Sekolapedia – 03 November 2026 | Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2026 di Ningbo, Tiongkok, menjadi saksi drama luar biasa yang melibatkan atlet kebanggaan Indonesia, rahmat erwin abdullah. Dalam persaingan sengit di kelas 75 kg putra, atlet yang juga merupakan juara Asiad 2026 ini hampir saja mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan rekor dunia, namun sebuah insiden tak terduga justru membuatnya harus puas dengan medali perak.
Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu lalu diwarnai persaingan ketat antara lifter Indonesia dan Korea Utara. Rahmat memulai kompetisi dengan performa yang cukup menantang. Pada nomor snatch (angkatan satu tahap), ia berhasil mencatatkan angkatan sebesar 157 kg, sebuah angka yang menempatkannya di peringkat kelima sementara atlet Korea Utara, Ri Ryong Hyon, memimpin di posisi teratas.
Memasuki babak clean and jerk (angkatan dua tahap), Rahmat mulai menunjukkan taringnya. Ia berhasil mengangkat beban seberat 202 kg, yang membawanya meraih medali perak di nomor ini. Dengan total angkatan 359 kg, ia mengamankan dua medali perak sekaligus, yakni pada kategori clean and jerk dan kategori total angkatan kelas 75 kg putra.
Namun, sorotan utama tertuju pada upaya terakhirnya yang dramatis. Rahmat Erwin Abdullah bersiap melakukan angkatan penentu dengan beban 207 kg. Jika berhasil, ia tidak hanya akan meraih emas, tetapi juga melampaui rekor dunia 206 kg yang sebelumnya ia pegang sendiri. Namun, momen yang dinantikan penonton justru berubah menjadi ketegangan karena sang atlet belum juga muncul di atas panggung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terjadi miskomunikasi yang menyebabkan Rahmat terlalu asyik berdiskusi dengan pelatihnya mengenai teknik angkatan di area belakang panggung. Saat jam hitung mundur menunjukkan sisa waktu kurang dari 20 detik, Rahmat masih belum terlihat di arena. Para juri, petugas, dan penonton tampak gelisah menatap pintu masuk, sementara beban 207 kg tetap diam di atas lantai.
Baru ketika waktu tersisa sekitar 11 detik, Rahmat menyadari situasi kritis tersebut. Ia berlari secepat kilat menuju panggung, dengan tergesa-gesa mengoleskan bubuk magnesium untuk mencegah tangan tergelincir. Bahkan dalam keadaan terburu-buru, ia sempat meluangkan waktu sekejap untuk menyapa penonton. Ketika ia akhirnya mencapai barbel, jam hanya menyisakan 5 detik. Akibat tekanan waktu yang sangat sempit, ia gagal melakukan angkatan tersebut.
Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan kelas 75 kg putra di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2026:
| Nama Atlet | Negara | Snatch (kg) | Clean & Jerk (kg) | Total (kg) | Medali |
|---|---|---|---|---|---|
| Ri Ryong Hyon | Korea Utara | 160 | 205 | 365 | Emas |
| Rahmat Erwin Abdullah | Indonesia | 157 | 202 | 359 | Perak |
| Wichuma Weeraphon | Thailand | 155 | 200 | 355 | Perunggu |
Menanggapi kejadian tersebut, Rahmat mengakui bahwa kurangnya fokus akibat keterlambatan menjadi penyebab utamanya. “Saya sudah tahu bahwa sudah terlambat untuk mengangkat beban, saya tidak punya waktu untuk fokus,” ungkapnya kepada media. Meski demikian, ia tetap menunjukkan optimisme tinggi dan merasa mampu memecahkan rekor jika diberikan waktu persiapan yang lebih normal.
Kejuaraan dunia ini bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan juga merupakan kualifikasi pertama menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Meskipun kehilangan kesempatan emas di Ningbo, prestasi dua medali perak yang diraih oleh rahmat erwin abdullah tetap menjadi modal berharga bagi tim angkat besi Indonesia untuk terus bersaing di level tertinggi dunia.
Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi para atlet mengenai manajemen waktu di arena kompetisi internasional. Kegagalan yang bersifat teknis dan administratif seperti ini sangat disayangkan, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh lifter kelas dunia asal Indonesia ini untuk mendominasi panggung olahraga global di masa depan.
