Sekolapedia – 01 November 2026 | Karier lisandro martÃnez di Manchester United sedang berada di titik nadir setelah penampilan memalukan dalam laga kontra Chelsea di Stamford Bridge. Bek asal Argentina tersebut tidak hanya menjadi penyebab kekalahan tim, tetapi juga menjadi pusat badai kritik dari media internasional hingga mantan pemain Premier League akibat hilangnya disiplin di lapangan.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Chelsea tersebut, performa buruk dimulai saat pemain bertahan ini gagal mengantisipasi pergerakan Morgan Rogers yang mencetak gol pembuka bagi The Blues. Namun, situasi semakin memburuk ketika lisandro martÃnez menerima kartu merah setelah dua kartu kuning dalam rentang waktu yang sangat singkat. Kartu kuning pertama didapat akibat pelanggaran terhadap Rogers, dan hanya berselang tiga menit, ia menerima kartu kuning kedua setelah melakukan tindakan tidak perlu dengan menyikut wajah Wesley Fofana saat situasi sepak pojok.
Tindakan impulsif tersebut mengakibatkan penalti bagi Chelsea, yang kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Cole Palmer. Kegagalan ini tidak hanya memperlebar jarak poin bagi Manchester United yang kini terancam berada di zona degradasi, tetapi juga semakin memperburuk situasi manajer Michael Carrick yang tengah menghadapi tekanan besar.
Kritik pedas datang dari media Inggris bergengsi, The Athletic, yang menyebutnya sebagai pemain terburuk di Premier League musim ini. Analis Michael Cox bahkan menyatakan bahwa kesalahan yang dilakukan pemain tersebut bukan lagi sekadar insiden terisolasi, melainkan sebuah pola kegagalan yang merugikan tim secara konsisten. Media tersebut menyoroti bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan seolah menunjukkan bahwa sang pemain tidak lagi bermain dengan sepenuh hati untuk klub.
Berikut adalah rangkuman insiden kritis yang melibatkan pemain tersebut dalam laga terakhir:
- Menit ke-50: Gagal mengantisipasi penetrasi Morgan Rogers yang berujung gol pembuka Chelsea.
- Kartu Kuning Pertama: Pelanggaran terhadap Morgan Rogers yang dianggap tidak perlu.
- Menit ke-63: Menerima kartu kuning kedua setelah melakukan elbow (sikut) ke wajah Wesley Fofana.
- Dampak Akhir: Manchester United harus bermain dengan 10 orang dan kebobolan penalti yang menggandakan keunggulan Chelsea.
Sentimen negatif juga datang dari mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, yang memberikan pernyataan keras melalui BBC Radio 5 Live. Murphy berpendapat bahwa lisandro martÃnez mungkin tidak seharusnya bermain lagi untuk Manchester United karena secara mental ia tampak sudah tidak lagi fokus pada klub. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa pemain tersebut sebelumnya sempat didenda oleh klub karena mengkritik manajemen internal setelah kekalahan dari Atletico Madrid.
Di media sosial, kemarahan pendukung Manchester United juga meledak. Banyak penggemar yang merasa kecewa dengan perilaku pemain yang dijuluki ‘The Butcher’ tersebut, bahkan ada yang menyarankan agar klub segera mengembalikan pemain tersebut ke klub lamanya, Ajax, guna meredam krisis mental yang terjadi di skuad Setan Merah.
Kondisi ini mencerminkan disfungsi yang lebih luas di dalam tubuh Manchester United. Dengan rentetan hasil buruk dan hilangnya disiplin pemain kunci, klub kini menghadapi tantangan besar untuk menata kembali pertahanan mereka jika ingin menghindari zona merah klasemen Premier League. Masa depan lisandro martÃnez di Old Trafford kini menjadi tanda tanya besar di tengah tekanan performa dan sikap yang dianggap tidak profesional.
