Tragedi Berdarah di Abyei: Serangan Drone di Pasar Amiet Tewaskan 150 Orang, Sudan dan RSF Saling TudingTragedi Berdarah di Abyei: Serangan Drone di Pasar Amiet Tewaskan 150 Orang, Sudan dan RSF Saling Tuding

Sekolapedia – 24 Oktober 2026 | Wilayah perbatasan yang disengketakan, abyei, kembali menjadi saksi bisu kekejaman perang saudara yang tengah melanda Sudan. Sebuah serangan drone yang menghantam Pasar Amiet dan kawasan Todach pada Senin lalu telah memicu gelombang duka mendalam setelah dilaporkan menewaskan lebih dari 150 orang. Insiden tragis ini tidak hanya merenggut nyawa warga sipil, tetapi juga menghanguskan berbagai struktur bangunan di pusat perdagangan vital yang melayani komunitas Ngok Dinka dan Misseriya tersebut.

Hingga saat ini, situasi di lapangan masih sangat mencekam. Korban jiwa yang dilaporkan mencakup warga negara Sudan, Sudan Selatan, hingga warga negara asing. Otoritas setempat mengungkapkan bahwa jenazah para korban telah dimakamkan dalam dua lubang kubur massal sebagai dampak dari besarnya jumlah korban yang jatuh dalam waktu singkat. Serangan ini telah meningkatkan ketegangan diplomatik antara Sudan dan Sudan Selatan secara signifikan.

Pemerintah Sudan melalui Kementerian Luar Negeri mereka secara tegas membantah keterlibatan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dalam serangan tersebut. Khartoum menyebut insiden ini sebagai tindakan yang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan militer resmi mereka. Sebaliknya, pemerintah Sudan menuding kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) sebagai dalang di balik serangan drone tersebut. Mereka menyatakan bahwa karakteristik serangan ini serupa dengan kejahatan sistematis yang sebelumnya dilakukan oleh RSF, termasuk serangan terhadap kamp perdamaian PBB (UNISFA) pada Desember 2025.

Di sisi lain, pihak yang bersekutu dengan RSF, yakni Pemerintah Perdamaian, telah mengajukan keluhan resmi kepada Misi Pencari Fakta Internasional Independen untuk Sudan. Mereka menuntut penyelidikan internasional guna mengidentifikasi aktor intelektual di balik serangan di abyei ini. Ammar Amoun Deldoum, Menteri Luar Negeri kelompok tersebut, menyatakan bahwa pengaduan telah disampaikan melalui perwakilan tetap mereka di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berikut adalah ringkasan dampak dan respons internasional terhadap insiden tersebut:

Aspek Detail Informasi
Lokasi Kejadian Pasar Amiet dan area Todach, wilayah Abyei
Estimasi Korban Lebih dari 150 meninggal dunia, puluhan luka-luka
Status Wilayah Wilayah sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan (Demiliterisasi)
Respons PBB Mendesak perlindungan warga sipil dan penegakan hukum internasional

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyampaikan duka cita mendalam dan mengecam keras serangan terhadap infrastruktur sipil tersebut. Beliau mengingatkan bahwa hukum humaniter internasional dengan tegas melarang serangan terhadap warga sipil. PBB juga mendesak kedua belah pihak untuk menjaga status demiliterisasi abyei guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Ketegangan ini merupakan bagian dari konflik yang meletus sejak April 2023 antara militer Sudan yang dipimpin Abdel Fatah al-Burhan dan RSF yang dipimpin Mohamed Hamdan Daglo. Perang ini telah menciptakan krisis kemanusiaan yang luar biasa, dengan lebih dari 11 juta orang terpaksa mengungsi, menjadikannya salah satu krisis perpindahan penduduk terbesar di dunia saat ini.

Komisi Uni Afrika juga turut mengecam serangan ini dan serangan serupa lainnya di wilayah Kordofán Barat. Mahmud Alí Yusuf, Presiden Komisi Uni Afrika, menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera dan proses politik inklusif untuk menghentikan penderitaan warga sipil yang terus meningkat akibat kehancuran layanan esensial dan kelaparan yang melanda Sudan.

Tragedi di abyei ini menjadi pengingat keras akan rapuhnya stabilitas di kawasan tersebut. Tanpa adanya intervensi diplomatik yang kuat dan penegakan hukum internasional yang tegas, wilayah perbatasan ini dikhawatirkan akan terus menjadi medan tempur yang mengorbankan nyawa warga sipil yang tidak berdosa di tengah perebutan kekuasaan yang tak kunjung usai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *