Semangat Persatuan Membara: Dari Upacara Khidmat hingga Aksi Nyata di Peringatan Sumpah Pemuda 2026Semangat Persatuan Membara: Dari Upacara Khidmat hingga Aksi Nyata di Peringatan Sumpah Pemuda 2026

Sekolapedia – 27 Oktober 2026 | Peringatan sumpah pemuda 2026 menjadi momentum krusial bagi bangsa Indonesia untuk kembali merenungkan makna persatuan di tengah keberagaman. Memasuki usia ke-98 tahun, perayaan tahun ini tidak hanya diisi dengan seremoni formal, tetapi juga meluas ke berbagai aksi nyata, mulai dari kegiatan olahraga, pelestarian lingkungan, hingga pelaksanaan upacara bendera yang serentak di seluruh pelosok negeri.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan pedoman resmi melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 23144/B/A/TU.02.03/2026 untuk memastikan upacara berlangsung khidmat dan sederhana. Upacara dijadwalkan pada 28 Oktober 2026 pukul 08.00 waktu setempat. Bagi peserta di lingkungan Kemendikdasmen, ketentuan pakaian telah diatur, termasuk penggunaan seragam Korpri lengkap bagi peserta di luar kantor pusat.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga telah merilis teks doa resmi. Pembacaan doa ini bertujuan memberikan makna religius dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai protokol, pembacaan doa akan dilakukan setelah lagu-lagu nasional seperti ‘Bangun Pemudi Pemuda’ dan ‘Satu Nusa Satu Bangsa’ dikumandangkan. Petugas doa akan mengawali dengan pembacaan secara agama Islam dan memberikan kesempatan bagi peserta non-muslim untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing.

Sejarah mencatat bahwa esensi sumpah pemuda 2026 berakar dari Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 di Batavia. Tokoh-tokoh seperti Sugondo Djojopuspito dan Muhammad Yamin berhasil menyatukan berbagai organisasi kedaerahan ke dalam satu ikrar suci: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Momen ikonik saat Wage Rudolf Soepratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya dengan biola menjadi simbol kebangkitan identitas nasional yang kini terus kita jaga.

Makna persatuan ini juga diterjemahkan melalui berbagai kegiatan di daerah. Di Mataram, DAMRI Cabang Mataram berkolaborasi dengan BPTD Kelas II NTB melakukan aksi penanaman pohon buah di Terminal Mandalika. General Manager DAMRI Cabang Mataram, Zuryani, menegaskan bahwa mencintai tanah air di era modern dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan demi keberlangsungan generasi mendatang.

Selain aksi lingkungan, semangat sportivitas juga mewarnai peringatan ini. Journalist Spin Club (JSC) sukses menyelenggarakan turnamen tenis meja ‘JSC Sumpah Pemuda Cup 2026’ di GOR Griya Tugu Asri, Depok. Turnamen yang diikuti oleh 393 peserta ini mencakup berbagai kategori, mulai dari kelompok umur hingga kategori khusus wartawan. Berikut adalah daftar juara pada kategori wartawan:

  • Juara 1: Agus Murdoko (tvOne)
  • Juara 2: Andriana Ombe (Kompas)
  • Juara 3: Bersama (Denal – Kompas & Cheppy Muchlis – Kontan)

Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa perayaan sumpah pemuda 2026 mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat, dari pelajar hingga profesional, untuk tetap solid dalam semangat kebersamaan. Secara keseluruhan, peringatan tahun ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dicetuskan pada tahun 1928 tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman, baik melalui penguatan identitas nasional, pelestarian alam, maupun melalui prestasi di bidang olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *