Kecelakaan suporter PSS Sleman terjadi ketika rombongan dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menyaksikan pertandingan PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya. Insiden tersebut berlangsung di ruas Tol Ngawi-Kertosono dan melibatkan sebuah Toyota Hiace serta truk tronton.
Peristiwa itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Satu korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sementara tiga korban lainnya meninggal ketika mendapat perawatan di RSUD Caruban, Madiun.
Kronologi kecelakaan suporter PSS Sleman
Salah satu korban yang selamat, Dimas, mengatakan rombongan berangkat dari Sleman sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka berencana tiba di Surabaya untuk menonton pertandingan PSS Sleman menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada sore hari.
Menurut Dimas, kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan kendaraan nomor tiga dari total enam kendaraan dalam rombongan. Ia menyampaikan keterangan tersebut saat berada di instalasi gawat darurat RSUD Caruban, Madiun, pada Minggu (18/10/2026).
“Tadi rombongan kendaraan nomor tiga yang kecelakaan dari enam total kendaraan,” ujar Dimas.
Dimas memperkirakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat benturan berlangsung, ia sedang tertidur sehingga tidak mengetahui secara langsung bagaimana tabrakan itu terjadi.
“Tadi berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dari Sleman dan kecelakaan dengan tronton. Saya tidak tahu karena posisi tidur,” kata Dimas.
Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan
Insiden tersebut melibatkan Toyota Hiace dengan nomor polisi AB 7831 E dan truk tronton bernomor H 1872 AG. Berdasarkan keterangan kepolisian, Toyota Hiace dikemudikan oleh seorang pria berinisial H.
Polisi menduga minibus itu menabrak bagian belakang sisi kanan truk tronton. Saat kejadian, truk tersebut disebut sedang melaju di jalur lambat. Dugaan awal menyebut kecelakaan berkaitan dengan kurangnya konsentrasi pengemudi Toyota Hiace.
Meski demikian, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti kecelakaan.
Empat korban meninggal dunia
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki membenarkan jumlah korban meninggal dunia mencapai empat orang. Dari jumlah tersebut, satu korban meninggal di tempat kejadian perkara.
Tiga korban lainnya sempat dibawa dan menjalani perawatan di RSUD Caruban. Namun, kondisi mereka tidak tertolong sehingga dinyatakan meninggal ketika berada di rumah sakit.
“Betul korban bertambah jadi empat,” ujar AKBP Ridwan Maliki saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa satu korban meninggal di lokasi, sedangkan tiga korban lain meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Caruban. Pernyataan tersebut disampaikan setelah dilakukan penanganan terhadap para korban kecelakaan.
Penyelidikan kecelakaan suporter PSS Sleman
Setelah kecelakaan suporter PSS Sleman terjadi, polisi melakukan penanganan dan mengumpulkan informasi terkait insiden di ruas Tol Ngawi-Kertosono. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian, posisi kendaraan, serta faktor yang menyebabkan tabrakan.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, polisi masih menyelidiki kecelakaan. Kapolres Madiun menegaskan bahwa proses penyelidikan belum selesai sehingga penyebab pasti peristiwa belum dapat dipastikan.
“Saat ini masih penyelidikan,” kata Ridwan.
Perjalanan rombongan menuju pertandingan
Rombongan suporter tersebut berangkat dari Sleman dengan tujuan menyaksikan laga PSS melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Perjalanan dilakukan menggunakan enam kendaraan, dan Toyota Hiace yang mengalami kecelakaan berada pada urutan kendaraan nomor tiga.
Jarak waktu antara keberangkatan dan kecelakaan berlangsung beberapa jam. Rombongan meninggalkan Sleman sekitar pukul 06.00 WIB, sedangkan tabrakan diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Informasi itu disampaikan oleh Dimas berdasarkan pengalaman langsungnya sebagai salah satu penumpang kendaraan.
Keterangan Dimas juga menunjukkan bahwa tidak semua penumpang mengetahui detik-detik tabrakan. Ia sedang tidur ketika kendaraan menabrak truk tronton sehingga tidak dapat menjelaskan secara rinci proses terjadinya benturan.
Penanganan setelah kecelakaan
Korban yang membutuhkan pertolongan kemudian menjalani perawatan di RSUD Caruban, Madiun. Rumah sakit tersebut menjadi lokasi penanganan bagi korban yang dibawa dari tempat kejadian.
Seiring berlangsungnya perawatan, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang. Polisi kemudian menyampaikan pembaruan tersebut sambil tetap melanjutkan penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan dan kondisi kendaraan yang terlibat.
Peristiwa ini menjadi kecelakaan serius yang melibatkan rombongan suporter dalam perjalanan menuju pertandingan sepak bola. Sampai laporan tersebut disampaikan, keterangan resmi kepolisian masih berfokus pada proses penyelidikan dan pendataan korban.
Sumber referensi: www.detik.com