Sekolapedia – 23 Oktober 2026 | Duel sengit tersaji di Allianz Stadium tatkala Juventus menjamu wakil Prancis, Stade Rennais, dalam lanjutan matchday ketiga fase grup Liga Europa UEFA. Pertandingan yang berjalan dengan tempo tinggi tersebut harus berakhir dengan skor sama kuat 2-2. Hasil imbang ini tentu meninggalkan rasa penasaran sekaligus kekecewaan tersendiri bagi kubu tuan rumah, mengingat jalannya pertandingan diwarnai oleh berbagai drama, mulai dari ketatnya persaingan taktik hingga kontroversi keputusan wasit di menit-menit akhir.

Pertandingan baru berjalan lima menit ketika publik tuan rumah bergemuruh menyambut gol pembuka. Nick Woltemade tampil visioner dengan mengirimkan umpan terobosan matang ke ruang kosong yang langsung dikejar oleh Zeki Çelik. Bek asal Turki itu menuntaskan peluang dengan sangat tenang saat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Rennes, Brice Samba, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Juventus.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Rennes yang tampil tanpa rasa gentar berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-15. Mousa Al Tamari sukses memanfaatkan umpan silang akurat dari Brandon Reynolds dan memenangi duel udara atas Federico Gatti untuk mengubah skor menjadi 1-1. Selepas gol penyama tersebut, Juventus terus berupaya mencari gol tambahan melalui berbagai peluang emas yang diciptakan oleh Gatti dan Weston McKennie, namun ketangguhan lini pertahanan Rennes dan penampilan gemilang kiper mereka membuat paruh pertama tetap imbang.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan tidak menurun. Juventus yang berambisi mengamankan tiga poin sempat tertinggal dalam penguasaan area sebelum pelatih Luciano Spalletti melakukan perubahan taktik dengan beralih ke formasi 4-2-3-1. Momentum bagi Juventus datang ketika mereka dihadiahi tendangan penalti akibat pelanggaran handball yang dilakukan oleh Reynolds di kotak terlarang. Sebuah insiden menarik terjadi ketika Kolo Muani bersiap mengambil bola, namun Nick Woltemade secara percaya diri meminta bola tersebut dan sukses mengeksekusinya dengan dingin pada menit ke-67, membawa kedudukan kembali imbang 2-2.

Menjelang akhir pertandingan, Juventus sejatinya sempat mencetak gol penentu kemenangan yang disambut suka cita oleh para pemain. Sayangnya, gol tersebut dianulir oleh pengadil lapangan setelah melalui peninjauan yang memicu perdebatan sengit. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tak dapat menyembunyikan rasa amarah dan kekecewaannya seusai laga. Dalam konferensi pers, juru taktik berpengalaman tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah merasa bahagia jika timnya gagal meraih kemenangan, seraya menyoroti masih rapuhnya koordinasi lini belakang yang berujung pada kebobolan dua gol yang tidak seharusnya terjadi.

Secara keseluruhan, hasil imbang kontra Rennes ini memperlihatkan bahwa Juventus masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar, terutama dalam hal konsistensi permainan dan ketajaman di sepertiga akhir lapangan. Meskipun menunjukkan peningkatan sikap di atas lapangan dibandingkan laga-laga sebelumnya, skuad asuhan Spalletti dituntut untuk segera berbenah demi menghadapi jadwal padat yang menanti di kompetisi domestik maupun Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *