Sekolapedia – 28 Oktober 2026 | Pertandingan putaran kedua DFB-Pokal 2026/2027 menyuguhkan drama yang luar biasa, terutama dalam duel sengit antara essen vs rb leipzig. Bermain di markas Rot-Weiss Essen (RWE), raksasa Bundesliga RB Leipzig harus bekerja ekstra keras untuk menghindari kejutan memalukan dari tim kasta ketiga yang bermain dengan semangat juang luar biasa tinggi.
Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer di stadion sudah terasa panas. Tidak hanya di lapangan, ketegangan sempat terjadi di luar lapangan ketika oknum tidak bertanggung jawab mencoba menyemen pintu masuk suporter tim tamu. Meski sempat terjadi sabotase, akses akhirnya berhasil dibuka kembali sebelum para pendukung Leipzig tiba di lokasi.
Blunder Fatal dan Dominasi Essen di Babak Pertama
Pertandingan essen vs rb leipzig langsung memanas pada menit ke-9. Tim tuan rumah, RWE, mengejutkan seluruh pendukung tim tamu melalui gol cepat yang tercipta akibat kesalahan fatal lini pertahanan Leipzig. Castello Lukeba melakukan kesalahan saat melakukan operan ke belakang yang terlalu pendek, yang kemudian disambut dengan terpelesetnya kiper Orjan Nyland. Lucas Brumme dengan tenang memanfaatkan situasi tersebut untuk melewati kiper dan menyarangkan bola ke gawang yang kosong.
Setelah gol tersebut, Leipzig tampak kehilangan arah. Tim asuhan Martin Demichelis terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan tidak mampu memberikan tekanan berarti kepada lini pertahanan Essen yang disiplin. Ketidakhadiran pemain sayap cepat seperti Antonio Nusa dan Brajan Gruda di susunan pemain utama membuat serangan Leipzig terasa tumpul di babak pertama.
Kartu Merah dan Kebangkitan Die Roten Bullen
Situasi semakin sulit bagi Leipzig menjelang turun minum. Pada menit ke-44, gelandang Nicolas Seiwald harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran taktis. Bermain dengan hanya 10 orang membuat posisi Leipzig dalam laga essen vs rb leipzig ini berada di ujung tanduk.
Namun, mentalitas juara tim tamu mulai terlihat di babak kedua. Alih-alih menyerah, Leipzig justru meningkatkan intensitas pressing dan transisi cepat mereka. Pahlawan kemenangan Leipzig muncul dari bangku cadangan, yaitu Christoph Baumgartner. Pemain pengganti ini mencetak dua gol krusial di menit-menit akhir pertandingan untuk membalikkan keadaan dari tertinggal menjadi unggul 2-1.
| Statistik Pertandingan | Rot-Weiss Essen | RB Leipzig |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 1 | 2 |
| Status Pemain | 11 Pemain | 10 Pemain |
| Pencetak Gol | Lucas Brumme | Christoph Baumgartner (2) |
Kemenangan tipis ini memastikan RB Leipzig melaju ke babak 16 besar DFB-Pokal, meskipun mereka harus membayar mahal dengan performa babak pertama yang dianggap sangat mengecewkan. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi bukti bahwa dalam format turnamen piala, status tim kasta rendah tidak menjamin mereka akan tunduk begitu saja di hadapan raksasa sepak bola Jerman.
Selain drama di laga Essen, hasil DFB-Pokal lainnya juga menunjukkan persaingan yang ketat. Borussia Dortmund berhasil lolos secara dramatis setelah Marcel Sabitzer mencetak gol di menit ke-90+3 untuk mengalahkan Werder Bremen 3-2. Sementara itu, FC Koln tampil sangat dominan dengan menghancurkan Union Berlin lewat skor mencolok 5-0.
Secara keseluruhan, putaran kedua DFB-Pokal musim ini membuktikan bahwa kejutan selalu mungkin terjadi. Meskipun Leipzig berhasil mengamankan tiket, kegagalan mereka mendominasi sejak awal laga menjadi catatan evaluasi besar bagi tim sebelum melangkah ke babak selanjutnya.
