Sekolapedia – 26 Oktober 2026 | AC Milan menunjukkan mentalitas juara yang luar biasa dalam upaya mereka untuk segera melupakan kekalahan pahit di kompetisi Eropa. Dalam duel sengit milan vs Udinese yang berlangsung di Bluenergy Stadium, Senin (26/10/2026) dini hari WIB, Rossoneri berhasil mengamankan kemenangan krusial dengan skor 2-0. Kemenangan ini menjadi jawaban langsung atas performa mengecewakan mereka saat dihantam AFC Bournemouth di Liga Europa beberapa hari sebelumnya.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, di mana Milan langsung mengambil inisiatif serangan. Keunggulan tim tamu datang sangat cepat, tepatnya pada menit keenam. Berawal dari sebuah tendangan bebas, Luka Modric melepaskan umpan lambung yang sangat akurat untuk membelah pertahanan tuan rumah. Christian Pulisic, penyerang asal Amerika Serikat tersebut, menunjukkan kecerdikan dengan memenangkan duel posisi dan lolos dari jebakan offside. Dengan sentuhan pertama yang sangat elegan, Pulisic mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan dingin yang menaklukkan kiper Udinese, Maduka Okoye.
Dominasi dalam laga milan vs Udinese ini terlihat jelas dari statistik penguasaan bola, di mana Rossoneri memegang kendali sebanyak 57 persen. Udinese mencoba memberikan perlawanan melalui aksi Hassane Kamara yang memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan gemilang, namun lini pertahanan Milan tetap solid. Ketegangan sempat meningkat di babak pertama dengan adanya kartu kuning untuk Goncalo Ramos dan Jesper Karlstrom, namun Milan berhasil menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 1-0.
Memasuki babak kedua, Milan tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-65, Omari Hutchinson memperlebar jarak skor menjadi 2-0 setelah memanfaatkan celah di lini belakang Udinese. Gol ini seolah mematahkan semangat juang tuan rumah. Meskipun Udinese melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyegarkan skuat, mereka tetap kesulitan menembus tembok pertahanan Milan. Statistik akhir menunjukkan Milan melepaskan 15 tembakan, jauh mengungguli Udinese yang hanya mampu menghasilkan 10 percobaan.
Kemenangan ini memberikan dampak signifikan bagi posisi Milan di klasemen Liga Italia. Berikut adalah ringkasan posisi sementara setelah pekan kedelapan:
| Posisi | Klub | Poin | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Inter Milan | 22 | Memimpin klasemen |
| 3 | AS Roma | 18 | Selisih gol lebih baik |
| 4 | AC Milan | 18 | Baru naik ke empat besar |
| 17 | Udinese | 4 | Enam kekalahan beruntun |
Dengan hasil ini, Milan berhasil menembus zona empat besar dengan koleksi 18 poin, hanya terpaut empat poin dari pemimpin klasemen, Inter Milan. Hal ini menjadi momentum penting bagi skuad asuhan Rossoneri untuk kembali bersaing di papan atas setelah sempat terpuruk di kompetisi kontinental. Di sisi lain, hasil ini menjadi pukulan telak bagi Udinese yang kini terjerembab di peringkat ke-17 akibat rentetan enam kekalahan beruntun.
Performa individu Christian Pulisic dalam laga milan vs Udinese ini semakin mempertegas statusnya sebagai pemain kunci. Catatan golnya terhadap Udinese terus berlanjut, menunjukkan kecocokan taktis yang luar biasa antara dirinya dengan lini tengah Milan. Fokus kini beralih pada konsistensi tim dalam menjaga ritme permainan agar tetap berada di jalur perebutan gelar juara Serie A musim ini.
Secara keseluruhan, kemenangan ini bukan sekadar tentang tiga poin, melainkan tentang pemulihan kepercayaan diri tim. Setelah mengalami tekanan mental akibat kekalahan di Liga Europa, keberhasilan mengontrol jalannya laga dalam duel milan vs Udinese membuktikan bahwa Milan memiliki kedalaman skuad dan mentalitas yang cukup kuat untuk menghadapi jadwal padat di sisa musim ini.
