Sekolapedia – 20 Oktober 2026 | Dunia sepak bola tanah air kembali berduka setelah insiden tragis menimpa rombongan suporter pss Sleman yang sedang dalam perjalanan menuju Surabaya. Kecelakaan maut yang terjadi di ruas Tol Madiun KM 616 jalur Ngawi-Kertosono pada Minggu (18/10) telah merenggut nyawa empat orang pendukung setia klub kebanggaan masyarakat Sleman tersebut.
Peristiwa ini bermula saat rombongan suporter sedang melakukan perjalanan untuk menyaksikan pertandingan antara Persebaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Namun, kecelakaan tersebut mengubah perjalanan semangat mereka menjadi duka mendalam bagi keluarga dan komunitas sepak bola di Yogyakarta.
Update Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Hingga Senin (19/10/2026), tim medis terus berupaya memberikan penanganan maksimal bagi para korban yang selamat. Berdasarkan data terbaru, terdapat total 15 orang korban dalam manifes kecelakaan tersebut. Berikut adalah rincian kondisi para korban:
| Kategori Korban | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Meninggal Dunia | 4 orang | Telah ditangani oleh pihak berwenang |
| Luka Berat | 3 orang | Sedang menjalani perawatan intensif |
| Luka Sedang & Ringan | 8 orang | Sudah diperbolehkan kembali ke rumah |
Dua korban luka berat saat ini telah dirujuk ke Rumah Sakit Hermina Madiun atas permintaan pihak keluarga. Mereka adalah Anis Abdul Rohman (20), warga Desa Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, yang mengalami Cedera Kepala Berat (CKB) dan telah menjalani operasi saraf. Selain itu, terdapat Adi Suwarto (24), warga Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, yang juga masih dalam pengawasan medis ketat. Langkah rujukan ke RS Hermina diambil karena keterbatasan kapasitas di rumah sakit besar lain seperti RS Sardjito dan RSA UGM di Yogyakarta yang saat ini sedang penuh.
Dukungan dari Berbagai Pihak dan Skema Biaya
Menanggapi musibah yang menimpa pendukung pss ini, berbagai pihak bergerak cepat untuk memberikan bantuan, baik secara moril maupun materil. Relawan Brigata Curva Sud (BCS) bersama manajemen klub telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh korban mendapatkan haknya.
Terkait biaya penanganan medis, bantuan datang dari beberapa sumber utama, antara lain:
- Pemkab Sleman yang memberikan jaminan untuk korban meninggal dunia.
- Asuransi Jasa Raharja yang menanggung biaya perawatan bagi korban luka yang dirawat di rumah sakit.
- Donasi dan bantuan dari suporter Brigata Curva Sud (BCS).
- Dukungan finansial dari manajemen PSS Sleman.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Sosial untuk memantau perkembangan kondisi para korban secara berkala. Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus berkoordinasi guna menentukan langkah tindak lanjut bantuan bagi para korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Caruban maupun di Madiun.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pendukung sepak bola untuk selalu mengutamakan keselamatan selama dalam perjalanan menuju stadion. Meskipun duka menyelimuti, solidaritas antar suporter pss dan dukungan dari manajemen klub menunjukkan bahwa rasa kekeluargaan tetap kuat di tengah musibah yang menimpa.
