Sekolapedia – 28 Oktober 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) sukses mengamankan tiga poin krusial usai menaklukkan Olympique Lyon dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Parc des Princes. Pertandingan pekan kedelapan Ligue 1 2026/2027 tersebut berjalan sengit, di mana lini pertahanan Lyon tampil sangat disiplin dan menyulitkan para penyerang tuan rumah sepanjang babak pertama. Kehadiran penjaga gawang Matvey Safonov di bawah mistar gawang PSG juga harus bekerja ekstra keras untuk mementahkan berbagai peluang berbahaya dari tim tamu.
Kebuntuan baru akhirnya pecah pada pertengahan babak kedua, tepatnya ketika pertandingan menyisakan 18 menit waktu normal. Adalah pemain muda berbakat, Senny Mayulu, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-64 menggantikan Ferran Torres, sukses menjadi pembeda di lapangan. Hanya butuh waktu singkat bagi gelandang berusia 20 tahun tersebut untuk mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan pendek dari Mika Godts di tepi kotak penalti, Senny Mayulu mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan mendatar terukur yang menghujam sudut kiri bawah gawang Lyon pada menit ke-72.
Gol pembuka tersebut sekaligus menjadi torehan perdana bagi sang pemain muda sejak April 2026. Tak lama berselang, PSG memperbesar keunggulan lewat gol kedua yang dicetak oleh Mika Godts pada menit ke-84, memanfaatkan umpan panjang dari Quentin Ndjantou yang juga masuk dari bangku cadangan. Kemenangan 2-0 ini memperpanjang tren positif Les Parisiens yang kini mencatatkan lima kemenangan beruntun di kompetisi domestik serta delapan kemenangan berturut-turut di semua ajang kompetisi.
Tambahan tiga poin penuh membawa skuad asuhan Luis Enrique melejit ke puncak klasemen sementara Ligue 1 dengan koleksi 17 poin dari delapan pertandingan. PSG kini unggul tipis satu angka dari pesaing terdekat mereka, Rennes, yang menempati posisi kedua usai membantai Strasbourg dengan skor 3-0. Sementara itu, kekalahan ini membuat Lyon tertahan di peringkat kelima dengan raihan 14 poin setelah gagal memanfaatkan momentum untuk mengambil alih pimpinan klasemen.
Bagi Senny Mayulu sendiri, kontribusi gemilang ini semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu supersub paling mematikan di skuad Paris Saint-Germain. Berdasarkan catatan statistik, sebagian besar dari total golnya untuk klub raksasa Prancis tersebut tercipta ketika ia diturunkan dari bangku cadangan. Keberhasilan ini tidak hanya mendongkrak posisi tim di tangga klasemen, tetapi juga memberikan kepercayaan diri tinggi bagi para pemain muda PSG untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa maupun domestik.
Kemenangan kandang atas Lyon membuktikan kedalaman skuad Paris Saint-Germain di bawah arahan pelatih Luis Enrique sangat dapat diandalkan untuk mengarungi musim kompetisi yang panjang. Peran pemain pelapis seperti Senny Mayulu terbukti krusial dalam memecah kebuntuan kala tim utama menghadapi jalan buntu di lapangan. Dengan posisi puncak yang berhasil direbut, PSG kini berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan dominasi mereka di kancah sepak bola Prancis musim ini.
