Sekolapedia – 22 Oktober 2026 | Kepercayaan orang tua terhadap seorang babysitter sering kali menjadi taruhan nyawa yang sangat mahal. Dalam beberapa rangkaian peristiwa hukum yang mengguncang publik secara global, profesi pengasuh anak kini menjadi sorotan tajam seiring dengan munculnya berbagai kasus kriminalitas yang melibatkan keselamatan anak-anak dan perempuan di bawah pengawasan mereka.
Di Tasek Gelugor, Malaysia, sebuah tragedi memilukan menimpa seorang bayi laki-laki berusia 10 bulan bernama Muhammad Faris Syazwan Muhammad Zulkarnain. Hasil autopsi terbaru mengonfirmasi bahwa bayi malang tersebut meninggal dunia akibat cedera kepala berat yang disebabkan oleh trauma benda tumpul. Penemuan medis ini mengungkap adanya pendarahan otak yang fatal, sebuah fakta yang menghancurkan hati sang ibu, Sharifatul Hafizah Sahul Hamid.
Kepolisian Seberang Perai Utara melalui OCPD Asst Comm Anuar Abdul Rahman menyatakan bahwa meskipun penyebab kematian adalah trauma benda tumpul, tim medis masih belum dapat memastikan apakah luka tersebut merupakan murni kecelakaan atau tindakan sengaja oleh pihak lain. Saat ini, seorang babysitter berusia 25 tahun telah ditahan selama tujuh hari untuk membantu penyelidikan di bawah Pasal 31(1)(a) Akta Kanak-Kanak 2001. Pihak berwenang tengah menyusun berkas penyelidikan untuk diserahkan kepada direktur penuntutan negara guna menentukan langkah hukum selanjutnya.
Sementara itu, di belahan dunia lain, pengadilan di Italia memberikan vonis berat dalam kasus yang melibatkan kekerasan terhadap pengasuh. Pablo Gonzalez Rivas dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Assise di Milan. Ia dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana dan upaya penyembunyian mayat pasangannya, Jhoanna Nataly Quintanilla Valle, yang juga merupakan seorang babysitter. Keputusan hakim disambut dengan tepuk tangan haru oleh keluarga dan rekan-rekan korban yang hadir di ruang sidang, menandai berakhirnya penantian panjang akan keadilan.
Tak hanya kasus kekerasan fisik, aspek psikologis juga muncul dalam persidangan pembunuhan di Amerika Serikat. Dalam sebuah persidangan kasus pembunuhan yang melibatkan Naresh Bhatt, seorang saksi yang juga merupakan mantan babysitter memberikan kesaksian krusial. Ia menggambarkan bagaimana perilaku aneh dan kecemasan yang berlebihan ditunjukkan oleh terdakwa saat mencoba mengambil anaknya di apartemennya. Kesaksian ini menjadi potongan puzzle penting bagi jaksa dalam membangun narasi kriminalitas di pengadilan.
Di tengah berbagai berita kelam tersebut, sisi lain dari profesi ini juga terlihat dalam dinamika kehidupan sosial. Di Jerman, pengalaman menjadi pengasuh anak sering kali menjadi pintu masuk bagi mahasiswa asing untuk mencari penghasilan tambahan. Bagi banyak mahasiswa pascasarjana, pekerjaan sebagai pengasuh anak menawarkan fleksibilitas waktu yang memungkinkan mereka menyeimbangkan antara tugas akademik yang padat dengan kebutuhan finansial. Hal ini menunjukkan bahwa di balik stigma negatif yang muncul akibat kasus kriminal, profesi ini tetap memiliki peran sosial yang penting dalam mendukung ekonomi keluarga dan kemandirian individu.
Rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan dan seleksi yang ketat dalam memilih pengasuh. Perlindungan terhadap kelompok rentan, baik itu anak-anak maupun pekerja domestik, harus menjadi prioritas utama dalam sistem hukum dan sosial kita guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
