05 November 2026 | Perjuangan tunggal putra andalan Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, harus berakhir lebih awal dalam ajang bergengsi Korea Open 2026. Bertanding di babak 32 besar yang digelar di Jinnan Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, pada Rabu (4/11/2026), Ubed dipaksa menyerah oleh wakil Jepang, yushi tanaka, melalui pertandingan dua gim langsung.

Sejak awal laga, dominasi pemain unggulan ketujuh turnamen tersebut sudah terlihat jelas. Ubed yang mencoba membangun ritme permainan melalui strategi reli panjang justru kesulitan menghadapi variasi serangan yang dilancarkan oleh lawannya. Pada gim pertama, ketidaksiapan Ubed dalam mengantisipasi pola permainan lawan membuatnya tertinggal cukup jauh dan harus mengakui keunggulan dengan skor 13-21.

Memasuki gim kedua, Ubed sempat menunjukkan perlawanan sengit. Ia mencoba keluar dari tekanan dan membangun momentum untuk mengejar ketertinggalan. Namun, ketenangan dan akurasi pukulan yushi tanaka kembali menjadi tembok besar bagi skuad Merah Putih. Meski sempat memberikan tekanan, Ubed gagal mempertahankan konsistensinya di poin-poin kritis, sehingga gim kedua ditutup dengan skor 17-21 untuk kemenangan wakil Jepang tersebut.

Usai pertandingan, Moh Zaki Ubaidillah memberikan evaluasi mendalam mengenai kekalahannya. Ia mengakui bahwa kesulitan utama terletak pada pembacaan arah bola. Berikut adalah beberapa poin evaluasi yang disampaikan oleh Ubed:

  • Kesulitan mengantisipasi variasi pukulan dan pola serangan lawan.
  • Strategi permainan reli yang direncanakan tidak berjalan maksimal karena lawan sangat siap menjaga area.
  • Kurangnya ketenangan dalam menghadapi tekanan di poin-poin kritis pada gim kedua.

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Ubed, mengingat ini merupakan kekalahan keduanya dari yushi tanaka setelah pertemuan mereka di Orleans Masters 2026 beberapa waktu lalu. Pengurus PBSI, Sampang Eko Puji Waluyo, juga menambahkan bahwa Ubed perlu membenahi aspek kesalahan sendiri (unforced errors) yang seringkali memberikan poin gratis kepada lawan.

Di sisi lain, meskipun langkah Ubed terhenti, kabar baik datang dari rekan setimnya. Anthony Sinisuka Ginting dan Alwi Farhan berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar. Ginting tampil meyakinkan dengan menumbangkan Jeon Hyeok Jin (21-13, 21-15), sementara Alwi Farhan sukses mengalahkan Kenta Nishimoto (21-14, 21-11).

Kini, Moh Zaki Ubaidillah tengah mengalihkan fokus sepenuhnya untuk persiapan turnamen berikutnya. Ia berencana memanfaatkan waktu yang tersisa untuk pemulihan fisik dan membenahi mental bertanding sebelum terbang ke Jepang untuk berlaga di Kumamoto Masters pekan depan. Harapannya, performa yang ditampilkan di Jepang dapat jauh lebih maksimal dibandingkan hasil di Korea Selatan.

Secara keseluruhan, kekalahan dari yushi tanaka di Korea Open ini menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan karier tunggal putra Indonesia di level internasional. Fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi agar dapat tampil kembali dengan performa terbaik pada turnamen Kumamoto Masters.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *